Rabu, 03 Juli 2013

Udara hangzhou jauh lebih panas dari Jakarta

Ada yang berbeda di Hangzhou...kota ke tiga kunjungan delegasi DKI Jakarta ke RRC. dari segi makanan, terus terang, saya lebih suka bumbu masakan hangzhou dibandingkan haerbin. Tapi, di hangzhou, saya tidak memperoleh apapun yang sudah saya rencanakan sebelumnya. Tadinya pengen banget bisa mempir ke danau xi hu yang tersohor itu, anda pasti tau dong legenda si ular putih bai su zhen, kisah cinta dramatis antara seekor siluman ular dan seorang manusia. yang saya tau, pemandangannya di danau xi hu sangat indah, namun, sayangnya, saya gagal menjangkaunya. Tau ga kenapa? Cuaca! Bukan karena hujan atau dingin, melainkan, udaranya di hangzhou benar jauh berbeda dibanding guangzhou apalagi haerbin.panasss luar binasa. Begitu panasnya hingga kita menghirup udaranya saja terasa panas di hidung.saya ga tau deh tuh, kok panas banget ya...bahkan sampai 39 derajat panasnya. Lebih panas dari Jakarta. Dua kali saya mencoba untuk keluar hotel dengan maksud ingin pergi ke tempat pusat belanja, ampuuuun deh, baru juga seratus meter, saya dan kawan-kawan memutuskan untuk balik hotel. Gak sanggup melangkah lebih jauh lagi. Kulit saya udah mulai gatal karena keringat, mulai timbul merah akibat garukan. Sampai di hotel, saya langsung mandi. Itu jam 12 siang. Akhirnya kami berunding, berencana nanti jam tiga sore hari mau coba keluar cari taxi menuju danau xi hu. Akan terasa rugi luar biasa kalau sampai kami tidak singgah ke sana.
Waktu menunjukkan jam tiga lewat sedikit. Keluarlah kami dari hotel, tapi betapa kesalnya saya pas keluar hotel...padahal sudah jelang jam empat sore, udara dan mataharinya masih tidak  berubah dari siang tadi, bahkan lebih panas. Edannnn...
Akhirnya, dengan berat hati kami memutuskan ga jadi ke xi hu. Selain memang jam enam sore kami harus berkumpul di lobby karena seluruh delegasi akan berangkat makan malam, jarak hotel ke xi hu pun juga cukup memakan waktu, sekitar nyaris satu jam pulang pergi. Lalu juga terbayang oleh saya, betapa panasnya pasti tuh di sekitar danau. Hiiikkkssss...gagal dehhhh....kita cuma nyampe ke mini market yang letaknya dekat sekali dengan hotel. Aduh teman....benar sumpah deh. Panasnya di hangzhou ternyata sampai malam lho.
Saat kami berangkat menuju ke tempat makan, di mal sebelah hotel, kami masih bisa merasakan udaranya yang panas. Aneh yah, padahal sudah gelap, jam setengah delapan malam lho. Udaranya sangat tidak bersahabat:'( 
Jadi, walhasil, saya dan team saya tidak ada belanjaan oleh-oleh apapun deh...pasrahhhh sama panasnya kota hangzhou.

Tapi dibalik kekecewaan pada udara hangzhou, kami menyimpan kenangan manis di kota ini, karena selama penampilan kami di hangzhou, sambutan dari mereka yang hadir dalam acara kami, tak ada satupun yang kecewa dengan penampilan delegasi pariwisata DKI Jakarta. Semuanya berjalan sangat lancar. Dan kembali lagi...saya harus mengakui, bangga dan bersyukur menjadi orang Indonesia dengan memiliki negeri yang berudara paling bersahabat.

Mudah-mudahan, kedepannya akan ada kesempatan lagi untuk kembali berkunjung ke kota hangzhou dalam keadaan udara yang bersahabat. ...zai jian hangzhou...



Sent from Samsung tablet

0 komentar :

Poskan Komentar

Review Produk