Jumat, 17 Agustus 2012

Detik-detik Sakaratul Maut

Saya pernah berdebat dengan seorang kawan mengenai satu hal misteri kehidupan yang sering kali setiap manusia pasti pernah mengalaminya. Apakah kamu pernah bertemu dengan orang yang meninggal melalui mimpi kamu? Biasanya, jawaban yang saya dapatkan selalu jawaban : Ya, pernah. atau ..Ya, sering,,
Nah, sayapun demikian. Setelah meninggalnya adik kandung saya setahun lalu, hampir setiap hari saya bermimpi bertemu dia. Tetapi dalam mimpi, kami tidak pernah ngobrol secara langsung. Almarhum selalu bungkam, hanya banyak senyum dan tertawa. tetapi uniknya, walaupun mulutnya diam, saya selalu berkomunikasi dengan dia di dalam mimpi berupa balas2an sms dan bbm..haha..lucu ya... atu sering juga dia mulutnya bungkam tetapi seolah dia bicara bathin dengan saya dan kami komunikasinya selalu lancar tanpa hambatan. Itu membuat saya penasaran, apakah sebenarnya saya itu bertemu beneran sama dia atau hanya sekedar mimpi??? Karena kalau dibilang hanya bunga tidur, ga juga...sebab, beberapa kali dia memberikan isyarat secara langsung dalam mimpi, saya selalu mengerti apa maksudnya dan kata2 yang disampaikannya itu selalu menjadi nyata dalam kenyataannya.  Sebenarnya, saya tidak mau terobsesi dengan hal seperti itu. Namun saya penasaran aja deh pokoknya. Hingga suatu hari saya curhat ke kawan saya itu. Saya katakan bahwa saya merasa adik saya itu tidak meninggal, karena hampir setiap hari saya bertemu dengan dia dalam mimpi. Kita bercanda, ngobrok, ketawa2 gila2an layaknya semasa dia masih hidup. Nah... tanggapan kawan saya ini membuat saya jadi makin penasaran karena menurut dia, kita yang masih hidup itu tidak mungkin bisa bertemu dengan roh orang yang meninggal. dia bilang, itu hanya bunga tidur saja. Dan dia bilang, sebenarnya hal seperti itu tidak akan mungkin terjadi jadi dia sarankan ke saya untuk jangan terlalu dipikirkan nanti menjadi terobsesi. Wah...sebenarnya saya pengen banget nurutin apa sarannya. Tapi, karena yang mengalaminya adalah saya, bahkan saya anggap mimpi2 saya bertemu alm adik saya itu penuh dengan pengalaman spiritual, jadi saya terus mencari jawabannya. 

Akhirnya, bulan lalu saat liburan sekolah, kebetulan di Gelora Bung Karno senayan jakarta mengadakan bazar buku. Wah... saya bersama suami dan anak2 menyempatkan diri kesana deh. Karena saya tau buku2nya pasti benar2 obral murah semua.Dan benar, sesampainya disana, saya dan anak2 langsung nyerbu ke tempat buku2 incaran kami. Saya dan suami memborong buku2 religius. Dan ada tiga buah buku yang benar2 saya incar. Dan saya mendapatkan jawaban pertanyaan saya "Apakah orang yang masih hidup bisa bertemu dengan ruh orang yang sudah meningga?" ..lewat sebuah buku yang judulnya: Detik-detik Sakaratul Maut.

Buku tersebut baru saya baca pas di bulan Ramadhan ini. Karena kesibukan saya sehari2nya penuh dengan rutinitas tiada habisnya, sehingga baru bulan puasa inilah saya ada kesempatan untuk membaca semua buku yang saya beli kemarin itu.
Ada satu tema yang membuat saya terbelalak dan akhirnya menemukan jawabannya...
Di halaman 84, saya menemukan jawaban dari pertanyaan saya yang membuat penasaran selama setahun ini.
Dikatakan bahwa....
Ruh manusia yang sedang tidur bisa bertemu dengan ruh manusia yang telah meninggal dunia. Sebagaimana firman Allah:

"Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya. Maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan.Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir" (Az-Zumar :42)

Ibnu  Katsir mengatakan: "Ayat ini menjadi dalil bahwa ruh manusia berkumpul di langit." Sebagian berpendapat bahwa Allah mengambil ruh manusia yang mati dan manusia yang tidur , lalu ruh-ruh itu saling berkenalan seperti dikehendaki Allah. Allah menahan ruh orang yang mati dan melepaskan kembali ruh orang yang hidup untuk kembali ke jasadnya.

Nah, halaman tersebut telah memberikan jawaban yang sangat berarti untuk saya ingat selalu. Sehingga sejak itu, saya tidak pernah menyia-nyiakan saat bertemu mereka (paman,bibi, kakek, nenek, adik, kawan) yang sudahmeninggal dalam mimpi saya. Saya mulai benar-benar memperhatikan apa saja yang mereka sampaikan lewat mimpi. Tetapi sekali lagi, saya bukan terobsesi lho. Saya malah kagum dengan Kebesaran Allah yang memberikan kesempatan untuk kita bisa bertemu dengan mereka yang kita sayangi lewat mimpi. Sungguh besar kuasa-Mu Ya allah..

Teman2 jika ingin mengetahui isi buku ini, cari saja di toko buku pasti dapat deh.. Insyaallah, kita semakin bertakwa pada Allah...Amin

Shalahudin As-Said


0 komentar :

Poskan Komentar

Review Produk