Senin, 03 Oktober 2011

Mama-Ku Artis Taiwan Terkenal:)

@Taipei, bersama mama Su Qin (Xiao Yao, artis Taiwan)




 Nama artisnya adalah Xiao Yao..
Saya kenal dengan wanita cantik ini saat saya duduk di bangku SMA. Saya baru duduk di kelas 2 saat itu. Kebetulan, saya ada jadwal latihan untuk acara show saya, di kediaman pianis legendaris Indonesia, Hendra Wijaya. Saat saya datang kesana ditemani mama saya, saya bertemu dengan sepasang suami istri yang sedang santai dan bernyanyi di ruang studionya om Hendra saat itu. 
Lalu, mereka seperti terhipnotis saat mendengarkan saya nyanyi...
Terutama mama Su Qin (panggilan saya ke mama angkat saya yang cantik itu). Suaminya, papa Paul, ternyata juga pernah kenal dengan papa saya. Saya melihat di mata mama Su Qin seperti ada kerinduan. Mata dia berbicara. Saya selalu tidak kuasa menahan iba jika melihat pandangan matanya yang teduh. Di mata wanita itu ada banyak kisah. Saya mulai menyukainya. Apalagi setelah saya tahu ternyata dia adalah artis di jamannya Di Lung masa muda (Shaw Brothers Hong Kong). Wow!!!!Saya bertemu dengan bintang film legendaris rupanya. Mama saat itu berambut panjang, cantik dan sederhana. Di usianya saat itu masih terlihat aura cantiknya di masa kejayaan dia.
Sejak itu, saya diangkat anak secara resmi oleh mereka.
Mereka benar2 tidak main2 sayangnya ke saya. Mereka begitu menyanjung saya. Terutama mama. Mama selalu ingin berdekatan dengan saya. 
Berikutnya, saya diajak menginap di rumah mereka di Bogor Jawa Barat. Dan saya diperkenalkan oleh 2 orang anak mereka yang cakep2. Kakaknya, namanya Wiliiam, saya panggil dia wei wei. adiknya si cantik centil, namanya Margareth (saat ini dia juga menjadi artis besar di Taiwan mengikuti jejak mamanya, nama dia saat ini Margaret Wang Yu Jie). Mereka berdua benar2 anak yang baik. Penurut, dan sangat cerdas. Ditambah lagi, darah seni mengalir di dalam mereka. Darah seni mama dan papanya benar2 menurun ke mereka.
Saya ingat sekali saat mereka kecil. Saat itu, wei wei dan cia cia(panggilan margaret) masih duduk di bangku SMP. Mereka bersekolah di Regina Pacis.Anak2 yang sangat menyenangkan. saya senang bisa menjadi kakak mereka. 
Kalau saya menginap disana, kami pasti berkumpul di rmh untuk karaoke-an, lomba nari, lomba nyanyi, lalu ke supermarket belanja segala macam, malamnya kita nyanyi2 lagi di karaoke.
Hampir setiap sabtu dan minggu saya selalu main ke Bogor. Saya sayang mereka...
Mama, wanita kuat dan tabah...
Di balik kecantikan dia, ketabahannya, sebenarnya menyimpan rasa rindu kampung halamannya di Taiwan.
 Selama dia berkeluarga di Indonesia, dia belum pernah kembali ke Taiwan untuk menengok keluarganya. Sering kali dia berkeluh kesah bahwa ia kangen dengan sanak saudaranya disana.


Mama, yang penampilannya selalu bersahaja dan cantik enak di pandang, rupanya memiliki suara yang merdu lho.
Dia paling suka nyanyi lagunya Teresa Teng yang berjudul...Qing Ren De Guan Huai...setiap saya menyaksikan dia menyanyikan lagu tersebut di panggung kecil restoran family di Bogor, saya selalu bisa menangkap sinar kerinduan di matanya...


