Selasa, 25 Oktober 2011

Ayo!!!Ikutan Lomba Karaoke Lagu Mandarin!!!!



Para sahabat Super Host...
selama 2 tahun ini, kami selalu menemani hari rabu anda dengan bernyanyi, ngobrol, tebak2an dengan anda. Interaktif kita selama ini melalui sms maupun telepon langsung sangatlah menyenangkan. 

Rasa rindu kami untuk bisa bertemu dengan para pendengar Radio Cakrawala benar2 harus segera terobati nih...

Super Host tau banget deh, kalian itu pasti hobi banget nyanyi...hehehe...karena, setiap Cece Rani menyanyikan lagu yang wajib anda tebak untuk memperebutkan hadiah uang tunainya selalu saja berhasil kalian tebak.

Nahhhhhh...apakah kalian tertarik untuk mengikuti lomba nyanyi mandarin nih????
hehehe...ayo! ekspresikan bakat terpendam kalian dalam urusan nyanyi deh! Hadiah yang kami siapkan itu bukan ratusan ribu loh!! Tapi Puluhan Juta!!!!!!!!Berupa uang tunai dan ratusan hadiah dari sponsor.

Apakah kalian siap???Ayo donk!...kita kumpul bareng2...nyanyi sama2...

Rencananya, lomba menyanyi ini (karaoke) akan diadakan pada awal November. Dan asyiknya, saat anda bernyanyi, semua pendengar Cakrawala Radio akan mendengarkan! Disiarkan secara langsung!!
Dan lomba ini akan berlangsung selama 2 bulan menjelang Imlek dan Cap go meh.

 Disiarkan secara langsung lohhh
Dan jurinyapun juga tidak sembarangan. Akan ada artis2 kesayangan anda yang mahir dibidang tarik suara ini untuk menilai kemampuan anda dalam menyanyikan lagu mandarin. Dan saat Semi Final dan Final akan dilaksanakan di Mall terkenal di Jakarta.
Mau ikutan????
Penasaran????

SYARAT² untuk mengikuti lomba adalah sbb:
1.Usia 15 tahun keatas, pria dan wanita.
2.Sehat Jasmani dan Rohani.
3.Membayar uang pendaftaran, Audisi 25.000,-, Penyisihan 50.000,-, Semi Final 100.000,-, Final 200.000,-
4.Membawa DVD/CD lagu yang akan dinyanyikan.
5.Berpakaian rapi dan sopan pada saat mengikuti lomba.
6.Khusus pengikut lomba Semi Final dan Final wajib memakai pakaian Tionghoa Betawi.



TAHAPAN LOMBA adalah sbb:
1.Audisi akan diadakan di Radio Cakrawala
2.Babak Penyisihan akan diadakan di Radio Cakrawala secara Onair pada acara Super Host (Rani & Tony), setiap Onair akan mengadu 12 orang yg nantinya akan di pilih 4 orang untuk memasuki babak Semi Final.
3.Babak Semi Final, 48 orang yang terpilih akan berlomba di Mall dan hanya 5 orang lolos masuk Babak Final.
4.Babak Final, pemilihan juara 1, 2, 3 dan 2 runner up.



JURI - JURI

Juri-juri yang akan menilai pada lomba ini adalah sbb:
1.Rani Pancarani (Penyanyi Mandarin, MC.dan Penyiar Radio Cakrawala)
2.Calvin Qiu (Penyanyi Mandarin)
3.Ivan Lim (Group Dong Feng)
4.Maribeth (Guru Vocal)



HADIAH - HADIAH

Hadiah-hadiah yang akan di menangkan berupa puluhan juta rupiah yang berupa uang tunai dan bingkisan sponsor.




Jika anda ingin daftarkan diri anda mengikuti lomba ini, namun anda tinggal di luar jakarta dan tidak memiliki waktu untuk hadir ke studio mengikuti audisi, maka anda bisa mengirimkan vokal anda menyanyikan lagu mandarin via email yg sudah berformat mp3. Jangan lupa sertakan juga biodata lengkap , jangan lupa cantumkan nomer HP yg bisa dihubungi. Juga sertakan foto diri yg berwarna. Plus bukti transfer uang pendaftaran sebesar Rp 25.000,- ke rekening cakrawala.

BCA 0016023536 an. Irwan Sutisna Iskandar

Email : lombakaraoke@gmail.com
Subject : Karaoke Mandarin
Jia You^^
Read more »

Senin, 24 Oktober 2011

Ayo ketik KOMODO kirim ke 9818



Ada yang menegangkan sekaligus membuat penasaran dalam 22 hari menjelang hasil pengumuman. Pengumuman apakah itu?
Tahukah teman2 bahwa saat ini Indonesia sedang memperjuangkan agar Pulau Komodo menang terpilih menjadi salah satu 7 keajaiban dunia?
Rasanya, kita hanya sering mendengar kabar tersebut lewat situs2 berita di internet saja, dan kadang2 ada di tayangkan acara dialog membahas kegiatan ini di berita khusus televisi. Namun itupun juga tidak setiap hari. Berbeda dibandingkan dengan cerita dari kawan saya yang tinggal di Korea. Kata mereka, Korea sedang mengkampanyekan salah satu kebanggaan mereka untuk dapat memenangkan kompetisi dunia ini. Bahkan, pemerintahpun tidak segan-segannya untuk turun tangan Apalagi masyarakatnya. Bahkan, sampai mereka kebanjiran sponsor yang turut berperan dalam kegiatan spektakuler ini.
 
