Kamis, 24 Maret 2011

1000 Beras Mengukir Prestasi



 

 

 1000 Butir Beras Mengukir Keindahan Wisata Indonesia (Pulau Kemaro-Palembang)

by Cece Rani on Thursday, February 17, 2011 at 11:39am
Tegangnya menunggu detik-detik berhadapan dengan team MURI dan gubernur juga dubes Cina yang akan hadir nanti siang di Ball room hotel Royal Asia. Bebrapa hari ini semua team sukses acara Imlek nasional yang diselenggarakan di kota Palembang ini benar2 telah menguras semua tenaga dan pikiran semua pihak yang terkait. Mungkin, dikarenakan untuk kali ini kota Palembang akan mengadakan sesi pencatatan Record MURI. Palembang, selain merupakan kota empek2, juga merupakan kota yang pembauran etnis tionghoa dan pribumi nya sangat baik dan rukun. Hal ini sangat terlihat di saat2 seperti ini. Saya dan team yang sama sekali tidak ada darah tionghoa ikut maju untuk membantu terlaksananya acara tersebut, agar sukses dan lancar. Kami bersama para panitia yang mayoritas turunan tionghoa bekerjasama sangat kompak untuk mewujudkan semuanya. Puncaknya adalah besok di istana kediaman Gubernur Alex Nurdin di Palembang. Kami akan berkolaborasi dengan kebudayaan tradisi tionghoa dalam merayakan imlek dan cap go meh nya. Rani akan tampil berkolaborasi dengan paduan khas kesenian Indonesia dan China di sana. Untuk hari ini, adalah yang paling menegangkan. Sebab, saya harus berkonsentrasi penuh, mata saya harus tajam dan tangan saya tidak boleh gemetar agar aksara Cina yang sy tuangkan di atas butiran beras2 putih dan mugil produksi Indonesia yang berjumlah tidak kurang dari 1000 butir banyaknya dengan disaksikan ribuan pasang mata juga berbagai media elektronik. Tingkat kesulitan yang akan saya hadapi adalah saat saya harus menuliskan huruf aksara cina yang rumit dan padat. Biasanya akan terjadi kegagalan dan saya harus mengulanginya dengan butiran beras yang baru samapi huruf tersebut sempurna dan dapat dibaca dengan kaca pembesar dengan jelas dan benar. Saya yang hanya mempelajari bahasa mandarin lewat bangku sekolah dasar di Taiwan dan beijing ini akan menuliskan sejarah pembauran  etnis china dan Indonesia di kota Palembang ini melalui legenda Pulau Kemaro yang indah, kisah cinta dua sejoli Putri Siti Fatima dan Pangeran dari China yaitu, Tan Bun an. Kisah cinta sejati yang telah membentuk sebuah gunung(pulau) yang setiap tahunnya ramai dikunjungi oleh mereka yang bersyukur atas hadirnya tahun baru dan harapan baru. Uniknya, tidak hanya sahabat2 kita yang tionghoa yang akan hadir di pulau tsb, namun juga banyak sekali sahabat2 muslim maupun agama lainnya yang turut serta mengunjungi pulau tersebut setiap tahun untuk menyaksikan berbagai pertunjukan luar biasa di pulau tersebut. Dari Malaysia, China, hongkong, Singapore, Taiwan , dan juga daerah2 nusantara Indonesia berbondong2 memadati area perayaan tersebut di Pulau Kemaro yang tersohor ini. Tujuan saya memilih kisah ini, hanya sekedar ingin memperkenalkan lagi kpd khalayak ramai, bahwa Indonesia rupanya memiliki wilayah wisata di Sumatra Selatan yang sangat dikagumi legenda dan sejarahnya oleh masyarakat luar negeri. Marilah bersama2 kita menjaga keindahan alam milik Indonesia, satu persatu marilah kita angkat kisah2 indah dibaliknya..secara unik dan mengesankan,agar mereka para turis Indonesia mengenal setiap keindahan milik Indonesia, dimulai dari persembahan saya, Ukiran Aksara Cina di atas 1000 Butir Beras Hari Ini : Legena Pulau Kemaro.
Apakah saya sanggup menyelesaikan dlm waktu 4 jam yang mereka berikan? Doa para sahabatlah yang merupakan penambah semangat saya.
Selamat hari raya Imlek para sahabat, dan selamat merayakan hari bersyukurnya di Cap go meh ini.
http://us.detiknews.com/read/2011/02/15/004520/1571346/10/seribu-butir-beras-akan-ditulisi-kisah-cinta-siti-fatimah
@Ball room Royal Asia Hotel- palembang, lokasi pelaksanaan MURI
Pulau kemaro, pagoda indah menjulang tinggi di tengah pulau
Menyebrang dari palembang
inilah lokasi pulau Kemaro yang memiliki kisah indah dibaliknya

0 komentar :

Posting Komentar

Review Produk