Mama, walaupun dia bukan mama kandung saya, namun, di hati saya dia adalah mama saya juga. Mama yang telah banyak memberikan perhatian untuk saya, memberikan banyak kenangan untuk saya.
Seringkali saya merasa kangen sama mama, wei wei dan ciacia...Saya ingat masa kita masih kecil dulu.
Saya selalu mengagumi dua kakak beradik yang kompak itu. Yang kini sudah menjadi orang besar dan bahagia sekarang. Cita2 mereka sudah tercapai. Cita2 kakak beradik yang ingin membahagiakan mamanya:)
Saya bangga sekali...
Mama Su Qin...sungguh saya mendoakan semoga mama mendapatkan kebahagiaannya di Taiwan.
Entah kapan saya mendapatkan kesempatan untuk menengok mereka lagi di Taiwan sana. Mudah2an secepatnya.
Saya kangen Shui Jiao (sui kiaw)buatan mama:)
Read more »

Anak-anakku pandai nyanyi lagu mandarin




Adegan ini memang selalu kami lakukan. Saya selalu senang bisa bernyanyi berempat dengan anak2 saya. Mereka lucu, penurut, dan cerdas. Lihat saja tuh...semuanya pandai menyanyikan lagu mandarin. Selama saya di Cina bertugas, saya memberikan PR ke mereka supaya menghafalkan lagu mandarin sebanyak 10 lagu. Dan jika mereka berhasil menghafalkan sebanyak itu, maka mereka akan mendapatkan hadiah dari saya yang akan saya bawa dari Cina:) Wah, mereka antusias sekali. Tiga2nya rajin menghafalkan lagu2 yang sudah saya siapkan liriknya, musiknya yang sudah saya simpan di MP3 masing2. Pastinya, saya berharap mereka benar2 bisa berhasil menghafalkan 10 lagu tersebut donk. Tapi, walaupun tidak berhasil, tetap saya akan berikan mereka hadiah, sebagai penghargaan bahwa mereka sudah sangat berusaha mengerjakan PRnya.
Putra saya yang sulung juga tidak mau ketinggalan. Dia memang menurun bakat sulapnya dari papanya, tapi kali ini dia juga ingin mencoba untuk turut bernyanyi. Ahahahah...seru yahhhh...
Lucunya lagi, mereka bilang, kalau imlek nanti, mereka ingin ikut tampil kalau saya menyanyi di panggung. Katanya, mereka juga ingin kumpulkan angpao...hohohohoho

Read more »

Buah Jatuh Tak jauh Dari Pohonnya





Ini adalah adegan kami sekeluarga kalau di dalam mobil:)
Anakku nomer dua, Kristal, rupanya tidak jauh2 hobinya dengan mamanya. Bakat menyanyinya sudah terlihat sejak dini. Dan uniknya, dia juga menyukai lagu mandarin. Mungkin sudah terbiasa melihat mamanya tampil dengan seringnya membawakan lagu mandarin sehingga bagi dia, lagu mandarin sudah tidak asing dan tidak sulit dihafalkan. 
Saya memang sengaja mengajarkan pada mereka bahasa mandarin sedikit demi sedikit. Namun tetap tidak ada unsur paksaan. Semuanya berjalan wajar saja. Biarlah mereka menyukai seninya terlebih dahulu barulah mempelajari bahasanya. Adiknya Kristal, yaitu Giwang, anak bontotku juga menyukai lagu mandarin. Lucu ya:)
Mereka berdua mampu menghafalkan dua lagu mandarin dalam satu hari lho. Hebat kan...heheh
Dan bagi saya sebagai orang tuanya, saya sangat senang karena anak2 sejak dini sudah memiliki minat terhadap bahasa asing. Mudah2an bisa menjadi bekal yang berharga dan berguna kelak jika mereka dewasa. Apalagi suami, tidak pernah terbayangkan baginya bahwa akan memiliki anak2 yang mampu berbahasa mandarin dan menyanyikan lagu mandarin dengan lafal yang bagus. hihi..siapa dulu donk mamanya:) Saya walaupun tidak ada keturunan tionghoa, namun, semua kawan saya yang mampu berbahasa mandarin (orang2 tionghoa) selalu bilang bahwa mandarin saya ngelotok banget logatnya sudah seperti orang Cina asli:) 
ya iyalah...saya kan sejak usia 3 tahun memang sudah tinggal dan bersekolah di negeri penuh dengan bapao capcay siomai fuyunghai tersebut. Ya jelas saja logat saya seperti mereka yang lahir disana:)
Perhatikan gaya anak saya di video, benar2 PD banget deh:) Ditambah lagi papanya mereka yang suka jahil...ga jauh2 dari aksi sulapnya yang jahil lah....
Kami sangat beruntung. Dengan profesi kami sebagai seniman, banyak sekali waktu yang bisa kami luangkan untuk berkumpul dengan anak2 dan selalu menyempatkan mengajarkan sesuatu yang baru dan menyegarkan. Kami seperti orang tua pada umumnya, ingin anak2 bahagia dan selalu dekat dengan kami:) Amin...
Kristal dan Giwang...siapa tau diantara mereka berdua, salah satunya akan menjadi The Next Rani:) Tapi yang paling penting, sejak dini, saya selalu menanamkan rasa nasionalisme mereka. Anak2 saya harus berbangga menjadi orang Indonesia:)

