Rabu, 19 Desember 2012

Botox itu menyakitkan! Saya pernah dibotox

Pernah dibotox? Atau sekarang ini sedang merencanakan untuk dibotox?
Mungkin sebaiknya anda berpikir lagi deh...yakin mau dibotox?
Gini, setiap orang pasti ingin selalu cantik dan awet muda. Dan segala macam cara selalu ditempuh. 
Botox memang aman, setau saya, botox itu terbuat dari bahan yang aman untuk tubuh terutama wajah. Namun, prosesnya cukup menyakitkan kare disuntik di banyak tempat. Satu wajah jika dibotox, bisa disuntik berkali2 hingga belasan titik. Mungkin keliatannya saya sok tau yah..padahal sebenarnya, saya sudah pernah dibotox. 1x, dan itu terjadi 8 tahun lalu.Setelah itu, saya ga mau lagi. KAPOK
Tapi sebelum bercerita pengalaman saya, saya share dulu manfaat dari Botox ya.


Botox berguna untuk meremajakan wajah secara cepat dengan cara yang mudah (instant rejuvenation). Pada waktu wajah kita ber ekpresi, misalnya tertawa akan nampak garis-garis di samping mata . Garis-garis ini (disebut sebagai crow’s feet) akan bertambah dengan bertambahnya usia. Dengan menyuntikan sedikit Botox pada samping mata, kerutan akan hilang, juga pada waktu kita tertawa.

Bisa juga digunakan untuk kerutan antara kedua alis (seperti sedang berpikir) , dan kerutan pada dahi. Selain itu juga Botox digunakan untuk menaikkan alis dan mengurangi pengeluaran keringat yang  berlebihan seperti di ketiak atau telapak tangan. 

Biasanya dokter menandai bagian yang mau disuntik, kemudian dilakukan penyuntikan pada posisi pasien baring atau duduk (bergantung kebiasaan dokter). Pada waktu Botox masuk pada kulit, terasa sedikit nyeri. Rasa nyeri karena tusukan jarum dapat dikurangi dengan pendinginan  dengan es sebelumnya. 

Setelah penyuntikan bisa saja terjadi kebiruan karena terkena pembuluh darah. Untuk menghindarinya, dokter menggunakan jarum yang kecil dan menekan perdarahan yang timbul selama beberapa menit. Setelahnya bisa dilakukan kompres dengan es. Perlu diketahui bahwa segera setelah penyuntikan pasien tidak diperbolehkan tiduran selama 3 jam ,karena takut Botox mengalir ke otot lain yang tidak dimaksudkan untuk dilemahkan.

Okey, sekarang, artikel dibawah ini saya ambil dari artikel kesehatan di salah satu situs internet:

Botox berasal dari bakteri Botulinum toxin type A yang dikenal mampu meracuni makanan kaleng. Setelah sifat racunnya dikurangi, selanjutnya Anda mengenalnya dengan merk Botox.
Pada manusia, suntikan botox akan menghalangi otot menerima sinyal-sinyal yang membuatnya berkontraksi. Ketika otot tidak berkontraksi, kulit akan mengencang dan terlihat lebih halus dan tak berkeriput.
Fungsi itulah yang membuat botox dianggap sebagai solusi untuk mengembalikan keremajaan kulit secara instan. Padahal, botox awalnya dimaksudkan untuk alasan kesehatan. Alan Scott memanfaatkan botox untuk merawat strabismus (mata juling) danblepharospasm (mata berkedip tak terkendali), sehingga botox kemudian mendapatkan hak legalnya pada 1988 dan persetujuanFood and Drug Administration (FDA - badan yang mengurusi regulasi makanan, obat, dan suplemen di Amerika Serikat) pada 1989.
Perkembangan penelitian menjadikan botox sebagai pilihan untuk urusan mempercantik diri, terutama bila berurusan dengan keriput di wajah. Tetapi ada beberapa alasan mengapa suntik botox tidak selalu jadi pilihan yang baik.
Botox tidak akan berfungsi untuk keriput karena sinar matahari. Pun, keriput di dekat mulut pun sebaiknya tidak diberi suntikan botox karena akan mengganggu proses berbicara dan makan Anda. Jenis dan ketebalan kulit serta tingkat pengeriputan juga menentukan efektivitas botok pada masing-masing calon penggunanya.