Di Filipina, presiden Nonoy aquino telah meminta seluruh rakyat Filipina mendukung sungai bawah tanah, Puerto Princesa. Bahkan kampanyenya sudah tersebar ke semua kedutaan filipina dan rakyat Filipina yang ada di seluruh dunia.
 
Memang, perbedan kita dengan negara Cina, Korea, jepang, Filipina, Thailand lumayan jauh sekali rasa "kebanggan" terhadap seni budaya leluhur. Saya bicara jujur. Entah itu mungkin disebabkan juga oleh berbedanya "cara" televisi menyuguhkan acara yang berkwalitas nasionalisme bagi pemirsanya. Hal ini memang tidak bisa dipungkiri. Apakah kita pernah menyaksikan acara serial "Si Pitung" di TV? atau mungkin serial "Rama Shinta"? atau mungkin film2 yang berkisah tentang perjuangan para pahlawan Indonesia di televisi? Bisa dibilang, hanya pada "moment" tertentu saja. Misalnya menjelang hari Kemerdekaan, sudah pasti akan kita dapatkan film yang mengisahkan perjuangan Indonesia. namun setelah itu, kita akan kembali menyaksikan sinetron2 yang menurut saya "cukup" memberikan dampak pendidikan yang "tidak baik" pada anak2. Seharusnya, anak2 belum waktunya menyaksikan acara2 sinetron, berita kriminal, reality show yang menakut2i pesertanya, dsb. Saya lebih mengharapkan anak2 saya dapat setiap hari menonton acara yang bermanfaat,yang mampu menanamkan jiwa nasionalisme anak2 saya sebagai orang indonesia.  Jika anda berkesempatan ke negeri yang saya sebutkan di atas...jangan lupa sempatkan diri anda untuk menyaksikan acara TV lokalnya. Anda akan kagum dengan acara yang mereka sajikan. Begitu hebatnya mereka mengemas suatu tontonan yang asyik dan cocok ditonton untuk menanamkan jiwa nasionalisme mereka. Walaupun tetap banyak acara "bule"nya, namun, porsinya tetap dijadikan yang nomer dua. sehingga janganlah heran jika mereka lebih "mengakui" dirinya adalah warga negara "sejati".
Nah, kembali ke masalah Pulau Komodo. Saat ini, pak Jusuf Kalla yang mengemban tugas sebagai duta pulau komodo sedang gencar2nya menghimbau pada masyarakat Indonesia agar mendukung penuh Pulau tersebut dengan mengirimkan SMS yang sama sekali tidak dipungut biaya apapun. Pulau Komodo masih membutuhkan 20 juta SMS lagi!! Padahal, dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 160 juta jiwa, sangatlah besar kemungkinana kita bisa menang. Bayangkan, pengguna selular di Indonesia saja mencapai sekitar 130 juta jiwa. Belum ditambah lagi mereka yang giat berinternet. Berarti, sebenarnya peluang kita sangatlah besar.
Saya, dalam hal ini, sangat mengharapkan Pulau Komodo bisa menjadi nomer satu. Kegiatan saya yang sering ke luar negeri untuk memperkenalkan kebudayaan dan keindahan Indonesia-lah yang membuat saya sangat mengharapkan Pulau ini bisa menjadi fenomena. Sebab, itu berarti bertambahlah satu topik bicara saat saya tampil di panggung2 di luar sana. Saya akan sangat berbangga menceritakan kepada mereka, betapa ajaibnya Pulau Komodo. Walaupun saya sendiri belum pernah ke pulau tersebut. hehe..Mungkin, bagi masyarakat Indonesia, masalah Pulau Komodo mau menang kek, kalah kek, bukanlah hal yang patut dipusingkan, karena, mereka belum pernah menjadi duta kebudayaan seperti saya. hehe...tapi bagi kami yang sebagai seniman Indonesia yang selalu berpeluang ke luar negeri untuk menyerukan nama Indonesia, menangnya Pulau Komodo adalah hal yang sangat berarti. sebab, dari situlah negara lain akan tau Indonesia. Apalagi jika para turis tertarik untuk ke Indonesia dan berkunjung ke Pulau Komodo, bukankah itu sangat menguntungkan bagi Indonesia? Marilah kita lihat saja dari sisi kebanggaan kita sebagai orang Indonesia. Itu saja sudah cukup. Jangan menunggu sampai ada negara lain yang tiba2 mengklaim Pulau Komodo adalah bagian dari mereka, wahhh baru deh kita kebakaran jenggot^^
Jadi, ayo dong, tunggu apa lagi? ayo kita kirimkan sms, gratis pula!
 
Caranya, ketik: KOMODO kirimkan ke 9818
 
Jangan terlalu banyak pertimbangan deh...Ayo kita menangkan Pulau Komodo!!!!harumkan nama Indonesia. Apakah anda rela kalau Pulau Komodo kalah?
 
Kalau saya sih...GAK RELA...