Read more »

Lagu Ternyata Mampu Menjadi "Bahasa" Dari Hati Ke Hati Antar Negara


Jaman dulu, kita bisa saja protes jika tiba2 mendengar lagu Madu dan Racun (versi mandarinnya adalah fen sung ji mo he ai)yang dinyanyikan oleh Arie Wibowo ternyata dinyanyikan oleh penyanyi Taiwan dengan versi mandarinnya. Dan juga, kita bisa saja mengeluh mengapa orang Cina mengakui bahwa lagu Sing Sing So adalah milik mereka (versi mandarinnya adalah Chuan Ge). Tahukah anda lagu Somewhere Between yang dibawakan oleh pasangan Mochsin-Titiek Sandora dalam versi Indonesia? lalu ternyata sayapun menyanyikannya juga pada tahun 1996 bersama Sarwana dengan judul Hatimu Hatiku? :) Jika anda masih ingat..

Janganlah gusar. Rupanya, itulah indahnya harmony. Siapa saja yang menyukai lagu dari negara mana saja lalu disadur dalam bahasa lain, tentunya sudah membuktikan keindahan lagu tersebut yang membuat lagu tersebut "dibajak". Padahal sebenarnya, itu bukan masalah membajak. Tentunya sudah ada prosedurnya tersendiri dibalik bisnis rekaman tersebut. Pada dasarnya, ada peraturan, Undang2 yang berlaku dibalik semua itu. Tentunya harus disertai dengan "jual beli". Yaitu, membayar hak cipta lagu tersebut kepada si penciptanya yang pertama.
Mengukuti persyaratan yang diajukan secara hukum oleh si penciptanya. Mentaati batasan2 penggunaan lagu tersebut seuai jalurnya. Maka semua itu pasti bisa dilaksanakan dengan sangat baik dan tanpa mengusik berbagai pihak.

Kali ini, yang ingin saya bagi ceritanya adalah lagu Dangdut yang saya nyanyikan dalam versi mandarin. Lagu tersebut mendapatkan tempat yang spesial di hati pendengar di RRC beberapa waktu lalu. Saat saya tampil bersama team Kesenian DKI Jakarta, saya membawakan lagu tersebut. Lagu yang dinyanyikan oleh umi Elvie Sukaesih.

Pada tulisan saya yang sebelumnya, saya ada sempat menyebutkan bahwa saat saya merekam lagu tersebut, saya sempat kesulitan mencari tahu kemana saya harus membayar hak ciptanya. Yang ternyata penciptanya adalah orang Jepang asli dan tinggal di Jepang.
Dari situlah kami mengetahui ternyata lagu tersebut rupanya berasal dari lagu Jepang yang dirilis pada tahun 1967 oleh pasangan duet kembar wanita, The Peanuts. Sangat terkenal dan populer di masanya. Gaya mereka yang khas telah menjadikan lagu tersebut begitu dicintai oleh masyarakat Jepang. Cantik dan menarik, itulah ciri khas mereka.  Berikut ini adalah video penampilan The Peanuts dalam lagu KOI NO FUGA yang adalah lagu asli dari "Jangan Kau Pergi" yang dipopulerkan oleh umi Elvie Sukaesih.




