Rabu, 06 Februari 2013

Minum CholestiMax untuk menghindari Kolesterol saat perayaan Imlek

Anda kolesterol tinggi?
Setiap orang pasti memiliki peluang memiliki kolesterol tinggi. Kaya saya. Apalagi saya selalu dapat undangan makan Chinese Food di setiap kesempatan saya tampil terutama acara wedding.
Tau dong, namanya Chinese Food Indonesia itu bukan main lezatnya. Terus terang saya lebih suka Chinese Food "Indonesia" dibanding yang di RRC^^karena bumbunya lebih cocok di lidah.
Hati2 ya , sebentar lagi Imlek, sudah pasti, bakalan kambuh tuh Kolesterol.
Sakitnya tuh pasti disekitar pundak dan leher, lalu menyusul kepala seperti melayang, badan tiba2 kaku dan panas dingin. Aduh, jaga2 deh. Mengingat undangan makan keluarga pasti banyak tuh bagi yang merayakan Imlek dan Cap Go Meh nanti.
Jangan lupa sediakan supplement ataupun obat yang sudah dianjurkan oleh dokter untuk mengatasi Kolesterolnya.
Selain Kolesterol, namanya asam urat juga pasti deh bakalan muncul. heheheheh... Jangan dikira asam urat cuma menyerang yang tua yahhhh... kaya seumuran saya gini  juga bisa terserang lho.
Makanya banyak cari tau deh baiknya makanan apa yang jangan dikonsumsi, atau dikurangi deh di saat Imlek nanti^^
Kalau saya, memang selama ini bersama suami rajin mengkonsumsi CholestiMax keluaran dari Pharmanex Nu Skin.Pagi sekali malam sekali. Setelah suami saya dinyatakan memiliki sakit kolesterol, saya nemenin dia deh tiap hari rajin minum supplement ini. Alhamdulillah, nyata hasilnya. Dia sekarang ga takut terserang sakit pundak dan kepalanya. Karena memang sebelum dia makan makanan berkolesterol tinggi, sudah dijaga dulu oleh CholestiMax, sehingga setelah makan, tidak ada gangguan apapun dari makanan itu.
Mugkin bagi anda yang memang sudah punya supplement anti kolesterol, jangan lupa rajin2 dikonsumsi ya. Sayang donk kalau sudah beli mahal ga diminum.
Coba aja silahkan browsing cari tau tentang CholestiMax yang saya konsumsi itu.
Siapa tau anda cocok minumnya.

Manfaat dari CholestiMax
  • Telah distandarisasi mengandung bahan aktif 600 mg beras ragi merah (Monascus purpureus Went) kualitas tinggi.
  • Menurunkan kadar kolesterol total.
  • Menurunkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat. (bekerja sebagai penghambat reduktase HMG-CoA, yaitu enzim yang mengatur produksi kolesterol di dalam hati)
  • Menurunkan resiko penyakit-penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah).
  • Bebas Citrinin (zat toxic yg terdapat dalam beras ragi merah)
  • Kandungan khas, 100% alami.
Read more »

Asal usul kue keranjang atau dodol cina

Tau kue ranjang kan?
Tapi biasanya orang-orang menyebut Dodol Cina^^Karena kue ranjang memang selalu ada dimana2 pada perayaan Imlek. Padahal sebenarnya , Dodol Cina yang sebenarnya, itu asli Betawi punya lho. Orang Betawi memang jagonya bikin dodol. Dan kebetulan sekali, kebiasaan bikin dodol itu juga tertular dari tradisi masyarakat China di tirai bambu sana.Mereka yang telah membawa tradisi tersebut ke tanah Indonesia.
Tapi kalau diingat2, memang asimilasi telah melahirkan orang2 Betawi yang sebenarnya memang ada keturunan Tiongho. Liat aja tradisi mereka pasang petasan saat pesta kawin, baju penganteinnya yang wah heboh, trus musik tanjidornya juga ada pengaruh dari China. Itulah kekayaan kebudayaan kita^^


Sebentar lagi perayaan tahun baru Imlek tiba. Tradisi perayaan tahun baru Imlek juga tampak dari hidangan kue yang disajikan, dan kue keranjang adalah salah satu kue yang cukup populer.

Kue keranjang (sering disingkat Kue ranjang) yang disebut juga sebagai Nian Gao, yang mendapat nama dari wadah cetaknya yang berbentuk keranjang, adalah kue yang terbuat dari tepung ketan dan gula. Kue ini merupakan salah satu kue khas atau wajib perayaan tahun baru imlek.

