Kamis, 24 Maret 2011

Tulisan Di atas 1256 butir Beras Melambungkan Pulau Kemaro




 

 

Aksara cina yang tertulis di atas 1256 butir beras putih (Palembang,17 Februari 2011)

by Cece Rani on Friday, February 18, 2011 at 8:08am
克马绕岛的传说
巨 港是一个在苏门答腊南部城市。高度吸引旅游来港。除了典型的巨港食品让每一个外国游客的喜爱,穆西河也是非常美丽愉快的景点。每名游客来参观穆西河流,只 为了拍照。阿盟沛拉桥也是一个非常美丽的旅游景点。红色的桥,使周围的环境变得更美丽。人民都知道巨港有许多美丽的故事与传说,大人们都不会忘记告诉孩子 们永远记住这些美丽的传说。其中之一是克马绕岛的传说是非常有名的。印尼友好国家都知道克马绕岛是在巨港的那一边。每名来自外国的游客几乎都还没有听说这 美丽的传说, 也许是因为语言不通,所以我用汉字写了克马绕岛的传说,让他们明白其实他们每年拜访的岛拥有一个多么美丽的故事。巨港著名民族间的文明是非常好的。华裔好 友和当地人和睦相处。他们都很尊重他们的宗教。如果华裔好友庆祝他们的大日子,当地好友并没有伤害他们的活动更活跃着他们的大好日子。所以,如果当地人也 庆祝的大日子,华裔好友永远携手合作,以帮助该事件的实现。巨港真的可以成为印尼其他地区的榜样。对每一位公民的中国庆祝活动之一,他们最期待的是农历新 年假期。农历新年的节日庆祝活动,是每个人在巨港的乐趣。甚至,巨港总是成为外地人来参观的中心。

克马绕岛屿地区过新年十 五天之后, 也就是所谓的元宵节,新的一年中,每年总是访问了丰富的特殊旅客。甚至可以达到数万人。一般来说,来自不同地区和国家的华人。农历新年的各种传统仪式进行 在那里。节日的庆祝活动将是舞狮,舞龙,中国木偶,等等。来的游客,即从马来西亚,新加坡,中国,台湾,香港。这个岛成为仍然爱他们的祖先文化的目的地。 克马绕岛仍是南苏门答腊一个非常有吸引力的地方。特别是对岛上有著名的寺庙和陵墓被认为一对恋人死了的坟墓。

传说,古时候 有一个中国太子爱上了巨港原生的皇室公主名叫西蒂法蒂玛。他们俩相爱到了即将结为夫妻。但是,他们的恋情并不能够圆满结合而且结束的可悲。此前,中国太子 为了向巨港公主西蒂法蒂玛求婚,他请求父亲从中国派出许多部队带来九罐金条嫁妆。但是因为在路途中会有遇到许多强盗与海盗,为了防备,他们在大罐子顶上放 了许许多多的蔬菜好让土匪们不抢走他们带来的嫁妆。当他们平安的到达了穆西河河口,太子见了堆满蔬菜的罐子,太子以为父亲弄错了,他感到非常羞愧,觉得没 有脸去向公主求婚。太子又生气又伤心, 于是他分布将罐子一个一个的丢进河里。当最后一个罐子爆发之前掉下了河的时候,从罐子里头跳出了里面所藏的金条。太子感到惊讶,他立刻跳进河里,接着她的 下人们也跟着太子跳进穆西河来帮太子取那些已经淹没了的九个大罐子。然而, 太子与他的保镖们从未再出现了。这件事真令西蒂公主悲伤与绝望。她到了穆西河河边,决心跳进河里寻找她遗失的爱人。
他们深刻的爱情故事流传到现在。就像牛郎织女的一个美丽的传说。据传说,人们到现在也相信克马绕岛弹出的是一对情侣的坟墓。

