Kamis, 29 September 2011

Penari Saya "Latah" Semua

@Guang Dong TV Station Center


Sebelum tampil di acara di hari pertama di Guang Zhou, saya siang harinya latihan gerakan dulu dengan Selky, penari sekaligus penata rambut saya. Ruangan kamar hotel saya yang cukup luas membuat kami nyaman saja untuk berlatih. Yang saya perlukan hanyalah gerakan2 yang dapat dilakukan bersamaan di panggung sehingga terlihat menarik. Bukan gerakan seperti Aqnes Monica yang super canggih itu lho:)p Hanya gerakan Betawi-an ..hehe...Selky ya jagonyalah kalau soal tarian. Dan yang membuat saya bertahun2 betah bekerja sama dengan Selky adalah, manusia satu ini seperti tidak pernah habis daya batrenya. Lincah terus dan...latahhhhhh terussssssss...
Saya dan suami tidak bisa tida tertawa kalau lihat orang latah (jangan marah ya yang latah....) karena bagi saya, latahnya seseorang sebenarnya bukan suatu hal yang patut kita rendahkan. Malah saya bilang, latahnya mereka justru obat mujarab pemberi semangat dalam setiap suasana lelah. Sebuah hiburan yang tidak setiap saat kita dapatkan lho. Jadi, ya kita harus menghargai orang latah. Toh itu adalah salah satu Virus yang hanya dimiliki oleh orang Indonesia, dan tidak boleh diklaim oleh negara lain:)




video

Pernah suatu hari, saya mendengar keluh kesah dari sahabat kami yang latah berat dan parah. Dia bilang, seorang psikiater terkemuka di Indonesia mengatakan bahwa orang latah adalah orang yang mengalami kelainan jiwa...weleh welehhh....ga salah tuhhhh...??? Tapi , No Komen layawww...mungkin psikiater itu hanya mengatakan secara teori saja. Tapi, selama ini yang saya kenal, kawan2 saya yang latah, ga ada satupun yang psycho tuh...hihihi...ada2 aja dehhhhh penilaiannya yah...

Saya, Denden dan Selky
Tapi bagi saya, orang latah itu sama seperti kita lah. Kita juga sering kali suka kaget kan. Kalau dikagetin orang, jantung kita pasti langsung berpacu dengan melody:) nah, kita selalu urut dada deh atau teriak "Aaaaaaa!!!" nah, bedanya dengan mereka yang latah, kagetnya mereka diekspresikannya dengan kalimat atau kata2 tertentu yang akhirnya menjadi kebiasaan mereka. Coba saja lihat, banyak yang latah adalah mereka yang berkecimpung dalam dunia hiburan. Bisa jadi, Virus latah ini memang identik dengan seni "menghibur" dan bukanlah virus kelainan jiwa yang secara teori ...Tapi ingat! Latah itu hanya milik Indonesia! Bukan Milik negara lain! Jadi, jangan coba2 mengklaim yahhh:))




Read more »

Kota Pertama Kami...Guang Zhou

Perjalanan kali ini sungguh mendatangkan energi sangat positif bagi saya. Setelah sekian lama bergelut dengan pekerjaan yang bisa dibilang cukup membosankan ditambah lagi dengan perpindahan lokasi sekolah anak2 yang cukup membuat lelah dan juga pindahan rumah dari Sentul ke Jakarta Selatan, saya benar2 menantikan saatnya untuk berangkat ke Cina bersama rombongan sebanyak 40 orang ini. Jauh2 hari, saya sudah banyak mempersiapkan apa saja keperluan kita selama berada di Cina nanti. Sungguh semangat yang membuat gairah saya semakin meningkat. Dimulai dengan membeli baju kebaya yang bagus untuk tampil nanti, memilih batik yang menarik, membeli sepatu baru,  menyiapkan bekal makanan yang cukup untuk selama di Cina nanti sampai saya bela2in juga membeli handphone Android terbaru yang super canggih dengan camera videonya juga kemampuannya dalam memberikan hiburan yang saya yakin akan membuat perjalanan saya nanti tidak akan membosankan..hehee...itu memang sudah saya rencanakan jauh2 hari sebelumnya dan saya sudah menabung untuk membeli handphone itu (soal handphone ini SAMSUNG GALAXY S2, nanti akan saya bagikan pengalaman selama saya memakai handphone ini yah), banyak sekali yang saya persiapkan. Termasuk pakaian para penari yang akan mengiringi penampilan saya nanti. 

