Jumat, 26 April 2013

Selamat jalan, Uje

Siapa yang menyangka seorang Uje yang begitu muda, sehat, menyenangkan, begitu cepatnya dia dipanggil Tuhan...Siapa yang tidak kenal dengan Ustad Jeffry Albuchory..
Ingat terakhir bertemu dia dan mba Pipik, istrinya, masih ada candaan2nya. Dia begitu sukanya dengan sulap. Suami saya beberapa kali ikutan meramaikan acara sosialnya dia., begitu kagumnya dia dengan ilmu sulap. Dia selalu ingin tau bagaimana cara seorang pesulap membuat penonton terpukau. 
Orangnya memang seru^^Almarhum sangat menyenangkan semua orang di sekelilingnya.
Pagi tadi, seperti disamber petir, Uje meninggal!
Kaget banget.
Terutama suami saya. Yang lebih menyedihkan, cara dia meninggal, kecelakaan motor. Saya membayangkan betapa menyesalnya sang istri dan anak2nya. Pasti mereka tidak pernah menyangka bahwa Uje akan begitu cepatnya dipanggil Sang Pencipta.
Luar biasa...Uje meninggal di hari yang sangat mulia ini. Hari Jumat. Yang mana sudah terbayang deh bagaimana bejubelnya pelayat yang akan mengantri di masjid Istiqlal nanti.
Lihatlah, salah satu contoh orang yang begitu disayangi Allah. Meninggalnya dia, telah mengumpulkan ratusan hingga ribuan umat Muslim di masjid Istiqlal. Betapa semua stasiun televisi menayangkan prosesnya seharian ini.
Di saat ramainya berita Eyang Subur dan Artis nyaleg, tidak ada yang lebih menarik daripada menyaksikan proses pemakaman sang ustad.
Ya Allah, betapa kita sebagai manusia begitu kecilnya. Tidak ada satu orangpun yang bisa melawan takdir dan maut.
Kalau memang Allah sudah menjentikkan jarinya, apapun akan terjadi. Kita tidak bisa mengelaknya. Maka hanya amal ibadah kita yang akan menjadi jaminan kelak jika kita harus berhadapan dengan pengadilan akhirat.
Terharunya saya sejak pagi menyaksikan cuplikan2 tayangan Uje yang lawas. Ternyata, dia begitu dekatnya dengan masyarakat. Luar biasanya, kerendahan hatinya yang tidak pernah mau memberi tanggapan komentar apapun saat ustad besar lainnya sedang mengalami suatu kasus, almarhum selalu dengan kerendahan hatinya menanggapi pertanyaan wartawan. Tak pernah sekalipun dia menyinggung perasaan sesamanya.
Saya masih ingat saat almarhum diminta pandangannya tentang A Agym yang berpoligami, tak sekalipun dia menanggapinya seolah dia sangat mengerti, dia hanya menanggapinya dengan senyum penuh bijak. lalu saat almarhum diminta pendapatnya tentang Ustad Solmed yang katanya melanggar syariat Islam karena berdekatan dengan yang bukan muhrimnya (yang saat ini suda menjadi istrinya), dimana beberapa ulama memberikan pendapat bahwa tindakan Ustad Solmed itu salah dan tidak boleh ditiru, berbeda dengan Uje yang memberikan tanggapan yang sangat menyejukkan hati.
Ya..itulah Uje. Saya dan suami saya akan selalu ingat beliau. cara dia bercanda, meucu, menasehati, dan tidak pernah segan dan gengsi untuk mengagumi orang lain.

Semoga, istri dan anak2nya, tabah menghadapi semua ini. saya berdoa, semoga anak2nya kelak akan mengikuti jejak ayah dan ibunya yang adalah orang baik, sederhana, menyenangkan. 
Berbahagialah kita, jika saat kita meninggal nanti, pelayat yang hadir bisa seperti Uje...banyak..maka, jalan kita menuju dunia akhirat Insyaallah akan jauh lebih lapang karena didoakan banyak orang. Amin ya Rabbal alamin..

Selamat jalan...pak ustad..

0 komentar :

Posting Komentar

Review Produk