Sumber: Detikcom, viva news.
Read more »

Kamis, 06 Oktober 2011

Video Penampilan Tim Kesenian DKI Jakarta Di Guang Zhou



Banyak sekali pengalaman selama menjalani tugas ke China kali ini. Selain menambah pertemanan di antara para seniman nasional, juga banyak sekali pengalaman uniknya. 
Akhirnya kita mendapatkan kesan yang sangat baik selama di China. Penonton/pengunjung yang hadir menyaksikan kami tidak ada satupun yang tidak berdecak kagum melihat aksi kami.
Dari mulai musik, tarian, nyanyian , semuanya mendapatkan sambutan meriah. Bahkan, ajang foto bersama pengunjung menjadi saat yang dinantikan oleh mereka. 
Tentunya, berfoto bersama kami tidak gratis. Walaupun mereka juga bebas melakukan pemotretan dengan kamera atau handphone masing2. Jika ingin memperoleh hasil foto yang profesional, panitia sudah menyediakan fotografernya, dan akan langsung dicetak di hari itu juga lengkap dengan bingkainya. Sebuah kenang2an yang sangat bernilai bagi mereka karena dapat berfoto dengan kami. Tak satupun dari anggota tim kami yang kelihatan bosan dan lelah. Semuanya dengan sangat bergembira menyambut mereka yang ingin berfoto bersama di atas panggung.
Dan alhamdulillah, setiap selesai acara di setiap tempat, kami tidak pernah sepi tepuk tangan. Mereka benar2 menyukai kesenian Jakarta-Indonesia.
Dan ditambah lagi, saya membawakan acara tersebut dengan bahasa ibu mereka, yaitu bahasa mandarin, makanya mereka dapat dengan senang dan seperti menyaksikan sahabatnya sendiri yang sedang tampil pada saat itu.
Teman2 saya yang lain, mereka bisa berjalan2 kesana kemari untuk berbelanja. Kalau saya???Wah, saya tidak berani jalan terlalu jauh. Saya takut panitia akan panik kalau tidak melihat sosok saya. Kalau penari, terlambat hadir satu orang maka masih bisa digantikan oleh temannya. Kalau saya???Waduh, bisa celaka...siapa yang gantikan? hehehe...lha bawa penyanyinya kan cuma satu orang saja...bisa kacau balau deh.

Nah, jika teman2 ingin melihat bagaimana aksi kami selama di Guang Zhou, silahkan saja buka videonya di bawah ini..
Bisa dicari juga di Youtube : Jakarta To China Roadshow 2011
Selamat menyaksikan:)
Gimana???Seru kan???Asik ya...
Makanya, kalau mau keluar negeri gratis, pelajarilah seni budaya Indonesia..hehehe...seperti kami-kami ini lho:)




Read more »

Selasa, 04 Oktober 2011

Saya Cinta Kosmetik Indonesia

Saya memang tidak gemar bermake-up jika tidak ada keperluan untuk tampil di panggung. Sehari2nya, saya lebih suka memakai bedak compac biasa saja. Karena memang kulit wajah saya tidak bermasalah, dan tidak memerlukan foundation untuk menutupi kekurangan kulit wajah. Apalagi, saya sangat merawat kulit wajah saya semenjak menikah. Saya tau, wanita yang sudah memiliki anak, biasanya, kulitnya akan berkurang elastisitasnya, terutama bagian wajah. Dan saya sangat menjaga agar wajah saya tetap sehat. Sehingga, saya hampir tidak pernah memakai bedak Two Way Cake yang mengandung foundation sehari2nya. 
Saya lebih memilih memakai pelembab yang mengandung anti UV lalu mengoleskan bedak tabur tipis saja. Alhamdulillah, wajah saya jarang sekali jerawatan, malah bisa dibilang, jerawat sangat bermusuhan dengan kulit wajah saya:)
Rahasianya, malam menjelang tidur, saya selalu menyempatkan minum air putih murni segelas saja dan minum sebutir vitamin khusus kulit , lalu saya cuci muka dengan sabun pepaya(juga saya lakukan ketika berwhudu), dan mengoleskan krim malam yang sudah cocok dengan saya. Kalau soal krim malam, terus terang, saya cocoknya memakai produk dari Tabita Skin Care. Dan tidak pernah berpindah ke lain hati. Kecuali kalau saya ke luar kota dan lupa membawa krim saya, maka saya akan menggantinya dengan menggunakan Viva Skin Food yang murah meriah. 
Krim Viva ini sangat cocok di wajah saya, dia bisa menetralisir keluhan wajah saya seharian sebelumnya. Wajah saya di pagi harinya akan terasa kenyal dan lembab:) Air putih tentunya juga memberikan nutrisi tersendiri saat kita tidur, sehingga kulit wajah saya tidak dehidrasi. Vitamin E juga sangat membantu mempertahankan kondisi kulit kita lho.