Saya memang sering pergi ke negeri Cina. Namun selalu sendiri. Kali ini, saya sangat senang sekali karena akan berangkat dengan 39 orang lainnya. Terbayang sudah di kepala ini bagaimana hebohnya, serunya, suka dukanya yang akan kita alami bersama disana. 

Saya memang sangat menyukai perjalanan yang melibatkan banyak orang. Saya suka berbagi kebersamaan dengan mereka selama kita berada di luar negeri jauh dari kampung halaman ini.
Apalagi, ditambah dengan ikut sertanya suami ke sana untuk mendampingi saya. Dia belum pernah menginjak kota Beijing, Guang zhou dan Chong Qing. Dan saya sangat bersemangat memberikan segala informasi yang saya tau tentang kota2 itu kepadanya. Saya ingin dia juga ikut bersemangat menyambut hari berangkatnya kita. Soal anak2? Wah, saya sudah tidak pusing deh. Karena memang ada kakek nenek nya yang akan menemani mereka selama kita tidak berada di Indonesia. Hehehe...curang yah...tapi ya begitulah keadaan yang paling aman dan nyaman bagi anak2 kami. Daripada hanya dijaga oleh pengasuh mereka yang bukan darah daging mereka toh....

Kali ini yang akan saya ceritakan adalah soal bawaan kami yang menyangkut makanan. Saya tau, selama di Cina nanti, saya pasti tidak punya waktu untuk berjalan kesana kemari untuk sekedar mencari makanan enak. Apalagi disana kan tidak mudah mencari makanan HALAL. Maka, saya memutuskan untuk membawa rice cooker dan beras:) Saya juga memberikan dana khususu ke ibu saya untuk memasakkan daging gepuk, empal, orek tempe, ikan asin asam manis, ikan asin kripik, tempe bacem kesukaan saya. Dan semuanya itu kami bungkus dengan plastik yang hampa udara sehingga akan awet lama hingga 2 minggu. Sambal, kecap, saos, sendok dan piring juga kami siapkan:) 
Jangan ketawa yah...ternyata semua itu banyak sekali lho gunanya. Benar2 bisa mengatasi masalah makan kita selama tampil berhari2 di Cina sana. 
lalu, masalah laundry pun sudah saya persiapkan. Saya memutuskan untuk tidak melakukan laundry di hotel. Karena, disana, urusan laundry saya satu pakaian biayanya sangat cukup untuk dua orang makan enak di resto loh...karena, kita disana selalu menginap di hotel berbintang lima taraf internasional. Sehingga tidak heran deh kalau biayanya mahal.  Lagipula, pakaian show saya semua full payet dan berbahan brokat halus dari Prancis yang harganya wuiiih...ga bohong deh...koleksi kebaya saya sih paling juara deh:)hihi...sombong dikit ah sekali2... Saya tidak yakinlah kalau mereka mengerti bagaimana mencucinya dengan seksama tanpa merusak payet dan brokatnya. NO WAY!!!! Lebih baik saya menyediakan perlengkapan mencuci pakaian saja sendiri. Hahahaha... saya membawa sabun batang Wings untuk mencuci pakaian. Dan saya juga membawa Rapika pengharum pakaian. Saya dan suami selalu mencuci semua pakaian sendiri setiap hari dan kami gantung di kamar mandi. Penari juga begitu. Kami menyarankan kepada mereka supaya mencuci sendiri saja untuk menghindari kerusakan pakaian.
Dan untuk masalah mencuci piring???Suami deh jagonya..hahaaa...dia benar2 suami yang ringan tangan loh, tidak pernah menolak jika saya meminta bantuannya untuk mencuci piring bekas kami makan:) hebat kan....Nih...kejahilan saya selama di sana, saya merekam semua kegiatan kita di Cna. 

video

Kami benar2 menikmati perjalanan ini dengan gembira dan santai. Benar2 tidak ada satu barangpun yang tertinggal, sehingga proses melaksanakan tugas selama di Cina benar2 tidak membuat kesal. Bagi saya, perjalanan ini bukan sekedar tugas negara, namun juga merupakan sesi rehat saya di sela2 kepenatan kota Jakarta:) Saya benar2 jauh dari sakit kepala dan migrain lho..Mungkin karena suasana perjalanannya yang sangat menyenangkan itu. Beramai2 dengan para penari, Abang dan None Jakarta 2011, para agen perjalanan dari Indonesia yang turut serta meramaikan perjalanan ini ditambah juga para pejabat teras Dinas Kebudayaan DKI Jakarta yang selalu menemani kami:) Benar2 asyiklah pokoknya...

Read more »

Review Produk