Minggu, 08 Januari 2012

Saya ingin seperti Teresa Teng menjadi penyanyi yang cinta tanah air

Siapa sih yang ga kenal Teresa Teng...sosoknya yang anggun menawan, rendah hati, berjiwa patriot, bernyanyi membela negara, lagu2nya dikenang sepanjang masa sampai ke penjuru dunia. Dimulai dengan kisah cintanya yang tragis hingga kematiannya yang mengundang misteri. Teresa Teng (deng li jun) ..satu sosok penyanyi yang luar biasa. Lagunya sungguh menggugah hati setiap orang yang mendengarnya.

Saya menyukai Teresa Teng sejak kecil. Malah bisa dibilang, dia adalah guru saya yang paling baik. Lewat lagu2nya saya bisa mempelajari menyanyikan lagu mandarin dengan lafal yang terbaik. Dengan menyaksikan setiap gayanya bernyanyi, saya berusaha seperti dia untuk menjadi sosok yang down to earth, karena memang tidak ada ruginya jika kita mau merendah diri. Dan lewat perjalanannya Teresa Teng, saya belajar mencintai negeri saya, Indonesia. Saya selalu berusaha membawa Indonesia di setiap penampilan saya dimana2, dalam negeri maupun luar negeri. Saya ingin seperti Teresa Teng yang cinta tanah air. Saya mencintai sosok Teresa Teng. Dia memberikan inspirasi yang besar bagi saya. 

Dulu sekali, saya sempat disebut2 sebagai jelmaan Teresa Teng, karena suara saya yang mendekati kemiripan...tapi itu dulu...saat saya belum menjadi seorang artis rekaman...saya terbius dengan indahnya suara Teresa Teng. Sampai2, saya selalu mendapatkan show dengan Tema Teresa Teng...di kota manado saat itu tahun 96-an..saya sempat dibuatkan show khusus lagu Teresa Teng...ada cerita uniknya..Saat itu, panggung yang dibuat dengan background gambar mendiang Teresa Teng, sengaja dibuat untuk tempat saya dan para penggemar berfoto. Dari awal hingga akhir, saya full membawakan lagu2nya. Karena memang Teresa Teng Nite. Luar biasa antusiasnya penonton saat itu. Mereka serasa benar2 menyaksikan shownya Teresa Teng..hehe...saat itu memang saya benar2 total deh. Hingga di akhir acara, penonton mengantri untuk melakukan foto bersama saya di depan background gambar Teresa Teng jumbo tersebut. Panitia memang memasang tarif foto...sehingga semua berjalan dengan baik dan antriannya teratur. Cape memang, namun saya senang bisa menghibur dan mengobati kangen mereka dengan lagu2 Teresa Teng yang saya bawakan.
Esok harinya, saya dihubungi pihak panitia, katanya diminta untuk melakukan foto ulang dengan penggemar. Wahhh...saat itu ada deh kayaknya saya harus berdiri selama nyaris 2 jam untuk foto ulang. Saya tanya penyebabnya, kenapa harus foto ulang. Barulah saya tau setelah dikasih liat hasil foto kemarin, wahhhh....Subhannallah...benar2 ajaib..masa...di sekitar seratusan lembar foto itu, semua penonton yang berfoto dengan saya wajahnya ada yang buram ada yang hitam bahkan ada yang berbayang...wajah mereka tidak jelas nampak..tapi ang anehnya, hanya wajah saya dan gambar Teresa Teng yang jelas dan bagus sekali. Aneh kan????wah wah....langsung saja hal tersebut menjadi pembicaraan di lingkungan mereka yang hadir menyaksikan show saya malam itu. Mungkin, mendiang Teresa Teng tau banget bahwa saya benar2 memujanya, menghormatinya, mengenangnya, hingga, hanya sosok saya dan gambar dia yang ada dalam setiap foto.. hehe...Wallahualam....
Sayangnya, saya tidak menyimpan foto2 tersebut. Namun tentunya panitia di Manado sana pasti masih menyimpannya.

Saat ini, saya sudah tidak meniru gaya nyanyinya Teresa Teng...dan saya juga berusaha melatih vokal saya apa adanya Rani. Bukan Teresa Teng lagi...Namun, saya masih menggemari lagu2nya dan selalu membawakan lagu2nya di setiap kesempatan tampil membawakan lagu2 nostalgia mandarin. Berikut ini adalah saya ketika menyanyikan lagu Teresa Teng secara medley...ini juga diambil saat saya di Surabaya...
Teresa Teng...Luv u forever^^



0 komentar :

Posting Komentar

Review Produk