Makanya, wajah saya sampai sekarang yang begini2 saja tidak mengalami perubahan yang drastis sejak masih gadis hinggu punya 3 anak.
Mengenai kosmetik, setiap kali saya tampil show, selalu saja ada yang bertanya "Mba Rani pakai kosmetik apa sih? bagus banget. Pasti mahal ya??" pertanyaan itu selalu saya dapatkan lho dari orang2. Suwer. Dan saya dengan sangat bangga, saya menjawab "Kosmetik saya bukan branded Luar negeri. Saya pakai produk dalam negri." Mereka rata2 tidak percaya sampai saya tunjukkan kosmetik saya yang ada di dalam tas, barulah mereka percaya. Mungkin bagi mereka, bohong banget, masa artis pakainya produk dengan harga murah begitu sih???
Tapi kenyataannya memang demikian. Saya mencintai produk dalam negeri. Saya setia menggunakan produk dari Mustika ratu dan Martha Tilaar:) Bahkan, yang saya pakai, bukan produk mereka yang berkelas "mahal" seperti PAC. Dari mulai foundation, bedak tabur, eye shadow, eye liner, sheemer, dsb...total harga kosmetik saya tidak lebih dari 600rb rupiah.
Dulu, waktu saya masih suka coba2 produk kosmetik, saya bisa menghabiskan jutaan rupiah hanya untuk berbangga menggunakan merk2 terkenal taraf internasional. Tapi kini, rupanya kwalitas kosmetik Indonesia sudah tidak bisa diremehkan. Kwalitasnya sangat bagus dan memuaskan. Bahkan, saya bisa membanggakan produk tanah air tersebut jika saya keluar negeri.
Kalau saya ke Taipei-Taiwan, saya selalu membawa oleh2 untuk kawan2 saya disana bedak atau lipstik produk Indonesia. Mereka suka sekali dan bangga memakainya, karena....anda pasti tidak menyangka, ternyata counter Sari Ayu nya Indonesia di sana menempati posisi yang eksklusif dengan harga yang tidak kalah mahal dengan produk internasional lainnya lho...hebat kan????? Itu saya dengar dari kawan2 saya disana. Produk Indonesia kita ini rupanya cukup MAHAL harganya disana. Sehingga jika saya membawakan mereka oleh2 lipstik terbaru, wahhh...mereka akan sangat senang sekali menunjukkan kepada kawan2nya yang lain bahwa mereka mendapatkan produk yang di sana belum diluncurkan. Contohnya ketika saya mengunjungi adik saya yang kini menjadi artis tenar di sana, Margaret Wang Yu Jie, saya bawakan beberapa buah lipstik dari sari ayu terbaru, dan saya begikan kepada kawan2 artisnya dia juga. Semuanya senang banget!!!Dan mereka langsung memoles bibir mereka jelang shooting berlangsung. Hehehe...mereka suka dengan kosmetik Indonesia. Apalagi, lipstik tersebut memiliki aroma buah yang manis dan segar. 
Artikel saya ini bukan untuk berpromosi lho, namun, saya ingin mengajak kawan2 untuk mencintai produk dalam negeri. Mulailah berbangga untuk memperkenalkannya lebih luas lagi, agar produk Indonesia semakin diminati di manca negara. 
Foto2 saya berikut ini, semuanya hasil saya make up dengan produk dalam negeri. Tidak ada satupun saya menggunakan brand seperti Channel, Mac, Revlon, dsb..









Nah, tidak kalah kinclong kan dengan make up Luar negeri???
Read more »

Senin, 03 Oktober 2011

Mama-Ku Artis Taiwan Terkenal:)

@Taipei, bersama mama Su Qin (Xiao Yao, artis Taiwan)




 Nama artisnya adalah Xiao Yao..
Saya kenal dengan wanita cantik ini saat saya duduk di bangku SMA. Saya baru duduk di kelas 2 saat itu. Kebetulan, saya ada jadwal latihan untuk acara show saya, di kediaman pianis legendaris Indonesia, Hendra Wijaya. Saat saya datang kesana ditemani mama saya, saya bertemu dengan sepasang suami istri yang sedang santai dan bernyanyi di ruang studionya om Hendra saat itu. 
Lalu, mereka seperti terhipnotis saat mendengarkan saya nyanyi...
Terutama mama Su Qin (panggilan saya ke mama angkat saya yang cantik itu). Suaminya, papa Paul, ternyata juga pernah kenal dengan papa saya. Saya melihat di mata mama Su Qin seperti ada kerinduan. Mata dia berbicara. Saya selalu tidak kuasa menahan iba jika melihat pandangan matanya yang teduh. Di mata wanita itu ada banyak kisah. Saya mulai menyukainya. Apalagi setelah saya tahu ternyata dia adalah artis di jamannya Di Lung masa muda (Shaw Brothers Hong Kong). Wow!!!!Saya bertemu dengan bintang film legendaris rupanya. Mama saat itu berambut panjang, cantik dan sederhana. Di usianya saat itu masih terlihat aura cantiknya di masa kejayaan dia.
Sejak itu, saya diangkat anak secara resmi oleh mereka.
Mereka benar2 tidak main2 sayangnya ke saya. Mereka begitu menyanjung saya. Terutama mama. Mama selalu ingin berdekatan dengan saya. 
Berikutnya, saya diajak menginap di rumah mereka di Bogor Jawa Barat. Dan saya diperkenalkan oleh 2 orang anak mereka yang cakep2. Kakaknya, namanya Wiliiam, saya panggil dia wei wei. adiknya si cantik centil, namanya Margareth (saat ini dia juga menjadi artis besar di Taiwan mengikuti jejak mamanya, nama dia saat ini Margaret Wang Yu Jie). Mereka berdua benar2 anak yang baik. Penurut, dan sangat cerdas. Ditambah lagi, darah seni mengalir di dalam mereka. Darah seni mama dan papanya benar2 menurun ke mereka.
Saya ingat sekali saat mereka kecil. Saat itu, wei wei dan cia cia(panggilan margaret) masih duduk di bangku SMP. Mereka bersekolah di Regina Pacis.Anak2 yang sangat menyenangkan. saya senang bisa menjadi kakak mereka. 
Kalau saya menginap disana, kami pasti berkumpul di rmh untuk karaoke-an, lomba nari, lomba nyanyi, lalu ke supermarket belanja segala macam, malamnya kita nyanyi2 lagi di karaoke.
Hampir setiap sabtu dan minggu saya selalu main ke Bogor. Saya sayang mereka...
Mama, wanita kuat dan tabah...
Di balik kecantikan dia, ketabahannya, sebenarnya menyimpan rasa rindu kampung halamannya di Taiwan.
 Selama dia berkeluarga di Indonesia, dia belum pernah kembali ke Taiwan untuk menengok keluarganya. Sering kali dia berkeluh kesah bahwa ia kangen dengan sanak saudaranya disana.


