Senin, 04 Februari 2013

Feng Shui adalah ilmu keseimbangan

Feng Shui (orang Indonesia sering mengucapkan ‘Hong Shui’) adalah warisan dan tradisi orang Cina. Feng shui sangat diterima dan menjadi begitu populer di banyak negara karena diangga dapat meningkatkan  taraf kehidupan dan keberuntungan dengan sedikit biaya dan usaha. Feng shui dasar mudah dipelajari, namun merupakan subjek yang membutuhkan penjabaran rumus dan kedalaman analistik dan praktik..
\Feng shui (Cina Tradisional: ialah sistem estetik Cina kuno yang dipercayai menggunakan Hukum-hukum samawi (astronomi) dan bumi (geografi) untuk membantu kita memperbaiki hidup secara menerima aliran qi positif.
Perkataan 'feng shui' secara harfiahnya diterjemah menjadi "angin-air". Istilah ini dipetik dari satu rangkap dalam buku Zhangshu yang dikarang oleh Guo Pu ketika zaman Dinasti Jin:
Feng Shui adalah sistem estetika Cina kuno, dan sering dianggap sebagai suatu bentuk seni.
Feng Shui dipraktikkan di seluruh dunia dan telah ada sekitar 4.000 tahun lalu.
Feng Shui juga memiliki sisi spiritual dengan banyak ajarannya yang berkutat di sekitar hubungan spiritual antara Surga dan Bumi.
Seperti pada banyak spiritualitas Cina dan Asia Timur, Feng Shui ditujukan untuk menyeimbangkan energi Qi positif, yang kadang disebut pula sebagai Chi.
Qi adalah kekuatan hidup universal yang diyakini mengalir melalui segala sesuatu. Qi juga menjadi istilah yang digunakan dalam seni bela diri.
Ada dua Qi, positif dan negatif. Feng Shui bertujuan membawa Qi positif ke rumah Anda untuk mendapatkan keuntungan dan harmoni.
Selain Qi, dikenal pula Yin dan Yang. Ini adalah dua kutub yang harus tetap berada dalam keseimbangan sempurna dan harmoni.
Konsep keseimbangan merupakan salah satu tema utama dalam Feng Shui. Dalam Feng Shui, Anda harus berusaha menyelaraskan posisi benda-benda di rumah termasuk letak pintu, jendela, dan perabotan.
Sebagai contoh, bahwa dengan mengeluarkan televisi, komputer, dan peralatan olahraga dari kamar tidur, Anda akan membantu mengumpulkan Qi positif.
Kehadiran item ini membuat kamar tidur kurang harmonis, mencegah kamar tidur dari benar-benar menjadi tempat yang tenang untuk beristirahat.
Anda juga bisa menggunakan warna untuk mempengaruhi aliran energi di dalam kamar tidur. Hal ini sejalan dengan teori warna dalam psikologi. Intinya, warna dapat memengaruhi suasana hati seseorang.
Pilihan warna ‘Api’ (warna hangat) seperti merah, oranye dan kuning akan membawa kepercayaan diri dan pengakuan. Warna ‘Kayu’ seperti hijau dan cokelat akan membawa penyegaran, dan penyembuhan.
Anda tidak perlu mengecat sebuah ruangan dengan salah satu warna di atas. Bahkan dalam jumlah kecil, satu jenis warna sudah akan mampu membawa energi.
Sebagai contoh, Anda bisa memilih selimut berwarna biru untuk membawa ketenangan dan kelimpahan sementara memiliki tembok berwarna krem untuk membawa perlindungan dan stabilitas.
Posisi perabot juga penting. Lokasi pintu atau jendela bisa diatur untuk megoptimalkan aliran Qi dan energi positif di seluruh rumah.
Penempatan lemari pakaian, meja rias dan tempat tidur mungkin tampak seperti pilihan praktis, tapi Feng Shui menyatakan bahwa dengan meletakkan perabot dengan benar dapat mempromosikan energi positif dalam rumah Anda.

0 komentar :

Poskan Komentar

Review Produk