庆祝仪式的高潮是在岛上克马绕所载的最古老的庙宇和陵墓。
到 那里的华人数千名居民的日期,每年元宵节数以百计的庆祝去参观岛上的崇拜和朝圣。高峰发生在十五日午夜农历新年。但在此之前和之后一天的庆祝活动的人又陆 续抵达。潜在的自然旅游,风俗和传统,在苏门答腊南部巨港省朝圣应得到良好的保护,才能真正成为一个吸引大家来参观而且不厌倦

Terjemahan secara singkat:
Perayaan Cap Goh Meh di Pulau Kemaro tersebut, mengingat kawasan tersebut menjadi legenda bagi warga keturunan Tionghoa.
Dalam legenda itu, pada zaman dahulu terdapat seorang anak raja dari Negeri China yang ingin mempersunting putri asli Palembang.
Percintaan mereka berakhir tragis, menyusul putra Raja China yang bernama Tan Bun Ann tersebut meninggal dunia setelah mengetahui guci yang dibawa prajurit dari tanah Tiongkok yang dibuangnya (guci untuk persembahan pinangan, semula dianggap tidak berisi apa-apa) ke dasar Sungai Musi ternyata berisi emas.
Selanjutnya putri asli Palembang pun ikut menceburkan diri ke sungai, dan sampai kini legenda tersebut masih diyakini etnis Tionghoa, ujar dia.
Menurut legenda itu, dipercayai bahwa Pulau Kemaro yang menyembul keluar adalah kubur dari dua orang yang menceburkan diri itu.
Sampai saat ini ratusan ribu warga keturunan Tionghoa setiap tahunnya pada perayaan Cap Goh Meh, terus mendatangi pulau tersebut untuk beribadat dan berziarah.
Puncaknya terjadi pada tengah malam hari ke-15 Tahun Baru Imlek, tetapi sebelumnya dan sehari sesudah perayaan tersebut, warga terus berdatangan secara bergantian.
Hingga kini pulau yang menurut cerita berupa gundukan tanah yang muncul dari Sungai Musi dan dianggap sebagai makam puteri dan pangeran serta para dayangnya, terus dirawat oleh pengelola dan penjaga pulau itu.
Dalam legendanya, Pangeran Tiongkok Tan Bun An hendak melamar Sang Putri Raja Palembang (Siti Fatimah).
Kaisar Tiongkok pun mengirim mas kawin (mahar) dalam sembilan guci berisi emas batangan untuk melamarnya.
Pada bagian atas guci itu, untuk mengelabui para bajak laut dalam perjalanan saat itu yang penuh marabahaya, ditutupi dengan sayuran.
Namun sesampai di muara Sungai Musi, Pangeran Tiongkok mengetahui bahwa guci itu hanya berisi sayuran, menjadi malu.
Satu per satu guci tersebut diceburkan ke Sungai Musi.
Tapi saat guci terakhir yang pecah sebelum tercebur ke sungai, justru berhamburan emas batangan dari dalamnya.
Pangeran pun kaget dan berupaya mencari untuk mengambil guci yang telah masuk sungai. Namun pangeran itu bersama pengawalnya tak pernah muncul ke permukaan air lagi.
Peristiwa itu membuat putri Siti Fatimah menjadi sedih dan berputus asa, sehingga bersama dayangnya juga menceburkan diri ke sungai untuk bertemu pangerannya.
Legenda cinta sejati itu turun temurun dikisahkan dan terkenal sampai sekarang.

Hanya bisa dibaca jika gunakan kaca pembesar
Penulisan dalam waktu 3jam 38 menit 21 detik
1256 butir beras dengan kisah cinta Siti Fatima dan Tan Bun An
Proses penulisan dan liputan media
Tercatat sebagai pemecah recor MURI penulisan huruf mandarin di atas beras terbanyak dalam waktu singkat
Penghargaan bergengsi yang diterima oleh saya dan masyarakat Palembang

0 komentar :

Posting Komentar

Review Produk