Rabu, 16 Mei 2012

Perjamuan makan malam Indonesia -Korut berlangsung menyenangkan



Alhamdulillah, semalam saya bersama mas Yana Yulio dan teh Dewi Gita telah berhasil tampil nyanyi dengan baik. Kami masing2 membawakan empat lagu. Semula, kang Yana berencana menyanyikan lagu ARIRANG yang mendunia itu, lagu simbol bangsa Korea. namun, melalui perdebatan yang panjang dari pihak protokoler istana negara dengan pihak perwakilan delegasi korut, diputuskan untuk tidak membawakan lagu tesebut. Padahal sebenarnya, bila saja merka mengerti, Arirang merupakan lagu sejarah Korea. Namun memang kebetulan lirik lagu yang dihafalkan oleh kang Yana adalah lirik Arirang versi korsel. Sekedar info,  Arirang memang tebagi ata tiga versi. Versi yang pertama kali muncul adalah versi asli ARIRANG yang mengidentitaskan KOREA sebagai bangsa kesatuan. Namun setelah perang korea tahun 50an, merka tepecah menjadi Selatan dan Utara, maka masing2 menggubah liriknya dengan ARIRANG versi selatan dan ARIRANG versi utara. Karena mendunianya lagu tesebut hingga ada versi bahasa mandarinnya dengan judul a li lang yangdinyanyikan oleh Teresa Teng. Nah, istana memutuskan untuk tidak membawakan lagu tersebut mengingat sensitifnya kedua negara ini. Walaupun ada saya siap dengan lirik ARIRANG versi korut, namun tetap ditetapkan untuk menghilangkan lagu tersebut dari daftar lagu semalam. Kang Yana tentunya kecewa karena hilang kesempatan menyanyikan lagu korea nya. Namun dengan berbesar hati demi kenyamanan dan kelancaran acara semalam, kang Yana tidak keberatan lagu tersebut dihilangkan dari daftarnya. Tapi, penampilan dia tetap memukau, dengan lagu medley ciri khas Elfas Singer, dia membawakan lagu BEE GEES dengan sangat apik diiringi oleh Audiensi Band. Saya jadi ikutan nostalgila mendengar lagu yang dibawakannya. Dan bapak presiden kita memang sangat senang dengan lagu WORDS milik BEE GEES, sehingga terlihat dari wajah beliau saat mendengarkan lagu yang dibawakan oleh penyanyi senior tersebut.

Dewi Gita tugasnya menyanyikan lagu pop nya. Si teteh bawain lagu THE WAY WE WERE dengan sangat merdu, lalu lagunya Chrisye, mendayu2 suaranya. Memang tidak bisa dipungkiri, namanya penyanyi senior yah tetep aja seniornya pasti kelihatan. Dengan gaya berbusana yang apik dan suara vocal lantang, kami dengan penug percaya diri selalu berani tampil tidak gentar walaupun dalam suasa acara yang tegang. Saya, termasuk penyanyi senior, angkatan 90-an, jadi, alhamdulillah selama aktif menjadi salah satu penyanyi di istana kepresidenan, saya belum pernah melakukan kesalahan dalam berbusana maupun dalam memilih lagu. Nah, acara semalam, tugas saya lebih sedikit berat, karena harus meyakinkan kepada protokoler istana bahwa lagu yang akan saya bawakan adalah berasal asli dari korut. Saya mendapatkan referensi lagunya pun juga langsung dari kawan asli korea utara, dan saya dipilihkan lagu terbaik dan paling dikenal disana. Judulnya, HIPARAM yang artinya adalah siulan. Lagu itu sangat saya suka, karena jenaka dan pop klasik yang benar2 korea banget.  Untuk melih meyakinkan mereka, sayapun tuliskan judulnya dalam huruf bahasa korea"hangeoul". Alhamdulillah, lulus seleksi, saya memang menyiapkan dua buah lagu korut, namun yang harus dinyanyikan ternyata hanya satu lagu saja. Wah, syukurlah, tugasnya lebih ringan dikit deh...hehe...tapi, beratnya adalah, harapan merka tertuju pada saya, karena hanya sayalah yang membawakan lagu korut yang mereka harapkan bisa menyenangkan bagi tamu negara kita kali ini.

Saya pelajari lagunya tidak terlalu lama, karena memang saya suka lagu klasik, sehingga, lagu klasik bernada paling aneh dan asing sekalipun saya cukup tangguh untuk mempelajarinya.