Mama, yang penampilannya selalu bersahaja dan cantik enak di pandang, rupanya memiliki suara yang merdu lho.
Dia paling suka nyanyi lagunya Teresa Teng yang berjudul...Qing Ren De Guan Huai...setiap saya menyaksikan dia menyanyikan lagu tersebut di panggung kecil restoran family di Bogor, saya selalu bisa menangkap sinar kerinduan di matanya...


Mama, walaupun dia bukan mama kandung saya, namun, di hati saya dia adalah mama saya juga. Mama yang telah banyak memberikan perhatian untuk saya, memberikan banyak kenangan untuk saya.
Seringkali saya merasa kangen sama mama, wei wei dan ciacia...Saya ingat masa kita masih kecil dulu.
Saya selalu mengagumi dua kakak beradik yang kompak itu. Yang kini sudah menjadi orang besar dan bahagia sekarang. Cita2 mereka sudah tercapai. Cita2 kakak beradik yang ingin membahagiakan mamanya:)
Saya bangga sekali...
Mama Su Qin...sungguh saya mendoakan semoga mama mendapatkan kebahagiaannya di Taiwan.
Entah kapan saya mendapatkan kesempatan untuk menengok mereka lagi di Taiwan sana. Mudah2an secepatnya.
Saya kangen Shui Jiao (sui kiaw)buatan mama:)
Read more »

Anak-anakku pandai nyanyi lagu mandarin




Adegan ini memang selalu kami lakukan. Saya selalu senang bisa bernyanyi berempat dengan anak2 saya. Mereka lucu, penurut, dan cerdas. Lihat saja tuh...semuanya pandai menyanyikan lagu mandarin. Selama saya di Cina bertugas, saya memberikan PR ke mereka supaya menghafalkan lagu mandarin sebanyak 10 lagu. Dan jika mereka berhasil menghafalkan sebanyak itu, maka mereka akan mendapatkan hadiah dari saya yang akan saya bawa dari Cina:) Wah, mereka antusias sekali. Tiga2nya rajin menghafalkan lagu2 yang sudah saya siapkan liriknya, musiknya yang sudah saya simpan di MP3 masing2. Pastinya, saya berharap mereka benar2 bisa berhasil menghafalkan 10 lagu tersebut donk. Tapi, walaupun tidak berhasil, tetap saya akan berikan mereka hadiah, sebagai penghargaan bahwa mereka sudah sangat berusaha mengerjakan PRnya.
Putra saya yang sulung juga tidak mau ketinggalan. Dia memang menurun bakat sulapnya dari papanya, tapi kali ini dia juga ingin mencoba untuk turut bernyanyi. Ahahahah...seru yahhhh...
Lucunya lagi, mereka bilang, kalau imlek nanti, mereka ingin ikut tampil kalau saya menyanyi di panggung. Katanya, mereka juga ingin kumpulkan angpao...hohohohoho

Read more »

Buah Jatuh Tak jauh Dari Pohonnya





Ini adalah adegan kami sekeluarga kalau di dalam mobil:)
Anakku nomer dua, Kristal, rupanya tidak jauh2 hobinya dengan mamanya. Bakat menyanyinya sudah terlihat sejak dini. Dan uniknya, dia juga menyukai lagu mandarin. Mungkin sudah terbiasa melihat mamanya tampil dengan seringnya membawakan lagu mandarin sehingga bagi dia, lagu mandarin sudah tidak asing dan tidak sulit dihafalkan. 
Saya memang sengaja mengajarkan pada mereka bahasa mandarin sedikit demi sedikit. Namun tetap tidak ada unsur paksaan. Semuanya berjalan wajar saja. Biarlah mereka menyukai seninya terlebih dahulu barulah mempelajari bahasanya. Adiknya Kristal, yaitu Giwang, anak bontotku juga menyukai lagu mandarin. Lucu ya:)
Mereka berdua mampu menghafalkan dua lagu mandarin dalam satu hari lho. Hebat kan...heheh
Dan bagi saya sebagai orang tuanya, saya sangat senang karena anak2 sejak dini sudah memiliki minat terhadap bahasa asing. Mudah2an bisa menjadi bekal yang berharga dan berguna kelak jika mereka dewasa. Apalagi suami, tidak pernah terbayangkan baginya bahwa akan memiliki anak2 yang mampu berbahasa mandarin dan menyanyikan lagu mandarin dengan lafal yang bagus. hihi..siapa dulu donk mamanya:) Saya walaupun tidak ada keturunan tionghoa, namun, semua kawan saya yang mampu berbahasa mandarin (orang2 tionghoa) selalu bilang bahwa mandarin saya ngelotok banget logatnya sudah seperti orang Cina asli:) 
ya iyalah...saya kan sejak usia 3 tahun memang sudah tinggal dan bersekolah di negeri penuh dengan bapao capcay siomai fuyunghai tersebut. Ya jelas saja logat saya seperti mereka yang lahir disana:)
Perhatikan gaya anak saya di video, benar2 PD banget deh:) Ditambah lagi papanya mereka yang suka jahil...ga jauh2 dari aksi sulapnya yang jahil lah....
Kami sangat beruntung. Dengan profesi kami sebagai seniman, banyak sekali waktu yang bisa kami luangkan untuk berkumpul dengan anak2 dan selalu menyempatkan mengajarkan sesuatu yang baru dan menyegarkan. Kami seperti orang tua pada umumnya, ingin anak2 bahagia dan selalu dekat dengan kami:) Amin...
Kristal dan Giwang...siapa tau diantara mereka berdua, salah satunya akan menjadi The Next Rani:) Tapi yang paling penting, sejak dini, saya selalu menanamkan rasa nasionalisme mereka. Anak2 saya harus berbangga menjadi orang Indonesia:)

