Sabtu, 17 Desember 2011

Alat2 pijat unik

ehmmm..banyak sekali sekarang alat pijat yang ditawarkan oleh produsen dewasa ini. Mengingat memang kehidupan kota besar yg ckp membuat stress. Kemacetan lalu lintas membuat pengendara mobil dan motor tak berdaya merasakan nyerinya pundak dan leher bahkan sampai kepala pusing. Peralatan pijat yg kt jumpai sering kali tdk sesuai kocek kt. Muahallll... untuk mendapatkan alat pijat yg murah meriah namun benar2 bermanfaat dan berkwalitas sungguh tdk mudah. Perjalanan sy yg selalu naik mobil membuat sy merana banget kl terkena "mumet" di kepala:( Namun saat saya mengadakan perjalanan bisnia ke china saya mendapatkan bbrp item alat pijat yg praktis dan murah bgt..hahaha...inovasi jepang yg ok bgt..sy ga pernah kelupaan membawa serta alat pijat tsb di dlm tas sy...ada 3 macam: utk kepala, mata, pundak. wah...mantab lah pokoknya. Apalagi harganya murah:)








www.rahasia-cantik.tokopedia.com
posted from Bloggeroid
Read more »

Sabtu, 26 November 2011

Asal usul Ondel-ondel

Jakarta memang punya daya pesona luar biasa. Betapa tidak, kedudukannya sebagai ibukota negara telah memacu perkernbangannya menjadi pusat pemerintahan, pusat perdagangan, pusat perindustrian, dan pusat kebudayaan. Jakarta menjadi muara mengalirnya pendatang baru dari penjuru nusantara juga mancanegara. Unsur seni budaya yang beranekaragam yang dibawa serta oleh para pendatang itu menjadikan wajah Jakarta semakin memukau. Bagaikan sebuah etalase yang memampangkan keindahan, Jakarta adalah ratna manikam yang gemerlapan. lbarat pintu gerbang yang megah menjulang Jakarta telah menyerap ribuan pengunjung dari luar dan kemudian bermukim sebagai penghuni tetap.
Lebih dari empat abad lamanya arus pendatang dari luar itu terus mengalir ke Jakarta tanpa henti-hentinya. Bahkan sampai detik inipun kian hari tampak semakin deras, sehingga menambah kepadatan kota. Pada awal pertumbuhannya Jakarta dihuni oleh orang-orang Sunda, