Minggu, 30 Juni 2013

Kota ke dua roadshow Enjoy Jakarta 2013...Haerbin

Sudah lama sekali saya memimpikan untuk bisa berkunjung ke Haerbin, sebuah kabupaten yang terkenal dengan nuansa Rusia. Karena memang dekat sekali dengan negara Rusia. Kalau naik bis, sekitar tiga jam kita sudah bisa memasuki negara Rusia.
Kali ini, dinas pariwisata DKI Jakarta membawa kami ke kota Haerbin. Ini memang kali pertamanya saya ke kota ini. Uniknya, berbeda dengan kota lainnya yang udaranya panas karena memang bukan musim dingin, namun, di bulan juni ink, udara Haerbin tetap sejuk seperti di puncak. Ditambah lagi, hujan selalu turun setiap harinya.
Kami menginap di hotel Sinoway, atau kalau bahasa mandarinnya, hua rong da jiu dian. Sebuah hotel bintang 5. Namun bagi anda yang suatu hari singgah ke Haerbin, jangan mengira hotel ini  selayaknya bintang 5 ya. Hehe...kalau bagi saya sih, malah harusnya setara dengan bintang 3 jika di Jakarta. Tapi, hotelnya cukup bersih kok. Cuma yang gak nyamannya tuh, acnya panas sekali, mungkin karena udara disini dingin sehingga acnya disetting jadi hangat. Kalau saya pribadi sih jujur aja, tiga malam di Haerbin tidak satu malampun saya bisa tidur karena panasnya kamar.
Kalau urusan makanannya,terus terang, tidak menemui makanan yang enak.
Okey , bicara soal jalan-jalannya, ada yang namanya bu xing jie, jalan bebas kendaraan , yang cukup asik untuk ditelusuri karena selain benas kendaraan, juga banyak objek yang bisa dijadikan background foto-foto.
Saya berjalan di zhong yang da jie, itu lebih mirip seperti pasar baru kalau di Jakarta, namun kerennya, bangunannya masih orisinil dengan tradisional ala Rusia. Dan sepanjang jalanpun kita akan banyak menemui barang-barang khas Rusia. Jika anda suka coklat, harga coklat khas Haerbin-Rusia dimulai 10RMB sekitar 16.500 rupiah. Bisa dijadikan oleh-oleh. Lalu , saya memang berncana untuk membeli boneka kayu pajanganyang khas, namanya apa ya...saya lupa, pastinya, kalau kita buka bonekanya akan ada satu boneka yang lebih kecil di dalamnya, buka lagi, ada lagi anaknya, buka lagi ada lagi...dengan berbagai macam warna dan bentuk, harganya dimulai 20 RMB hingga 700RMB. Cukup murah lho dibandingkan kita beli di luar Haerbin. Gantungan kuncipun dimulai harga 2RMB. 
Sore itu, udara masih tetap sejuk, disaat saya dan kawan-kawan asik ngemil fried chicken yang namanya gong fu zha ji, ayam goreng kungfu, eh...hujan turun. Untungnya, langsung ada seorang ibu yang menjajakan payung, harganya murah sekali, hanya 10RMB, yaitu 16.500rupiah. karena saking seringnya turun hujan, rupanya payungpun murah dengan berbagai corak. Saya memilih yang bening transparan. Jadilah sore itu kami berjalan menyusuri zhong yang da jie dengan berpayung.
Oya, soal cemilan ayam goreng kungfu yang kami makan, enak loh...hanya menu itu yang rupanya cocok di lidah kita. Jadi, sepotong besar ayam fried chicken dengan isinya keju cair, lalu luarnya ditaburi bumbu sedikit pedas, enak bangetttt...pas banget dingin-dingin makan cemilin macam itu sambil jalan, harganya hanya 17RMB saja, ditambah lagi saya beli juga ubi goreng manis, kalau di indonesia kan yang biasanya menu pasangan fried chicken adalah french fries kan...kalau ini, berupa ubi, digoreng dengan taburan bumbu harganya hanya 7RMB. Wah...enaklah pokoknya. Jadi kami ga cari makan nasi lagi tuh, karena porsi ya cukup besar, jadi sangat kenyang untuk dimakan berdua.Murah meriah yah..
Nah, selain foto-foto yang mengasyikkan, fupanya ada satu hal yang menyebalkan dan menyusahkan. Yaitu, sewaktu kami mencari taxi untuk pulang ke hotel, ya ampuun...ga ada satu taxipun yang mau berhenti. Rupanya, cara naik taxi di Haerbin itu beda dengan kota lainnya. Caranya seperti naik angkot booooo....gila, dua jam kami nunggu taxi ga dapat juga yang mau mengangkut kita. Mereka selalu menolak karena menyesuaikan tujuan rute penumpang pertama. Misalnya nih, kalau penumpang pertama tujuannya ke semanggi, makan kami yang tida sejurusan akan ditolak mentah-mentah. Gila!Repot banget! dari semua pengalaman di Haerbin, saya paling benci dengan soal taxi ini. Dan si supirpun juga akan berbuat curang loh, uang yang dia minta ke kami malah lebih mahal dari pada argonya. Huh..nyebelin deh pokoknya.
Oiya, satu lagi, saya tidak menemukan mini market yang selevel dengan seven eleven. Jika di guangzhou, shenzhen, shanghai...ada sevel, janganlah anda berharap di Haerbin menemuk  sevel yah...yang ada cuma setara warung. Hadeuuuuhhh....
Tapi, walaupun hanya kabupaten, jangan dibayangkan seperti ka upaten yang di negara kita, Haerbin tetap sebuah kota yang pesaf pembangunannya, mal dimana-mana, malah bisa dibilang, tidak seperti kabupaten. Tapiiiii...jangan belanja di malnya deh, harganya edaaaaaan...tshirt paling murah aja tuh 280RMB boooo...kalikan saja 16.500rupiah deh. Itu kalau di mal ya. Lebih baik, belanja di tempat seperti zho g yang da jie deh...
Kalau saya ditawari ke Haerbin lagi, ehmmmmm...mau aja, asal, saya disediain mobil untuk jalan-jalan deh daripada mengandalkan taxi...gak mau lagi layawwww





Sent from Samsung tablet

0 komentar :

Poskan Komentar

Review Produk