Read more »

Lagu Ternyata Mampu Menjadi "Bahasa" Dari Hati Ke Hati Antar Negara


Jaman dulu, kita bisa saja protes jika tiba2 mendengar lagu Madu dan Racun (versi mandarinnya adalah fen sung ji mo he ai)yang dinyanyikan oleh Arie Wibowo ternyata dinyanyikan oleh penyanyi Taiwan dengan versi mandarinnya. Dan juga, kita bisa saja mengeluh mengapa orang Cina mengakui bahwa lagu Sing Sing So adalah milik mereka (versi mandarinnya adalah Chuan Ge). Tahukah anda lagu Somewhere Between yang dibawakan oleh pasangan Mochsin-Titiek Sandora dalam versi Indonesia? lalu ternyata sayapun menyanyikannya juga pada tahun 1996 bersama Sarwana dengan judul Hatimu Hatiku? :) Jika anda masih ingat..

Janganlah gusar. Rupanya, itulah indahnya harmony. Siapa saja yang menyukai lagu dari negara mana saja lalu disadur dalam bahasa lain, tentunya sudah membuktikan keindahan lagu tersebut yang membuat lagu tersebut "dibajak". Padahal sebenarnya, itu bukan masalah membajak. Tentunya sudah ada prosedurnya tersendiri dibalik bisnis rekaman tersebut. Pada dasarnya, ada peraturan, Undang2 yang berlaku dibalik semua itu. Tentunya harus disertai dengan "jual beli". Yaitu, membayar hak cipta lagu tersebut kepada si penciptanya yang pertama.
Mengukuti persyaratan yang diajukan secara hukum oleh si penciptanya. Mentaati batasan2 penggunaan lagu tersebut seuai jalurnya. Maka semua itu pasti bisa dilaksanakan dengan sangat baik dan tanpa mengusik berbagai pihak.

Kali ini, yang ingin saya bagi ceritanya adalah lagu Dangdut yang saya nyanyikan dalam versi mandarin. Lagu tersebut mendapatkan tempat yang spesial di hati pendengar di RRC beberapa waktu lalu. Saat saya tampil bersama team Kesenian DKI Jakarta, saya membawakan lagu tersebut. Lagu yang dinyanyikan oleh umi Elvie Sukaesih.

Pada tulisan saya yang sebelumnya, saya ada sempat menyebutkan bahwa saat saya merekam lagu tersebut, saya sempat kesulitan mencari tahu kemana saya harus membayar hak ciptanya. Yang ternyata penciptanya adalah orang Jepang asli dan tinggal di Jepang.
Dari situlah kami mengetahui ternyata lagu tersebut rupanya berasal dari lagu Jepang yang dirilis pada tahun 1967 oleh pasangan duet kembar wanita, The Peanuts. Sangat terkenal dan populer di masanya. Gaya mereka yang khas telah menjadikan lagu tersebut begitu dicintai oleh masyarakat Jepang. Cantik dan menarik, itulah ciri khas mereka.  Berikut ini adalah video penampilan The Peanuts dalam lagu KOI NO FUGA yang adalah lagu asli dari "Jangan Kau Pergi" yang dipopulerkan oleh umi Elvie Sukaesih.




Begitu terkenalnya lagu tersebut hingga menarik perhatian musisi Indonesia untuk menggubahnya dalam versi Indonesia bernuansa dangdut. Dan ternyata benar dugaan mereka,lagu tersebut terdengar sangat menjanjikan saat dinyanyikan oleh umi Elvie. Wow!!!Siapa yang tidak tahu lagu ini???Lagu yang sangat enak sekali. Dari mulai kalimatnya, musiknya, dan suara khasnya Elvie Sukaesih Diva Dangdut Indonesia saat itu. Luar biasa.
Coba saja saksikan video di bawah ini:

Nah...menyusul kesuksesan The Peanuts di Jepang, ternyata merekapun sama seperti Indonesia, sedang trend lagu "daur ulang". Pada tahun 2006 (kalau saya tidak salah mengingat), lagu KOI NO FUGA kembali dirilis oleh pasangan duet gadis belia saat itu. Dengan gaya yang khas, gerakan tubuh dan tarian yang unik, kostum mereka yang sangat sesuai dengan penampilan mereka, telah memberikan "demam" tersendiri di Jepang. Tarian mereka menjadi ajang lomba dimana2. Ibaratnya seperti Sinta Jojo, gaya mereka ditiru dimana2. 

