Jumat, 17 Agustus 2012

Kisah Tragis Oei Hui Lan Putri Orang Terkaya Di Indonesia "True story"

Pernah dengar kisah Oei Hui Lan???? Putri dari seorang pedagang terkaya di Indonesia pada masanya. Bahkan terkaya se asia Tenggara... Wah ...kayaknya kalau kita sebagai orang Indonesia tidak tau tentang siapa itu Oei Hui Lan, benar2 ga lengkap deh.
Saya beli buku ini (novel) sekitar 1,5 tahun lalu di Gramedia. Sampai sekarang bukunya masih ada dijual kok di toko buku besar tersebut. Beli deh. Ga rugi. Kita akan semakin tau sejarah Indonesia. Yang mana ternyata, hidup seorang Oei Hui Lan sangat berpengaruh dalam sejarah bangsa Indonesia.

Hui Lan lahir di Semarang sebagai anak bungsu dari dua bersaudara (keduanya perempuan) pada th 1889. Usia 11 tahun, ayahnya menghadiahi Hui Lan berlibur ke Singapura ditemani ibu dan kakaknya serta dipesankan kamar di hotel Raffles. Usia 18 tahun, Hui Lan mengikuti ibunya pindah ke London menjadi ratu pesta, bergaul dengan para sosialita serta bersahabat dengan keluarga kerajaan dan kaum bangsawan Eropa. Hui Lan menikah dengan Wellington Koo, diplomat China yang dikenalkan padanya saat mereka berlibur ke Perancis. Tahun 1936 Wellington Koo diangkat sebagai Duta Besar China yang pertama untuk Perancis.
Sederhana saja intinya, kita dapat belajar dari kisah hidup Oei Hui Lan yang begitu kaya dan memiliki segalanya. Tapi uang yang bisa memberikan dia tawa, emas dan berlian serta rumah yang mewah.. ternyata tidak bisa membeli kebahagian yang ia inginkan.
Walaupun sampai kini kekayaan Oei Hui lan masih tersisa di dunia. Termasuk bagi kalian yang tidak asing dengan kasus ketua Kpk Aa yang diduga membunuh Nn seorang direktur perusahaan rajawali, taukah kaliah kalau Rajawali group itu adalah sisa warisan yang tertinggal dari ayah oei hui lan bernama Oei tiong ham yang lebih dikenal sebagai raja gula asia tenggara.  banyak sejarah yang ingin disampaikan dalam buku ini.  Termasuk pandangan Hui Lan terhadap Soekarno dan terhadap pemimpin-pempimpin dunia yang ia temui.
Hui Lan memang putri Indonesia yang menjadi kartini modern di masanya. ia menjadi putri Indonesia yang begitu dihormati, menikah dengan seorang perdana menteri republik China. ia memilikinya segalanya dalam hidup. suami yang terhormat, ayah yang kaya raya dan anak-anak yang begitu lucu.kehormatan dan kekayaaan tiada batas, tapi satu hal yang tidak pernah ia bisa miliki.. kebahagian dan kedamaian.
Ayahnya meninggal dengan harta yang tak ternilai, celakanya ia menduga kematian ayahnya dibunuh oleh salah satu keluarganya yang berambisi menguasai harta ayahnya. Warisan yang berlimpah tak terhingga menjadi konflik tak pernah berhenti hingga detik ini bahkan hingga generasi keluarganya masih hidup di masa kini. Kalian bisa bayangkan, dengan 8 istri yang terdaftar dan 42 anak yang terlahir. Bagaimana seorang ayah membagi hartanya yang mencapai 200 juta poundstering..
uang memang bisa mengubah apapun. sahabat menjadi lawan, saudara menjadi penjahat. lebih buruk lagi membuat suaminya malah menikah dengan wanita lain..
Itulah yang terjadi dalam hidup Hui lan,  berbagai kisah yang ia tuturkan begitu banyak yang perlu kita simpan sebagai bagian dari sejarah kehidupan kita untuk bercermin dan berkata
tidak ada pesta yang abadi selamanya…
Nah..begitulah kira2 isinya...

Asyik lho baca buku ini disaat menunggu buka puasa. 
Kamu akan membayangkan semua gambaran yang tertuang dalam novel ini. Penulisnya, Agnes Davonar, berhasil menuangkan semuanya ke dalam tulisan sederhana yang sangat mudah dicerna. Saya aja sampe ngefans banget sama penulisnya nih^^ dia juga yang menulis "Surat Kecil Untuk Tuhan" yang sudah difilm kan. 
O iya, yang ga kalah menarik adalah, saya pernah ke kota Malang dan menginap di hotel yang memajang fotonya Hui Lan itu loh.hhhiii... rasanya rada berbeda lho waktu memandang fotonya tersebut. Ga tau deh suasana hati saya waktu itu rada aneh aja waktu memandang fotonya. Nah, cover buku tersebut mengambil gambar Lukisan diri Hui Lan yang dipajang di Hotel itu... saya lupa nama hotelnya...Oiya... Hotel Tugu Malang.. ingattt deh
Terkenal banget kok hotelnya. Apalagi setelah buku ini diterbitkan, dengar2 banyak sekali orang yang datang ke hotel itu hanya sekedar ingin melihat lukisannya itu lho

Sayangnya, saya ga tau kemana tuh koleksi foto saya yang waktu itu (sekitar 11 tahun lalu) saya ke hotel Tugu Malang menginap dan berfoto di depan lukisan Hui Lan. Berikut ini saya mengambil dekumentasi dari blog milik Olive Bendon (Kompasiana.com).
Ini adalah ruangan di Hotel Tugu Malang yang menyimpan foto asli sosok Oei Hui Lan

Nah...gimana? tertarik untuk baca? 




0 komentar :

Posting Komentar

Review Produk