Begitu terkenalnya lagu tersebut hingga menarik perhatian musisi Indonesia untuk menggubahnya dalam versi Indonesia bernuansa dangdut. Dan ternyata benar dugaan mereka,lagu tersebut terdengar sangat menjanjikan saat dinyanyikan oleh umi Elvie. Wow!!!Siapa yang tidak tahu lagu ini???Lagu yang sangat enak sekali. Dari mulai kalimatnya, musiknya, dan suara khasnya Elvie Sukaesih Diva Dangdut Indonesia saat itu. Luar biasa.
Coba saja saksikan video di bawah ini:

Nah...menyusul kesuksesan The Peanuts di Jepang, ternyata merekapun sama seperti Indonesia, sedang trend lagu "daur ulang". Pada tahun 2006 (kalau saya tidak salah mengingat), lagu KOI NO FUGA kembali dirilis oleh pasangan duet gadis belia saat itu. Dengan gaya yang khas, gerakan tubuh dan tarian yang unik, kostum mereka yang sangat sesuai dengan penampilan mereka, telah memberikan "demam" tersendiri di Jepang. Tarian mereka menjadi ajang lomba dimana2. Ibaratnya seperti Sinta Jojo, gaya mereka ditiru dimana2. 

Tidak hanya di Jepang saja, bahkan sampai orang asing pun ikut meniru gaya mereka. Di Japang, benar2 demam Koi No Dance:) Dari mulai pasangan anak2 sampai dewasapun berani tampil menirukan gayanya pasangan duet tersebut. Dengan nuansa musik yang lebih segar dari pendahulunya, KOI NO FUGA menjadi musik dan lagu yang sangat asik di telinga siapa saja yang mendengarnya. Simak saja penampilan mereka berikut ini:)





Nah, sekarang, bicara tentang karya saya nih...
Sayapun telah menterjemahkan lagu tersebut ke dalam bahasa mandarin. Mengapa mandarin? Ya karena versi Indonesia kan sudah dibawakan umi Elvie.
Mengapa tidak bahasa Inggris? hehehe...karena saya ahlinya di Bidang bahasa Mandarin dan kiblat saya adalah menarik perhatian mereka untuk menyukai kabudayaan Indonesia. Kalau Inggris, pasti sudah ada artis kita yang lain yang akan memperjuangkannya toh:) Sekarang, biarlah saya menempuh usaha menarik minat orang Chinese untuk mencintai budaya kita:)
Nah, lagu Jangan kau pergi/Koi no fuga ini saya beri judul Qing Ni Bu Yao Zou.



Dengan nuansa musik dangdut original, bukan Crispy:)p 
Saya membuatnya semakin asik untuk didengar, musiknya lebih atraktif dan meninggalkan kesan yang mendalam bagi yang mendengarnya. Mengapa saya memilih lagu orang lain ketimbang menciptakan lagu yang baru? Alasannya sangat sederhana, kalau saya menyanyikan lagu mandarin, lebih baik saya memilih lagu yang sudah dikenal dan familiar saja, itu akan lebih mudah diingat orang dan disukai:) Bukan berarti saya tidak PD untuk menyanyikan lagu baru loh. Masalahnya, ini dalam bahasa mandarin. Yang saya harapkan adalah orang Indonesia yang tidak mengerti bahasa mandarinpun juga bisa turut menyukainya. Paling tidak, jika dia tidak mengerti bahasa mandarinnya, maka dia akan ingat dengan versi bahasa Indonesianya. Kira2 seperti itulah:) Sama seperti saat saya menyanyikan lagu milik Krispatih "Demi Cinta" dalam bahasa mandarin. Ternyata, sahabat2 yang tidak mengerti bahasa mandarinpun juga turut menikmati lagu Demi Cinta versi mandarin tersebut:) Walaupun mereka tidak mengerti bahasa mandarin, namun mereka  bisa mengira2 artinya seperti lagu versi aslinya:)
Nah...rupanya, Musik adalah bahasa kalbu yang bisa menyatukan hati sesama...Indahnya berbagi harmony...


Read more »

Review Produk