Jumat, 30 September 2011

Mencintai Budaya Indonesia




Misi kali ini adalah mempromosikan kebudayaan Jakarta. 
Hehee...sebanarnya, bukan semata2 ingin menarik masyarakat Cina untuk berlibur ke Jakarta. Namun, yang paling utama adalah memperkenalkan nama Jakarta kepada mereka. Selama ini, mereka hanya tau Pulau Bali saja. Masih asing bagi mereka dengan nama kota Jakarta ini.

Rombongan DKI Jakarta yang berangkat ada 40 orang. Saya berpikir, jika kita hanyak mempromosikan kota Jakarta dengan menggunakan bahasa Inggris, wahhh...pasti ga nyambung nih nanti. Sebab, masih jarang sekali orang RRC yang mampu mengerti bahasa Inggris. Yang paling tepat adalah menggunakan bahasa mandarin donk:)

Nah, itulah gunanya Rani..hihih...biar kecil gini orangnya, manfaatnya besar lho:)

Saya berusaha selalu menggunakan bahasa mandarin agar mereka semua mengerti maksud dan tujuan kita disana. Dari sekian banyak yang tampil di acara2 promo tersebut, saya sendirilah yang menggunakan bahasa mandarin, selain itu ada MC lokal yang memimpin jalannya acara di panggung. 
Banyak juga sih terjadi missed komunikasi saat panitia menyampaikan maksud dan tujuannya kepada EO setempat dengan menggunakan bahasa inggris. Tapi semua itu bisa diatasi. Sebisa mungkin saya menterjemahkannya ke dalam bahasa mandarin. Dan semua berjalan dengan baik dan menyenangkan. 

Untuk urusan penampilan, saya tetap mengandalkan gaya busana khas Indonesia donk. Temanya kan Betawi, ya kudu pakai baju bernuansa betawi donk. Namun, bahasanya tetap mandarin. hahhaa...lucu kan???kulit tidak putih, mata tidak sipit, bajunya gaya Betawi, tapi ngomongnya bahasa Cina:) Dan justru itu yang membuat penonton bersimpatik. Mereka menjadi dekat dengan kita. Saya mengatakan bahwa di Jakarta-Indonesia juga banyak suku mereka yang lama tinggal di negara ini, sehingga mereka tidak perlu khawatir jika mereka ke Indoneisa tidak bisa bahasa Indonesia.

Soal lagu2 yang saya bawakan, wahhh...itu tuh yang unik...heheh...sy dengan cekatan menggubah lagu betawi dalam bahasa mandarin sehari sebelum saya berangkat ke Cina.

Lagu2 yang saya siapkan:
1. Ondel ondel
2. Sirih Kuning
3. Kicir kicir
4. Ujan gerimis aje
5. Nonton Bioskop
6. Sang Bangau
7. Tian Mi Mi gaya betawi

Semuanya saya bawakan dalam bahasa mandarin. Dan mereka semua suka, karena mengerti maksud arti dari lagu2 tersebut.



Yang heboh lagi, mereka ikut berjoged saat saya menyanyikan lagu dangdut dalam bahasa mandarin. (lihat di halaman berikutnya yah)
Usaha saya berhasil dalam memperkenalkan budaya Jakarta-Indonesia. Lagu dangdut rupanya bisa diterima oleh mereka asalkan kita pas membawakannya dengan gaya yang mereka suka. Tentunya dalam bahasa mandarin. Sampai2 CD sovenir berisi lagu2 saya ludes menjadi rebutan disana. Saya ga jualan, tapi membagikan secara gratis untuk menyemarakkan acara dengan kuis2 dan permainan di sela2 saya nyanyi.

Ini lagu dangdut yang saya bawakan:
1. Jangan Tunggu lama-lama (cici paramida) versi mandarin "bu yao rang wo deng tai jiu"
2. Rindu Berat (Camelia Malik) versi mandarin "xiang si bing"
3. Jangan Kau Pergi (Elvie Sukaesih) versi mandarin "qing ni bu yao zou"

Anda penasaran ingin melihat videonya lagu2 lainnya? atau ingin mendengarkan lagunya???? 
Silahkan saja lihat di halaman berikutnya yah:)

Ayo teman2, kita lestarikan seni budaya bangsa kita. 
Saat ini, Cina adalah negara yang besar dan kuat. Sangat potensial untuk menjalin kerja sama dengan mereka. Saya bukan politikus, hanya seorang seniman yang kebetulan bisa berbahasa mandarin dan bisa bernyanyi dan berusaha mengharumkan nama Indonesia dengan selalu mengangkat budaya kita dengan versi bahasa mandarinnya:) 
Kalau anda, apa yang bisa anda lakukan untuk tetap mendukung kelestarian budaya kita? Pasti andapun juga memiliki kemampuan yang hebat sebagai anak Indonesia. Dan pasti anda sama seperti saya, ingin nama Indonesia dikenal di seluruh dunia bukan predikat buruknya, namun predikat terbaiknya:)

0 komentar :

Posting Komentar

Review Produk