Tidak hanya di Jepang saja, bahkan sampai orang asing pun ikut meniru gaya mereka. Di Japang, benar2 demam Koi No Dance:) Dari mulai pasangan anak2 sampai dewasapun berani tampil menirukan gayanya pasangan duet tersebut. Dengan nuansa musik yang lebih segar dari pendahulunya, KOI NO FUGA menjadi musik dan lagu yang sangat asik di telinga siapa saja yang mendengarnya. Simak saja penampilan mereka berikut ini:)





Nah, sekarang, bicara tentang karya saya nih...
Sayapun telah menterjemahkan lagu tersebut ke dalam bahasa mandarin. Mengapa mandarin? Ya karena versi Indonesia kan sudah dibawakan umi Elvie.
Mengapa tidak bahasa Inggris? hehehe...karena saya ahlinya di Bidang bahasa Mandarin dan kiblat saya adalah menarik perhatian mereka untuk menyukai kabudayaan Indonesia. Kalau Inggris, pasti sudah ada artis kita yang lain yang akan memperjuangkannya toh:) Sekarang, biarlah saya menempuh usaha menarik minat orang Chinese untuk mencintai budaya kita:)
Nah, lagu Jangan kau pergi/Koi no fuga ini saya beri judul Qing Ni Bu Yao Zou.



Dengan nuansa musik dangdut original, bukan Crispy:)p 
Saya membuatnya semakin asik untuk didengar, musiknya lebih atraktif dan meninggalkan kesan yang mendalam bagi yang mendengarnya. Mengapa saya memilih lagu orang lain ketimbang menciptakan lagu yang baru? Alasannya sangat sederhana, kalau saya menyanyikan lagu mandarin, lebih baik saya memilih lagu yang sudah dikenal dan familiar saja, itu akan lebih mudah diingat orang dan disukai:) Bukan berarti saya tidak PD untuk menyanyikan lagu baru loh. Masalahnya, ini dalam bahasa mandarin. Yang saya harapkan adalah orang Indonesia yang tidak mengerti bahasa mandarinpun juga bisa turut menyukainya. Paling tidak, jika dia tidak mengerti bahasa mandarinnya, maka dia akan ingat dengan versi bahasa Indonesianya. Kira2 seperti itulah:) Sama seperti saat saya menyanyikan lagu milik Krispatih "Demi Cinta" dalam bahasa mandarin. Ternyata, sahabat2 yang tidak mengerti bahasa mandarinpun juga turut menikmati lagu Demi Cinta versi mandarin tersebut:) Walaupun mereka tidak mengerti bahasa mandarin, namun mereka  bisa mengira2 artinya seperti lagu versi aslinya:)
Nah...rupanya, Musik adalah bahasa kalbu yang bisa menyatukan hati sesama...Indahnya berbagi harmony...


Read more »

Minggu, 02 Oktober 2011

Makan Di Resto Muslim

 
Pernah ke Cina? 
Kalau membayangkan negeri Cina, biasanya kita akan khawatir dengan sulitnya mendapatkan makanan yang halal disana.
Yang paling aman memang kita bawa bekal dari Indonesia. Misalnya: Pop Mie...ya ka?
Sebenarnya, tidak sulit mendapatkan makanan yang Halal. Tapi dengan satu syarat: Anda harus mampu membaca huruf Mandarin:)
Kalau saya, alhamdulillah karena memang bisa membaca, sehingga saya bisa memilih makanan yang sebaiknya kita makan dan mana yang harus kita hindari. 
Di Cina, terutama kota besarnya, banyak sekali mini market Seven Eleven. Mie mangkuk sejenis pop mie nya malah lebih enak dan mengenyangkan lho ...
Yang paling terkenal adalah Niu Rou Mian (mie daging sapi).
Kalau anda sulit membedakan yang mana daging B dan yang mana daging Sapi, nah, tinggal bilang saja ke pelayan di kasirbahwa anda memerlukan mie mangkuk yang berjenis NIU ROU MIAN, (NIU ROU=Daging Sapi, MIAN=Mie). Pasti akan dengan cepat dia bisa menunjukkannya. Dan jangan khawatir, minyak yang terkandung didalamnya adalah minyak sayur, bukan minyak B. 
Selama di Cina, kami tidak pernah khawatir untuk masalah makanan. Soalnya, kan ada Cece Rani...hehehe....makan apa saja aman deh kalau ada Cece atuhhhh...

Nah, kali ini, kita ceritanya serombongan ditraktir makan oleh kawan kita dari KBRI, mba Yani, yang sudah belasan tahun tinggal disana. Dia seorang Muslim. Dan sudah tau banget resto Muslim yang ada di Beijing letaknya dimana saja. 
Kalau urusan resto Muslim, ya suku Xin Jiang adalah patokannya. Xin Jiang adalah suku minoritas di RRC. Mereka memeluk agama Islam. Kalau kita masuk ke resto nya, pasti akan disambut dengan salam "Asalamualaikum". Nah, pastinya kita wajib menjawabnya dengan sopan donk.
Jangan khawatir. Masakan mereka benar2 100% Halal. Dan jenis makanannya waaahhhh mantab2 lah semuanya.
Saya paling suka menu : cah Kulit cabe hijau (paprika hijau) nya. Enak bangetttttt. Rasanya, cukup satu menu itu saja saya sudah puas lho...
Bertepatan dengan ulang tahun Selky, kami makan di resto Muslim nih. Ramai2 dengan para penari dan pemain Gamelan. Asik banget kalau makan rame2. seruuuuu......
Ujung2 nya, pasti minta "Da Bao" artinya "bungkussssss"....hahaha...karena porsi masakan mereka itu besar banget loh. Jadi hati2 yah kalau pesan makanan di resto Muslim, satu porsinya itu bisa cukup makan berempat. Sedangkan kita saat itu memesan 6 jenis menu dan masing2 2 porsi. Kebayang ga tuh banyaknya??????
Ya jelas saja akhirnya kita teriak "Da Baoooooo".....bungkusssssssss....
 O iya, saya mau ucapkan sekali lagi ke Selky, penari saya, sahabat saya....Selamat Ulang Tahun ya Selky.....Mudah2an ulang tahun di Cina kali ini membawa kenangan tersendiri ya Sel.....Luv You:)