Botox cenderung aman bila dilakukan oleh dokter yang berpengalaman, tetapi bukan berarti botox tidak memiliki efek samping, seperti:
  • Rasa sakit dan memar di bagian yang disuntik.
  • Kulit memerah.
  • Sakit kepala
  • Mengalami gejala seperti terkena flu.
  • Mual
  • Wajah melemah atau terlihat layu.
  • Racunnya (ingat, kalau botox berasal dari racun) menyebar ke luar daerah yang diinginkan, sehingga menunjukkan gejala seperti orang yang keracunan makanan, seperti: otot melemah, serta susah berbicara, menelan makanan, dan bernapas.
Efek samping yang terakhir itulah yang membuat pemerintah Canada mengeluarkan peringatan penggunaan botox pada Januari 2009.
Suntik botox yang dilakukan mengikuti prosedur yang benar pun tidak selamanya berhasil. Tercatat beberapa keluhan seperti ekspresi muka dan mimik yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, kelopak mata yang "jatuh", senyum yang tidak simetris, dan otot mata kehilangan kemampuan untuk menutup kelopaknya.
Pun, bila berhasil, akan ada efek ketergantungan karena efek botox hanya akan bertahan beberapa bulan saja.

Nah.. sudah baca??
Semuanya tidak omong kosong karena memang sayapun seperti itu mengalaminya. 8 tahun lalu, karena alasan wajah layu, ga cerah, kok masih muda sepertinya wajah sudah kendur. Yaahhh namanya juga wanita, pengen cantik selalu. Maka saya ke klinik deh, dibotox deh, keluar uang deh 4 juta waktu itu untuk botox. Tau ga...oooo...ooo...sakitnyaaa..setiap suntikannya adalah rasa sakit bagi saya. Dan seketika itu juga, wajah terasa kencang, saya ga bisa mengernyitkan dahi, ga bisa tersenyum, ga bisa menaikkan alis. halaaaaahhh... begini toh rasanya dibotox...
Dan dokter bilang, memar di wajah saya akan hilang dalam waktu seminggu. Ampunnnn deh... padahal saya minggu itu banyak janji dan ada acara2 yang mengharuskan saya tampil. Tapi kondisi wajah saya banyak memar bekas suntikan.
Ya sudahlah, saya menutupinya dengan make up deh.
Okehh.. wajah saya memang jadi segar, muda, dan kencang...tapi ga enaknya, wajah saya kaku. Ga bisa senyum lebar. Kalian pernah liatlah banyak toh arti2 di tv yang senyumnya terlihat kaku. Ya itu hasil botox.
Tapi yang paling parahnya, ,,dokter memang sudah bilang bahwa nanti kalau sudah 6 bulan saya harus kembali dibotox lagi supaya tetap kencang...
Ternyata, yang tadinya saya ga paham kenapa harus dibotox lagi setelah 6 bulan, barulah pas bulan ke 4 saya perhatikan wajah saya yang kencang itu kok jadi malah semakin turun dibanding sebelum dibotox...huauuauauaaaaaa...saya bingung liat wajah saya...mimpi buruk banget. Pantesannnn saya harus kembali dibotox. Pantesan kawan saya yang lain yang dibotox itu mereka rutin bolak balik botox beberapa bulan sekali. Pantesan tante saya dan kawan2nnya  yang pada dibotox itu (maaf) setelah pensiun eh wajahnya malah makin kendur sekendur2nya..(maaf sekali lagi) mungkin karena botox itu mahal sehingga (aduh maaf lagi ya) tidak memungkinkan untuk selalu siap dana untuk dibotox. Jadi, memang bisa mengakibatkan ketergantungan.
Jadi teman2ku yang cantik dan tampan, berpikirlah lagi jika mau dibotox. Browsing cari info dulu, tanya sana sini dulu yah... Kalau namanya promosi memang muluk2 dan rayuannya membuat kita melayang..tapi, hati2, jagalah wajah dan kulit kita ya, jangan asal mau disuntik sana sini...

Akhir kata...daripada dibotox...mending juga disetrika pakai Galvanic Spa II ...hehehehehh
Read more »

Review Produk