Minggu, 10 Juni 2012

Shanghai, kota pertama kunjungan kali ini




Ada rasa kangen waktu saya sampai di kota Shanghai. Hitung2, ada 18 tahun saya tidak mengunjungi kota romantis ini. Terakhir kali saya ke Shanghai pun itu setahun lalu, hanya transit di bandara saja. 18 tahun lalu, saya ke Shanghai untuk melakukan proses rekaman lagu tradisional Indonesia di kota cantik ini. Saat itu, saya dibawa oleh om Hendarmin selaku pemilik perusahaan rekaman Gema Nada Pertiwi. Bersama om Idris Sardi dan tante Marini kami mengunjungi kota Shanghai selama dua minggu. Lagu yang saya bawakan dalam rekaman tersebut antara lain, Butet (bao bei), sing sing so (chuan ge), hela rotan (la teng ge), dan masih banyak lagi.

Kini saya datang lagi ke kota ini bersama rombongan kesenian DKI Jakarta. Sebanyak 42 orang termasuk didalamnya ada kepala dinas pariwisata dan beberapa stafnya, juga ada mereka yang betugas sebagai perwakilan hotel2  di jakarta dan travel agent yang ikut serta. Misi kami sama seperti tahun 2011, yaitu mempromosikan kota Jakarta kita. Program kali ini adalah mengunjungi tiga kota yaitu Shanghai, Chengdu dan Shenzhen. Wow. Asik banget deh.

Dikarenakan memang kami berangkat pada tanggal 3 juni tengah malam, maka pada jam 7 pagi tanggal 4 kami sudah sampai di Shanghai. Terlalu pagi bagi sebuah hotel untuk menerima tamunya. Sehingga kami diajak jalan dulu untuk city tour. Lokasi pertama yang kami datangi adalah jembatan hao xiang hao xiang. Hahahahahhaahh...kenapa disebut jembatan hao xiang hao xiang? Karena memang ada sebuah serial mandarin yang sangat terkenal yang dibintangi oleh Vicky Zhao Wei, Kabut Cinta,  atau dalam bahasa aslinya adalah Qing Shen Shen Yu Meng Meng. Dan lagu yang terkenal dari serial tersebut adalah hao xiang hao xiang. Heheheheh...sebenarnya itu hanyalah sebutan bagi kami sebagai turis,  tentunya nema lokasi tersebut yang sebenarnya bukan itu.

Nah, saat kami turun dari bis, memang, kabut masih menyelimuti kota cantik itu. Benar2 seperti film Kabut Cinta. udaranya sejuk, pemandangannya indah sekali. Pastilah kami yang super narsis ini ga mau ketinggalan moment donk...jeprat jepret sana sini deh. Sekilas memandang ke sebrang sungai, serasa melihat kota sydney. Wow...karena memang kebetulan ada satu bangunan yang mirip sekali dengan yang ada di kota Sydney. Lalu, ada yang unik,  sebuah gedung tinggi yang terdapat beberapa bentuk bola kecil2 dari kejauhan, tenyata itu adalah hotel mini. Katanya namanya hotel mini. Setiap bolanya itu adalah kamar hotel. Lucu yah. Kok malah saya ga pernah tau bahwa itu adalah hotel.

Sekitar satu jam kami singgah disana sambil menunggu waktunya brunch. Karena belum makan pagi dan sekaligus makan siang. Kami dibawa ke satu rstoran. Saya lupa catat apa nama restonya, pastinya, begitu kami sampai di sana, eeehhh malah banyak betemu dengan para turis dari Indonesia. Wahahhahahh...bisa gitu yah...jadi kita saling menyapa deh.

Makanannya, sebenarnya saya akui masih jauh lebih enak masakan kita di Indonesia. Chinese food di Indonesia memang paling cocoklah dengan lidah kita. Ya iyyyaaalah, namanya juga kita orang Indonesia kan...tapi ya namanya sudah lapar, ya kita lumayan banyaklah makannya. Apalagi makannya rame2 pastilah lebih semangat makannya.

Tidak ada kesan mendalam mengenai makanan yang kita makan, biasa saja. Yang penting suasana kebersamaannya aja yang seru.

Bersyukur, toilet dalam resto tersebut sangat bersih dan nyaris tidak berbau. Mungkin bagi kalian yang belum pernah ke China akan sangat kaget kalau masuk ke dalam toilet umum. Hehehe...hati2 saja...kebersihan mereka soal hal yang satu ini masih kalah dengan negara kita. Alhamdulilla, kita orang Indonesia beragama, sehingga selalu mengikuti aturan kebersihan yang selalu diterapkan oleh agaman kita. Namun tidak demikian dengan China. Mayoritas dari merka memang tidak menganut agama apapun. Sehingga ini mungkin berpengaruh pada kedisiplinan kebersihan merka dalam hal urusan toilet.

Saya sih menyarankan, jika ke china, siapkan masker tutup mulut dan hidung anda, atau ingatlah membawa wangi2an untuk menghindari anda meraa mual dan ingin muntah mencium bau pesingnya. Blom lagi jika anda memang sedang sial, terkadang malah akan menjumpai "nuklir" dalam kloset. Iiiiihhhhhhh......

Selesai makan, kami langsung dibawa ke hotel tempat kami menginap.

Untuk perjalanan kali ini memang tidak sesibuk tahun lalu, kali ini, kami banyak diberikan kesempatan acara bebas. Jadi, kami banyak waktu untuk bersantai. Hari ini kami sampai, kami bisa jalan2 untuk melihat sekeliling. Tapi memang, saya tidak terlalu terobsesi untuk shopping. Saya lebih terfokus ingin memperkenalkan shanghai pada adri, suami saya. Dan saya lebih tertarik untuk menemani dia belanja ketimbang saya yang belanja. Mungkin karena seringnya saya pulang pergi jakarta china, maka bagi saya, belanja bukanlah hal yang utama, malah saya lebih hepi jika suami saya yang banyak belanja kali ini.

Published with Blogger-droid v2.0.4
Read more »

Review Produk