Kamis, 05 Januari 2012

Kota Mamuju, show malam tahun baru yang mengesankan

Malam pergantian tahun baru dari 2011 ke 2012 tahun ini cukup berbeda buat saya. Biasanya , sudah 5 tahun belakangan ini saya selalu saja memilih untuk berkumpul dengan keluarga di malam pergantian tahun. Alasannya, karena memang bertahun2 sudah merasakan lelahnya tampil di malam tahun baru, mungkin juga karena saya lebih menghargai waktu kebersamaan dengan keluarga saat menyaksikan kembang api. Apalagi, buat saya, saat paling berharga adalah saat ini, dimana anak2 masih bisa kami ajak kesana kemari. Kita tidak tahu seperti apa saat mereka ABG nanti. Namun, tahun 2011 lalu benar rezeki yang luar biasa, tawaran demi tawaran untuk tampil di malam tahun baru terus saja mengalir. Mulai dari kota Palembang, Semarang, Medan, Jakarta....namun pilihan saya jatuh pada kota Mamuju. Saya bukannya menolak rezeki. Bisa dikatakan, bayaran show tawaran2 tersebut sangat menggiurkan. Namun saya justru memilih kota terpencil di Sulawesi Barat sana. Alasannya, karena penasaran belum pernah mengunjungi kota tersebut. Ya...saya memang senang travelling.  Jika saya menolak kota lainnya, hanya karena saya pikir sudah sering mengunjungi kota2 tersebut dan saya lebih memilih di rumah saja bersama anak2. Namun, godaan kota Mamuju membuat saya bertekad untuk...okelah saya manggung deh tahun baru ini^^
Ditambah lagi, dapat komporan dari sahabat saya, Sarwana, yang memang berasal dari Parepare tidak jauh dar Mamuju. Menurut dia, makanan di sana enak, suasananya juga berbeda, lingkungannya masih sehat dan ada pantainya. Wah...tergoda banget deh jadinya...
Akhirnya, berangkatlah kami ber-sepuluh dari Jakarta. Selain saya dan Adri Manan beserta Kru, juga ada artis2 KDI. Perjalanan dari Jakarta menuju Mamuju tidak secara langsung. Tapi kami harus transit dulu selama hampir 2 jam di Makassar. Lalu bersambung deh pesawat ke Mamuju.
Rupanya, benar kata Sarwana. Kota tersebut benar2 masih "bersih" dari polusi udara. Rumah penduduknyapun juga masih tradisional. Bahkan, restoran juga hanya satu lho katanya disana. Namun, makanannya benar tidak kalah dengan Makassar. saya puas banget makan 2 ekor kepiting saos padang. Besar banget lho kepitingnya. Sebesar dua telapak tangan saya. Dagingnya manis dan gurih.
Kami menginap di hotel D'Maleo. Hotelnya bagus, nyaman, bintang 3. Hotel terbaik disana. Namun live music nya oke juga lho..fasilitas hotelnya juga lengkap.
Kamar kami menghadap pantai...mantablah..
Malamnya, kami mengisi 2 tempat acara sekaligus. Saat makan malam, jam 7 sampai jam 10 malam, saya, Adri Manan, dll menghibur para tamu VIP (rombongan gubernur/ Bpk Anwar) mereka benar2 terkesan dengan penampilan Adri Manan, yang membawakan sulap dengan santai dan mengundang tawa mereka, ditambah lagi, para sesepuh itu menyukai lagu nostalgia, wah itu sih memang jagonya saya^^ lalu 1 jam jelang countdown, kami langsung menuju outdoor, sebenarnya, saya hanya perlu tampil di Ballroom saja, namun saya pikir, namanya setahun sekali malam tahun baru, tak ada salahnya saya ikut berkumpul dan nyanyi di panggung terbuka bersama para artis KDI....panggung terbuka pesta rakyat Mamuju yang telah dipenuhi sekitar 20.000 pengunjung. Wow!!!
Saya di antara para pengisi acara, adalah seniornya. Ga mau kalah donk sama adik2 kita yang hebat2. Trutama penampilan para artis KDI yang membawakan lagu dangdut. hehehe...Rani ga hanya bisa nyanyi lagu pop nostalgia ataupun hanya mandarin saja...gini2, saya juga jago nyanyi dangdutnya..hehehe...ya itulah kalau namanya seniman ya harus mampu membawakan lagu2 dalam segala situasi dan kondisi. Di panggung pesta rakyat tersebut, saya membawakan sekitar 4 lagu. Saat coundown, setelah gubernur memberikan kata sambutan, kami beramai2 nyanyi dan joged deh di panggung...pesta kembang apinya ga kalah lho dengan Jakarta^^rameeeeee banget..


Read more »

Review Produk