Jumat, 18 Mei 2012

Bertemunya 3 generasi dalam "The Legend Concert"




Saya selalu mengagumi lagu2 PANBERS sejak saya kecil. Karena terbiasa mendengarkan orang tua saya sering sekali memutar lagunya di rumah. Seingat saya, hampir setiap pagi, kami selalu dibangunkan dengan alunan lagu2 tembang lawas, termasuk koleksi PANBERS. Bagi saya, sudah tidak asing lagi bagi saya semua lagu2nya. Terutama ayah saya, beliau sangat menyukai lagu2 band besar ini. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa saya akan satu panggung dengan PANBERS. Sebenarnya, saya mengenal sosok om Benny sebagai vokalisnya itu sudah lama sekali, saat itu saya masih kecil, masih baru hobinya nyanyi2. Dan saya ingat beliau waktu itu diundang khusus oleh penyelenggara acara di Glodok Plaza untuk tampil bersama artis besar lainnya. Saya yang waktu itu masih duduk di kela satu SMP, barulah tau bahwa ternyata yang namanya Benny Pandjaitan itu adalah penyanyi yang sangat disukai orang2, dan dialah vokalis band PANBERS. Wow.

Kini, rupanya setelah sekian lama melanglangbuana nyanyi sana sini, saya akhirnya dipertemukan dengan mereka. Walaupun sebenarnya saya sudah mengenal mereka sejak saya menjadi penyanyi, apalagi saya berteman baik dengan saudaranya om Sido selaku pemain drum nya, dan juga meupakan adik kandung om Benny, tapi biarpun sering betemu, tak pernah sekalipun kami dipertemukan dalam satu event yang sama.

Alangkah senangnya saya waktu mendapatkan tawaran konser bareng band besar ini:)

Apalagi ditambah, ada mas Obbie Messakh yang merupakan penyanyi dan pencipta lagu besar juga turut menjadi bintangnya. Wah..wah...ini merupakan suatu acara yang sangat menarik perhatian. Hebatnya, konser ini dinamakan dengan tema LEGEND. Legendaris. Dalam konser ini selain menayangkan video klip kami, riwayat kami, juga menyajikan lagu andalan kami.

Target pengunjung yang diharapkan oleh panitia ada 300 orang. Diadakannya dalam ball room Aston hotel, pontianak. Mini konser ini ga bisa dibilang mini juga rupanya, karena penataan panggung dan sound systemnya saja tidak bisa dibilang kecil. Namun kalau dari segi ruangan, memang kapasitasnya sangat baik untuk menampung tidak lebih dari 30 meja, masing2  meja berisi 10 orang. Dan harga tiketnyapun sudah temasuk mendapatkan CD khusus lagu kami.

Obbie Messakh membawakan enam buah lagu solo ditambah satu lagu berduet dengan saya, menggantikan posisinya Sarwana menyanyikan lagu Setangkai Anggrek Bulan yang saya rekam bersama Sarwana pada tahun 1994. Antusianisme penonton sungguh luar biasa, mereka begitu merindukan lagu2 tembang lawas kami. Mas Obbie membawakan lagu andalan dia, Kisah Kasih Di Sekolah dengan dikolaborasikan penampilan dua anak SMA sedang memadu kasih. Semua penonton ikut menyanyikannya:) Hebat.

Saya membawakan 6 buah lagu juga, tapi khusus saya, diwajibkan pula membaakan lagu mandarin. Hahahaha...ya karena memang pengunjungnyapun banyak penggemar lagu mandarin saya. Saya bawakan lagu milik Krispatih dalam versi mandarin YIN WEI AI, tepuk tangan mereka riuh sekali. Dan saya sesekali bercanda dengan mereka dengan guyonan segar lalu mengajak menyanyi bersama.

Malam itu, Adri Manan walaupun tidak disiapkan untuk tampil, namun karena antusianisme penontonnya, dia turut muncul di panggung, yang cukup membuat semua orang surprised.  Pemunculan Adri Manan yang hanya sepuluh menit saja sudah menambah semangat mereka untuk tidak beranjak dari kursinya.

Saatnya tiba. ....kini giliran PANBERS yang akan tampil. Tidak hanya penonton saja yang bersiap, saya, mas Obbie dan Adri ikut turut bersiap2 menyaksikan penampilan mereka. Yang membuat kami penasaran, karena kini om Benny tidak dalam kondisis sehat seperti dulu. Om Benny sudah harus duduk di kursi roda selama dua tahun ini. Beliau terkena stroke yang membuatnya tidak mampu berjalan.Sungguh hebatnya...dalam keadaan seperti itu, semangatnya untuk nyanyi tenyata tidak pudar.

Penasaran kami benar2 terobati ketika saya mendengar suaranya...."aku datang...kali ini...tanpa tangis dan duka...hanya titik...air mata...dan senyum kehancuran..." ya Alllah...betapa luar biasanya ciptanMu ini, manusia kuat, tegar dengan vokalnya yang tidak berubah sama sekali, dengan kharisma PANBERSnya yang menawan, laki2 paruh baya itu duduk di atas kursi roda dengan didorong asisten kepercayaannya. Om Benny mengenakan jas abu silver, dengan tenang penuh percaya diri, beliau melantangkan suaranya menyanyikan lagu AWAL DARI CINTA sebagai lagu pembuka konsernya. Didorong memasuki ruangan melalui pintu ball room utama menuju panggung. masyaallah..subhannallah..merinding seluruh tubuh saya. Mendengar suaranya yang lantang, melihat penampilannya sekarang. (video akan saya upload di tulisan berikutnya).