Read more »

Sabtu, 01 Oktober 2011

Disini Sulap Disana Sulap Dimana-mana Ada Sulap





Jangan dikira selama perjalanan tugas ini kami merasa bosan lho...wah...tidak ada kata membosankan tuh. Setiap harinya ada saja pengalaman yang menyenangkan. Dan lebih beruntungnya lagi, kepiawaian suami saya dalam bermain sulap mendatangkan gairah tersendiri bagi para peserta roadshow. Perjalanan kali ini memang tidak melibatkan dia untuk tampil bermain sulap. Namun, kehadiran dia yang selalu mendampingi saya rupanya tidak disia2kan begitu saja oleh kawan2 yang lain. Selalu saja dia ditodong untuk sekedar memperlihatkan trik sulapnya yang ajaib. Bahkan mereka tidak segan2 untuk belajar lho. Pokoknya, saat beristirahat di sela aktifitas kami, Adri selalu menyempatkan diri berbagi ilmu sulap dengan kawan2 kami selama perjalanan. Benar2 menyenangkan. Dan dia memang sengaja membawa peralatan sulapnya untuk dibagikan pada kawan2 kita. 
Jangan dikira bahwa Adri saat ini jarang tampil di TV lalu berarti dia sudah tidak mahir lagi ...Bukan Adri Manan namanya kalau begitu:) 
Biar bagaimanapun, Adri bisa dibilang adalah opanya para pesulap Indonesia.hehe...
Setelah almarhum Om Robbin, penerusnya adalah angkatannya Adri Manan deh...
Haram hukumnya kalau pesulap tanah air tidak mengenal nama Adri Manan. Serius niiih..
Sebelum sulap semarak seperti saat ini, Adri bisa dibilang adalah angkatan "awal" dunia sulap Indonesia.
Walaupun jarang tampil di TV, namun off air nya Adri tetap banyak. Sehingga, ilmu sulapnya tidak punah. 
Tidak mudah lho belajar sulap. Apalagi yang menyangkut "kecepatan" tangan. Wahhh..Adri jagoannya deh..
Kalau dengan menggunakan "alat bantu", itu sih siapa saja juga bisa memainkannya hanya dalam waktu singkat. Namun kalau sudah urusan kepiawaian tangan, wahhh...itu benar2 harus berguru dulu tuh...butuh waktu yang sangat lama untuk bisa mahir. Makanya, saya paling benci kalau ada orang yang meremehkan pesulap. Karena, tidak mudah lho untuk menjadi seorang pesulap sejati. Jika anda hanya dapat memainkan sulap kalau anda selalu membutuhkan alat bantu khusus yahhh...itu sih baru semi pesulap. Nah, juka anda bisa seperti Adri yang kapan dan dimana saja bisa menggunakan benda sekitarnya menjadi objek sulap yang menarik, itu baru namanya pesulap dehhh....

Adri memang jarang menerima murid untuk belajar.
Dia lebih tertarik untuk berbagi ilmu secara gratis. Karena, pada dasarnya, dia memang tidak pelit ilmu. Dan sifatnya yang suka "angin2an" memang tidak cocok untuk menetap menjadi seorang guru. Dia sangat pemilih. Jika dia menyukai seseorang dan menganggap orang itu potensial, maka tidak akan segan2 dia berbagi ilmu dengan orang tersebut. Tetapi kalau memang hatinya merasa tidak cocok dengan orang tersebut, dia tidak akan pernah mau berbagi ilmunya walaupun dibayar mahal:) Ya itulah sifat dia....

Tapi kalu urusan koleksi alat sulap...ahahahyyy...anda pasti tidak percaya...investasi peralatan sulapnya dia itu mencapai nilai 5M!!!!!! Gila kan????
Gudang alat sulapnya saja ada 4 lho!!!! Dan isinya sudah mencapai angka 6ribuan item alat sulap. Dari mulai yang kecil sampai yang GIANT!
Alat sulap dia yang paling mahal saja harganya adalah 7500 USD itupun hasil lelangan pada tahun 1987...2nd dari pesulap dunia yang dia beli lewat lelang online. Bayangkan, kalau dihitung dengan nilai mata uang sekarang...pasti harganya sudah ratusan juta...

Banyak sekali pesulap yang penasaran ingin menengok "museum"nya ini...tapi belum ada satupun yang berhasil membujuknya lho...kecuali mereka beberapa murid kesayangannya saja:)
Sudah bukan rahasia lagi jika Adri Manan dijuluki sebagai kolektor Sulap terbanyak di Indonesia:)
Read more »

Review Produk