Rabu, 03 Juli 2013

Sangat disayangkan Shanghai Tech produknya tidak sebagus yang dibayangkan

Bagi anda yang ke Shanghai dan sudah punya planning ingin belanja murah meriah di Shanghai, biasanya memang tour guide akan menyarankan kita ke Shanghai Tech, shang hai ke ji guan 上海科技馆, tapi jangan kecele malah masuk ke confension hall nya yah, karena sebenarnya, letaknya tempat yang kita cari tersebut terletak dibawah tanah, underground, tepat dibawah confension hall nya. Nah bicara soal shopping, bagi anda yang memaag hobi belanja dan sudah melanglangbuana kemana-mana, apalagi sudah pernah ke Shenzhen dan Guangzhou , saya rasa sih anda akan banyak kecewa dengan barang-barang yang ada di shanghai tech ini. Terutama bagi anda yang sedang mencari tas dan baju. Niatnya mencari tas branded dengan kwalitas premium namun harga miring...tapi yang anda dapatkan hanyalah model-model yang *usang. Selain penjualnya menawarkan harga yang sangat tinggi tidak sesuai dengan kwalitas, dan bisa dibilang, hampir semua tokonya memajang produk yang sama aja.
Jika anda pernah berkunjung dan belanja abis-abisan di luo hu shenzhen maupun di beijing road , pasti anda akan sangat sangat sangat mengeluh dengan produk yang ada di shanghai tech. Ehmmmm...bukaa mengecilkan hati anda sih, tapi memang kenyataannya demikian. Barang-barangnya jauhhhh lebih bagus di guangzhou dan shenzhen, terutama di soal fashion dan harganya yah. Jadi, saya pikir, jika anda menyiapkan uang untuk belanja di shanghai, bukan suatu ide yang pas:) pengalaman saya sekian tahun travelling ke RRC, memang lebih asik belanja di guangzhou dan shenzhen sih...
Jadi kali ini, saya gagal menemukan apa yang saya cari. Awalnya saya berpikir ingin membeli oleh-oleh untuk orang-orang dekat saya, apadaya ternyata di mangga dua jakarta malah lebih mantab. Hehehe...
Oya...jangan tertipu dengan yang namanya produk seperti headphone, earphone, hp, tablet, flashdisc branded yang dijual di tempat shanghai tech ini ya....lebih baik anda membeli di toko yang *jelas aja deh. Pengalaman saya, beberapa kali beli benda-benda seperti itu, umurnya ga panjang. Lebih baik anda membeli produk yang brand cina namun sedikit mahal tapi lebih murah dari brand amerika *tembakan(KW) malah lebih bagus kwalitasnya lho...namanya juga KW, ya pasti kwalitasnyapun jauh dari yang original. Tapi kalau anda membeli brand seperti Lenovo, Oppo, dsb...malah jauh lebih bagus kwalitasnya, bahkan mereka memberikan kartu garansinya(ya walaupun garansinya jauh di cina, tapi paling tidak itu tanda bukti bahwa barang tersebut berkwalitas baik).
Tapi salah satu efisiensi yang saya dapatkan di Shangha ini adalah tidak sulitnya kita menukar uang rupiah dengan yuan. Tidak perlu ke money changer, cukup ke atm terdekat, hampir di sepanjang jalan kita bisa menemukan atm yang bisa kita gunakan dengan kartu atm dari Indonesia, sehingga tidak sulit bagi saya untuk mendapatkan uang yuan. Dibandingan dengan haerbin dan hangzhou, shanghai masih lebih okelah. Namun, harga taxinya mahal sekali. Jika di haerbin dang hangzhou begitu kita naik argonya langsung menunjukkan angka 8 yuan (sekitar 13ribua rupiah), kalau di shanghai, baru masuk taxi, argo sudah menunjukkan angka 14yuan ( sekitar 22ribu lebih). 

Terus terang, kali ini ke Shanghai ga enjoy banget. Saya memilih lebih cepat balik ke hotel ketimbang pergi jalan-jalan untuk memburu belanjaan bersama rombongan lainnya.Selain memang udaranya panas, dan saya mengalami migrain seharian akibat panas, ditambah lagi tempat refreshingnya ga cocok banget untuk memberikan semangat shopping.

Namanya juga cape...kebetulan memang ke RRC ini kan bukan untuk wisata dan tamasya, tapi memang sebuah misi pekerjaan yang diimbangi dengan refreshing. 
Tapi biar gimanapun, senang juga sih, sempat dapat dua buah tas lucu banget bentuk burung hantu untuk oleh-oleh dua orang putri kecil saya yang sudah menunggu mamanya pulang ...