Si kang Yana sampe bingung lihat lirik lagu yang saya siapkan. Hehe...dia bekomentar " kamu nih dari dulu ga berubah ya dedikasinya dalam nyanyi. Rapih banget. Hebat." hehehe..jadi malu dipuji gitu...hihi..tapi memang semua itu berangkat dari pengalaman. Karena saya pernah mengalami hal yang paling buruk saat tampil nyanyi, maka saya selalu mendapatkan pelajaran berharga. Seperti jika nyanyi di istana, walaupun saya sudah hafal dengan lagu asingnya, tapi tetap saya siapkan liriknya yang saya ketik di kerta lalu saya laminating supaya bersih, tidak lecek, dan aman dari tumpahan air jika saya sedang di meja minum teh dan kopi. Lirik itu sangat berguna buat saya. Namanya juga kalau nyanyi di istana bikin sakit perut karena tegang, walaupun kita sudah hafal lirik tapi karena cemas di panggung bisa saja tiba2 blank ini isi kepala dan ga keluar deh liriknya. Hadooooooohhhh...nah kalau sudah seperti itu, lirik yang saya ketik itu akan sangat sangat sangat berguna bagi saya.Tidak hanya lirik lagu asing lho. Saya selalu siapkan juga lirik lagu indonesia yang akan saya nyanyikan. Namanya juga manusia, kadang bisa aja grogi kan...masalahnya, yang nonton kita itu bukan orang sembarangan. Mereka adalah orang nomer satu di negaranya.

Tibalahgiliran saya tampil menyanyikan lagu korut itu. Wah...yang tegang ternyata bukan saya aja lho. Para pengawas istana semuanya tegang. Merka merasa seperti gambling apakah tamu negara akan senang ataukah kecewa. Saya berusaha menenangkan ibu Adek yang menjadi pengawas pengisi acara. Saya yakinkan dia bahwa semua akan baik aja. Saya sih ga heran kenapa pada tegang gini. Biasanya kalau Presiden atau PM negara manapun hadir, tidak setegang ini. Baru kali ini nih saya merasakan ketegangan mereka. Alhamdulillah, saya tidak terpengaruh. Itulah dia yang saya bilang, bedanya senior dengan junior...jiahhhhh..narsis yah..tapi memang pengalaman adalah guru yang paling hebat buat kita.

Mulailah saya menapaki panggung. Dentingan musik sudah mulai. Dan buasanya kalau tampil di istana, kita memang tidak diizinkan untuk menyapa para tamu dengan ucapan selamat malam dan teima kasih. Kami hanya diharuskan bernyanyi dengan baik dan tidak mengecewakan Presiden,  itu saja. Jika kita keceplosan mengucapkan kalimat salam saja, biasanya pas turun panggung bisa ditegur pengawas agar tidak usah lagi berucao kata, cukup nyanyi saja.

Saat intro mulai, ternyata sangat menarik perhatian para tamu korut kita. Mereka yang tadinya serius menyantap makan malamnya, langsung menoleh menatap saya di panggung. Merka ada yang tersenyum, seolah mereka mengenal dentingan intromusiknya. Dan benar saja, pas saat saya mulai nyanyikan lagunya dengan lafal korut yang benar2 telah saya pelajari beberapa hari ini, spontan membuat merka meletakkan sendok garpunya dan mulai bertepuk tangan mengikuti ketukan lagu saya yang ceria ini. HIPARAM, memang lagu yang sangat dikenal mereka. Wow. Yang membuat saya surprised, pemimpin korut mereka itu yang tadinya serius ngobrol dengan pak SBY tiba2 mengangkat kepalanya dan tersenyum bahkan langsung bertepuk tangan mengikuti lagu saya. Saya lihat, ada juga yang mulutnya komat kamit hafal dengan lagu ini.

Wow...mungkin sejenak para pejabat kami sempat kaget melihat raksi tamu negaranya. Akhirnya, presiden kitapun turut senyum senang dan sepertinya beliau langsung bertanya pada pentejemahnya yang selalu mendampingi beliau saat acara makan malam, mungkin bertanya, lagu macam apakah yang saya bawakan ini sehingga membuat para tamu kehormatannya begitu senang dan bersemangat. Alhamdulillah. Lulus juga ujian saya semalam:)

Setelah itu, saya dengar tepuk tangan dalam ruangan begitu riuh, merka senang dengan lagu korut nya.

Selesai lagu HIPARAM, saya langsung menuju suku mandailing sumatra utara (batak) , dengan lagu SI TOGOL. Karena tamu negara kami sudah sangat senang dengan lagu korutnya, maka saat saya bawakan lagu SI TOGOL pun mereka ikut anggukkan kepala mengikuti irama cha cha nya:)

Sempat juga mereka surprised dengan lagu sunda yang saya bawakan, BUBUY BULAN. Gaya nyindennya saya sudah membuai telinga mereka.

Akhirnya...acara selesai. Semuanya senang karena berjalan lancar dan tidak setegang yang dibayangkan. Pujian dari delegasi korut membuat saya berbangga sebagai penyanyi indonesia, karena bisa memberikan kesan "kampung halaman" bagi para tamu kenegaraan.

Published with Blogger-droid v2.0.4
Read more »

Review Produk