Kue keranjang bukan hanya sekadar tradisi saja, namun ada kisah yang melatar belakanginya. Zaman dahulu, rakyat Tiongkok percaya bahwa anglo (tempat masak) dalam dapur di setiap rumah ada dewa-nya yang dikirim oleh Yik Huang Shang Ti (Raja Surga). Dewa itu juga sering dikenal dengan sebutan Dewa Tungku, yang ditugaskan untuk mengawasi segala tindak tanduk dari setiap rumah dalam menyediakan masakan setiap hari.

Maka setiap akhir tahun tanggal 24 bulan 12 Imlek (atau h-6 tahun baru), Dewa Tungku akan pulang ke surga serta melaporkan tugasnya kepada Raja Surga. Maka untuk menghindarkan hal-hal yang tidak menyenangkan bagi rakyat, timbullah gagasan untuk memberikan hidangan yang menyenangkan atau hal-hal yang dapat membuat Dewa Tungku tidak murka.

Sehingga nantinya, jika ia laporan ke Raja Surga, menyampaikan laporan yang baik-baik dari rakyat yang diawasinya. Bagaimana caranya supaya Dewa Tungku tidak murka, yang menyampaikan laporan baik-baik saja pada Raja Surga? Akhirnya, warga pun mencari bentuk sajian yang manis, yakni kue yang disajikan dalam keranjang. Maka disebutlah kue keranjang, yang sudah mentradisi setiap tahun disajikan untuk merayakan tahun baru Imlek.

Dalam menyajikan kue untuk Dewa Tungku, kue keranjang yang manis tersebut, juga ditentukan bentuknya yakni harus bulat. Hal ini bermakna, keluarga yang merayakan Imlek tersebut dapat berkumpul (minimal) satu tahun sekali, serta tetap menjadi keluarga yang bersatu, rukun, bulat tekad dalam menghadapi tahun baru yang akan datang. Tradisi ini pun dibawa terus secara turun temurun, sampai sekarang ini.
Kue keranjang diproduksi di banyak kota, termasuk Tangerang, Bogor, Sukabumi, Yogyakarta, dan Pontianak.

Asal-usul nama
Kue keranjang memiliki nama asli Nian Gao atau Ni-Kwe yang disebut juga kue tahunan karena hanya dibuat setahun sekali pada masa menjelang tahun baru Imlek. Di Jawa Timur disebut sebagai kue keranjang sebab dicetak dalam sebuah "keranjang" bolong kecil, sedangkan di beberapa daerah di Jawa Barat ada yang menyebutnya Dodol China untuk menunjukkan asal kue tersebut yaitu China, walaupun ada beberapa kalangan yang merujuk pada suku pembuatnya, yaitu orang-orang Tionghoa.
Sedangkan dalam dialek Hokkian, ti kwe berarti kue manis, yang menyebabkan orang-orang tidak sulit menebak kalau kue ini rasanya manis.

Arti di balik kue keranjang
Di China terdapat kebiasaan saat tahun baru Imlek untuk terlebih dahulu menyantap kue keranjang sebelum menyantap nasi sebagai suatu pengharapan agar dapat selalu beruntung dalam pekerjaannya sepanjang tahun.
Nian Gao, kata Nian sendiri berati tahun dan Gao berarti kue dan juga terdengar seperti kata tinggi, oleh sebab itu kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat. Makin ke atas makin mengecil kue yang disusun itu, yang memberikan makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran. Pada zaman dahulu banyaknya atau tingginya kue keranjang menandakan kemakmuran keluarga pemilik rumah. Biasanya kue keranjang disusun ke atas dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya. Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok.

Cara menyajikan
Kue yang terbuat dari beras ketan dan gula ini dapat disimpan lama, bahkan dengan dijemur dapat menjadi keras seperti batu dan awet. Sebelum menjadi keras kue tersebut dapat disajikan langsung, akan tetapi setelah keras dapat diolah terlebih dahulu dengan digoreng menggunakan tepung dan telur ayam dan disajikan hangat-hangat. Dapat pula dijadikan bubur dengan dikukus kemudian ditambahkan bumbu-bumbu kesukaan.

Gimana? Apakah anda sudah menyiapkan kue keranjang untuk perayaan imlek nanti?
Dari mulai harga paling hemat sampai yang termahalpun pasti ada di toko2.
Seingat saya, beberapa tahun lalu, saya sempat mampir ke Singkawang untuk melihat kue keranjang terbesar dan masuk MURI lho.
Singkawang memang selalu memberikan kejutan di setiap perayaan Imlek dan Cap Go Meh nya.
Bagi teman2 yang belum pernah melihat kehebohan Singkawang, sempatkan diri kesana deh. Rasakan perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang lain dari yang lain.
Read more »

Review Produk