Minggu, 05 Juni 2011

My Red Dragonfly...

video
Lagu dinyanyikan oleh Rani.
Air Mata
Cipt. Ismail Marzuki
Terima kasih, sahabat saya, Vindra yang sudah memberikan kado khusus ini yang nyatanya telah mengembalikan memori saya pada capung-capung senja itu...

Your delicate wings rapidly beat the air
The sleekness of your weightless body hovers
Curiously observing as though you care
Steadily searching for lifelong endeavors

Do you bring a message of a tranquil destiny?
Does your evolving maturity convey wisdom?
If I follow, will I find harmony or perplexity?
As you disappear… I am serenely lonesome

Sebenarnya bukan poem yang saya buat...
Hanya, sepertinya pernah baca dimana ....langsung jatuh cinta..

Dragonfly....
Saya punya kenangan indah di usia masih di sekolah dasar..
Kenangan terindah bersama adik-adik saya...saat mereka masih sehat dan ceria
Kami berlarian mengejar sekumpulan capung terbang menari kesana kemari...
Khayalan kami bertiga, capung-capung itu adalah Tinker Bell bersama kawan-kawannya..
Ingn sekali mendapatkannya dan menyimpannya di dalam botol seperti dalam film kartun  Peter Pan

Dragonfly....
Tak akan pernah saya melupakan saat itu...di kota Bandung..jelang senja...kami bertiga berkejaran berusaha menangkap salah satunya...
Bahagia luar biasa..

Dragonfly...
Cinta saya, rindu saya, kenangan saya, akan selalu ada setiap saya mendapati  capung, mulai sekarang..

Terima kasih atas gambar capung merah di atas...telah bertahun-tahun lamanya saya melupakan sosok capung dalam khayalan saya yang menyerupai Tinker Bell..


Gatot Sena Wardana...atau lebih dikenalnya..Bram...
Nama "Bram" tiba-tiba muncul begitu saja dari mulut anak-anak saya...saya sempat heran, nama dari mana itu...rupanya, almarhum lebih suka dipanggil dengan sebutan "Bram" daripada nama aslinya sendiri. Sampai orang tua sayapun protes, mengapa tidak menggunakan nama pemberian orang tua. Dia hanya menjawab, nama "Bram" telah menjadikannya manusia baru yang lebih percaya diri:) Dan...saya setuju itu.


Hampir semua orang melupakan nama aslinya. Sampai sayapun yang awalnya ragu dan tidak terbiasapun juga memanggilnya Bram. Dan saya sangat menghargai nama "baru" nya itu:)
Manusia satu itu benar-benar selalu menjadi sorotan di tengah keluarga besar dan juga kalangan kawan-kawannya. Tidak ada Bram, maka acara berkumpulpun tidak akan meriah. Dia selalu mampu mengundang tawa semua orang didekatnya. Padahal sebenarnya, hidup dia penuh dengan penderitaan.


Saya dan dia, sungguh pasangan kakak beradik yang sangat kompak. Saya merasa, tidak ada lagi ikatan bersaudara yang mampu menyaingi ikatan saya dan Bram.
Dia selalu ada untuk saya. Kapanpun dimanapun. Dia selalu bisa memberikan saya telinganya untuk mendengarkan semua kisah saya. Dan saya juga selalu membalasnya dengan perbuatan yang selalu melindungi dia dan membelanya.


Tahun-tahun terakhir sebelum dia pergi, adalah tahun yang sangat berarti buat saya. Rasa sesalpun melimpah...saya merasa tidak cukup baik untuk berperan menjadi seorang kakak yang sempurna. Saya merasa belum cukup berbuat banyak untuk membantu mengatasi penderitaan sakitnya. Saya terlalu egois sebagai seorang kakak tertua. Sesal demi sesal saya alami setiap saat setelah dia pergi. Rasa rindu tidak pernah terlewatkan. Kemanapun saya selalu membawa serta namanya di mulut dan di hati saya. Saya merasa, dia selalu ada dan tidak pernah pergi dari sisi saya.


Semua yang telah dia perbuat untuk saya, satu demi satu saya rangkai untuk saya kenang.
Bram, adik yang luar biasa. Adik yang baik. Adik yang tidak pernah membantah perintah kakaknya. Adik yang selalu melindungi kakak perempuannya. Saya tidak pernah tidak getir setiap mengingat dia dan menyebut namanya.
Bram...akan selalu ada...ada...dan selalu ada...
Terlalu banyak rangkaian kisah baik buruknya dia. Yang patut ditiru dan yang tidak patut diikuti. Kisah hidup dia benar dapat menjadi inspiratif bagi banyak orang..
Keinginan saya saat ini, adalah dapat merangkum semuanya, menjadikannya sebuah kisah yang bermanfaat untuk setiap manusia yang terperosok seperti dia.
Kapankah...? Tinggal mengumpulkan tenaga dan pikiran juga waktu yang bisa mendukung saya untuk memulainya...Insyaallah...



Gambar ini...kembali mengingatkan saya...masa itu...

Dan, tak akan pernah lagi saya berniat menangkap salah satunya...

Biarlah mereka terbang, terbang, terbang jauh...bebas, lepas, cantik...cantik..dan saya janji, tidak akan kesepian lagi , karena adik-adik saya, akan selalu ada di hati ini..

Bram(Gatot), Chien, dan saya


0 komentar :

Posting Komentar

Review Produk