Om Benny sama sekali tidak terlihat "hancur". Malah dia telah memberikan inspirasi bagi semua orang yang ada dalam ruangan itu.termasuk saya. Saya kagum dengan penampilannya. Dia benar2 terlahir untuk menyanyi. Seperti saya, dan saya yakin bahwa saya memang seperti dia, dalam kondisi kritispun saya masih mampu bernyanyi dalam menghadapi semua masalah hidup. Saya kagum pada om Benny karena saya seolah melihat diri saya. Betapa semangatnya saya bernyanyi saat kaki saya baru saja dijahit karena robek jatuh dari tangga lantai dua dia rumah saat hamil dan berusaha melindungi kandungan saya dengan menahan tubuh saya pakai lutut hingga robek tekena pecahan gelas dan saya nyanyi di kursi roda, betapa saya tetap semangat nyanyi walaupun saya masih dalam keadaan diinfus akibat terserang asma yang nyaris merenggut nyawa saya...saya keluar rumah sakit dengan membawa tabung oksigen ke lokasi shooting lalu saya kembali lagi ke rumah sakit untuk melanjutkan perawatan, betapa saya tetap bisa bernyanyi walaupun dalam keadaan sakit apapun. Itulah saya, bukan demi uang, namun demi menepati janji saya pada orang yang meminta saya untuk tampil, dan demi kepuasan bathin saya telah menyenangkan orang sekitar dengan nyanyian saya. Dan saya melihat, om Benny sama seperti saya. Namun jika suatu hari saya diberi sakit lumpuh seperti om Benny, apakah saya masih diberikan suara yang lantang seoerti beliau? Insyaallah, saya percaya, apapun kondisi yang diberikan oleh Allah kepada kita adalah yang terbaik.

Penampilan PANBERS malam itu sangat memukau, dengan formasi anyarnya mereka, ada sosok HENRY LAMIRI yang tak kalah penting. Rupanya, dia sudah bergabung dengan band legenda tersebut selama dua tahun ini untuk lebih mempercantik formasi band. Gila! Emosi luar biasa saat dia memainkan instrumen LOVE STORY sebagai pengisi saat om Benny istirahat ambil nafas, namun om Benny tetap di panggung tidak kemana2. Ya Allah, sekali lagi saya harus kagum dengan jari2 ciptaanmu...begitu dahsyatnya gesekan biola yang ditampilkan malam itu. Semua orang terkagum2 dengan lagu yang dibawakannya. Musisi KELAS DUNIA!

Semua lagu PANBERS dibawakan begitu indah lengkap dengan biola Henry Lamiri. Tidak terasa, air mata saya menetes tanpa ada yang melihat. Saya tersentuh luar biasa. Lagu mereka memang bagus setiap saya dengar di CD dan kaset, namun malam itu, menggelegar berlipat ganda di telinga saya. Penampilan om Sido, patut diacungi jempol. Beliau dipanggil opa oleh semuanya. Memang dia sudah terlihat tua, tapi penampilannya meeeeeen.....mantab!dedikasinya hebat. Pasti kalau kalian lihat cuplikan video saat dia demonstrasikan permainan drum nya, kalian akan kaget dan geleng kepala.orang setua itu masih ada tenaga untuk menabuh drum layaknya anak muda.Dan permainannya, ,,saya sulit menggambarkannya dengan kata2..nanti lihat saja sendiri seperti apa ya..saat ini videonya masih saya edit.

Masuklah lagu Risau...ampun deh...itu lagu ga ada matinya...."bila malam telah tiba...kutanya bulan kemana engkau pergi...bila fajar tlah menyingsing..kutanya matahari kapan kau kembali...risau hatiku..." sekali lagi, air mata saya menetes...Om Benny....kok bisa sih menciptakan lagu2  indah seperti itu, bisa dikenang sepanjang masa, bisa melegenda...hiiksss...emosi banget ahhh dengernya...

Konser ditutup dengan...GEREJA TUA...alamakkkkkk...itu lagu saya tuh...lagu favorit saya kalau show, seringkali saya menyanyikan lagu itu untuk mengajak penonton ikut bernyanyi. "hanya satu...yang tak terlupakan..kala senja di gereja tua...waktu itu...hujan rintik rintik..kita berpayung di baah atapnya..." saking emosinya saya, sudah ga perduli lagi deh, ikut2an nyanyi sekeras2nya...hahahahaa...puaslah hatiku......

Total saya tidak sempat hitung berapa banyak lagu yang dibawakan mereka. Yang pasti smua penonton puas dengan konser itu, tiket terjual habis, penyelenggarapun hepi, kamipun juga pulang ke jakarta dengan membawa kenangan masing2. Terima kasih Pontianak, semoga saya bisa hadir lagi ke sana dengan konser berikutnya:)

**Nantikan upload video belakang layar yah:)

Published with Blogger-droid v2.0.4

0 komentar :

Poskan Komentar

Review Produk