Minggu, 13 Januari 2013

Arti Lirik Lagu Gending Sriwijaya dan asal mulanya tarian ini

Di kala ku merindukan keluhuran dahulu kala
Kutembangkan nyanyian lagu Gending Sriwijaya
Dalam seni kunikmati lagi zaman bahagia
Kuciptakan kembali dari kandungan Sang Maha Kala
Sriwijaya dengan Asrama Agung Sang Maha Guru
Tutur sabda Dharmapala sakya Khirti dharma khirti
Berkumandang dari puncaknya Siguntang Maha Meru
Menaburkan tuntunan suci Gautama Buddha sakti.

Borobudur candi pusaka zaman Sriwijaya
Saksi luhur berdiri teguh kokoh sepanjang masa
Memahsyurkan Indonesia di benua Asia
Melambangkan keagungan sejarah Nusa dan Bangsa
Taman Sari berjenjangkan emas perlak Sri Kesitra
Dengan kalam pualam bagai di Sorga Indralaya
Taman puji keturunan Maharaja Syailendra
Mendengarkan iramanya lagu Gending Sriwijaya.

Proses penciptaan tari Gending Sriwijaya sudah dimulai sejak 1943, yaitu untuk
memenuhi permintaan dari pemerintah (era pendudukan Jepang), kepada Jawatan
Penerangan (Hodohan) untuk menciptakan sebuah tarian dan lagu guna
menyambut tamu yang datang berkunjung ke Keresidenan Palembang (sekarang
Provinsi Sumatra Selatan).
Penata tarinya adalah Tina Haji Gong dan Sukainah A. Rozak, berbagai konsep telah
dicari dan dikumpulkan dengan mengambil unsur-unsur tari adat Palembang yang
sudah ada, dalam upaya menata tari Gending Sriwijaya ini.
Pakaian dan properti yang digunakan dalam tari Gending Sriwijaya, disesuaikan
dengan pakaian adat daerah dengan peralatan yang biasa digunakan pada upacara
penerimaan tamu secara adat, yaitu dengan penyuguhan Tepak Sirih selengkapnya.
Jumlah penari sebanyak sembilan orang sebagai simbolisasi dari Batang Hari
Sembilan atau sembilan sungai yang ada di Sumatra Selatan. Maksudnya, dengan
tari Gending Sriwijaya penyambutan tamu dimaksud, dilakukan atas nama seluruh
daerah yang ada di wilayah Sumatra Selatan.
Selain dari kesembilan orang penari, ada juga pengiring yaitu: seorang penyanyi
yang menyanyikan lagu Gending Sriwijaya, seorang pembawa payung kebesaran,
dan seorang atau dua orang lainnya adalah pembawa tombak.
Musik atau lagu pengiring tari Gending Sriwijaya, dinamai (berjudul) juga lagu
Gending Sriwijaya. Penciptanya adalah A. Dahlan Muhibat, seorang komposer juga
violis pada group Bangsawan Bintang Berlian, di Palembang.
Lagu Gending Sriwijaya, diciptakan dan digarap oleh A. Dahlan Muhibat pada tahun
1943 tepatnya dari bulan Oktober sampai dengan bulan Desamber. Ketika proses
penciptaannya, pemerintah menyodorkan usul pada A. Dahlan Muhibat untuk
memasukkan sebuah konsep lagu Jepang.
Karena, konsep lagu Jepang hanya berupa usulan maka oleh A. Dahlan Muhibat
dipadukanlah sebuah lagu ciptaannya pada tahun 1936, yang berjudul “Sriwijaya
Jaya” dengan konsep lagu Jepang itu, sehingga menjadi lagu Gending Sriwijaya
seperti yang ada sekarang.
Sementara, untuk syair lagu Gending Sriwijaya, dibuat oleh Nungcik AR. Dan,
dengan selesainya penataan tari dan penyusunan lagu Gending Sriwijaya tersebut,
maka tuntaslah proses penggarapan tari dan lagu Gending Sriwijaya, pada tahun
1944.
Seperti yang disebutkan di dalam deskipsi Tari Gending Sriwijaya, tari Gending
Sriwijaya pertama kali dipentaskan di muka umum, adalah pada tanggal 2 Agustus
1945, di halaman Mesjid Agung Palembang, yaitu ketika pelaksanaan upacara
penyambutan kedatangan pejabat zaman Jepang, di Palembang, yakni M. Syafei
dan Djamaluddin Adinegoro.

Sumber: Dari beberapa artikel di internet


0 komentar :

Poskan Komentar

Review Produk