Sent from Samsung tablet
Read more »

Koko cici 2012 menggantikan abang none mewakili DKI Jakarta ke RRC


Tidak seperti tahun sebelumnya, biasanya, selalu abang none Jakarta yang berangkat ke RRC untuk memperkenalkan kota Jakarta. Dikarenakan bertepatan dengan maraknya acara di Jakarta yang sedang berulang tahun, maka abang none dipastikan akan sangat sibuk tampil di berbagai acara ulang tahun kota Jakarta, zehingga mengharuskan koko cici yang mewakili Jakarta. Tapi, tentu saja hal ini bisa dibilang sangat pas. Sebab, koko cici kan bisa bahasa mandarin, walaupun logatnya tidak seperti mandarin RRC, namun, antusianisme masyarakat Cina sangatlah senang jika ada orang asing yang bisa berbahasa mandarin seperti mereka. Koko cici kali ini adalah koko Michael dan cici Chiki. Mereka adalah hasil seleksi koko cici tahun 2012. Cukup menyenangkan, sambutan penonton antusias mendengarkan penjelasan sekoci (Sepasang koko cici)ini tentang seperti apa Jakarta. Kamipun bisa bekerjasama dengan baik selama acara gala dinner berlangsung. Menurut koko cici, ini adalah pengalaman pertama mereka mewakili Jakarta-Indonesia untuk memperkenalkan ibu kota kita, Jakarta.
koko cici Michael dan Chiki selalu kompak menjalankan tugasnya selama beberapa hari ini.
Mereka selalu terlihat bersemangat menjalankan proses wawancara dengan wartawan.
Seperti dugaan saya, penonton yang hadir saat gala dinner begitu bangganya membedikan tepuk tangan untuk koko dan cici yang mampu berbicara bahasa mandarin dengan  baik. Sayapun bangga sekali melihat penampilan mereka, ini loh...anak-anak Indonesia mampu mengharumkan Indonesia dengan prestasi ya.
Dan sesungguhnya, selain koko cici, masih banyak putra putri Indonesia yang berprestasi dan mengharumkan negeri tercinta Indonesia, dan saya, selalu bangga jadi orang indonesia.
Selamat ya untuk para koko cici, maju terus, harumkan nama bangsa kita. Jia you!



Sent from Samsung tablet
Read more »

Udara hangzhou jauh lebih panas dari Jakarta

Ada yang berbeda di Hangzhou...kota ke tiga kunjungan delegasi DKI Jakarta ke RRC. dari segi makanan, terus terang, saya lebih suka bumbu masakan hangzhou dibandingkan haerbin. Tapi, di hangzhou, saya tidak memperoleh apapun yang sudah saya rencanakan sebelumnya. Tadinya pengen banget bisa mempir ke danau xi hu yang tersohor itu, anda pasti tau dong legenda si ular putih bai su zhen, kisah cinta dramatis antara seekor siluman ular dan seorang manusia. yang saya tau, pemandangannya di danau xi hu sangat indah, namun, sayangnya, saya gagal menjangkaunya. Tau ga kenapa? Cuaca! Bukan karena hujan atau dingin, melainkan, udaranya di hangzhou benar jauh berbeda dibanding guangzhou apalagi haerbin.panasss luar binasa. Begitu panasnya hingga kita menghirup udaranya saja terasa panas di hidung.saya ga tau deh tuh, kok panas banget ya...bahkan sampai 39 derajat panasnya. Lebih panas dari Jakarta. Dua kali saya mencoba untuk keluar hotel dengan maksud ingin pergi ke tempat pusat belanja, ampuuuun deh, baru juga seratus meter, saya dan kawan-kawan memutuskan untuk balik hotel. Gak sanggup melangkah lebih jauh lagi. Kulit saya udah mulai gatal karena keringat, mulai timbul merah akibat garukan. Sampai di hotel, saya langsung mandi. Itu jam 12 siang. Akhirnya kami berunding, berencana nanti jam tiga sore hari mau coba keluar cari taxi menuju danau xi hu. Akan terasa rugi luar biasa kalau sampai kami tidak singgah ke sana.
Waktu menunjukkan jam tiga lewat sedikit. Keluarlah kami dari hotel, tapi betapa kesalnya saya pas keluar hotel...padahal sudah jelang jam empat sore, udara dan mataharinya masih tidak  berubah dari siang tadi, bahkan lebih panas. Edannnn...
Akhirnya, dengan berat hati kami memutuskan ga jadi ke xi hu. Selain memang jam enam sore kami harus berkumpul di lobby karena seluruh delegasi akan berangkat makan malam, jarak hotel ke xi hu pun juga cukup memakan waktu, sekitar nyaris satu jam pulang pergi. Lalu juga terbayang oleh saya, betapa panasnya pasti tuh di sekitar danau. Hiiikkkssss...gagal dehhhh....kita cuma nyampe ke mini market yang letaknya dekat sekali dengan hotel. Aduh teman....benar sumpah deh. Panasnya di hangzhou ternyata sampai malam lho.
Saat kami berangkat menuju ke tempat makan, di mal sebelah hotel, kami masih bisa merasakan udaranya yang panas. Aneh yah, padahal sudah gelap, jam setengah delapan malam lho. Udaranya sangat tidak bersahabat:'( 
Jadi, walhasil, saya dan team saya tidak ada belanjaan oleh-oleh apapun deh...pasrahhhh sama panasnya kota hangzhou.

Tapi dibalik kekecewaan pada udara hangzhou, kami menyimpan kenangan manis di kota ini, karena selama penampilan kami di hangzhou, sambutan dari mereka yang hadir dalam acara kami, tak ada satupun yang kecewa dengan penampilan delegasi pariwisata DKI Jakarta. Semuanya berjalan sangat lancar. Dan kembali lagi...saya harus mengakui, bangga dan bersyukur menjadi orang Indonesia dengan memiliki negeri yang berudara paling bersahabat.

Mudah-mudahan, kedepannya akan ada kesempatan lagi untuk kembali berkunjung ke kota hangzhou dalam keadaan udara yang bersahabat. ...zai jian hangzhou...



Sent from Samsung tablet
Read more »

Review Produk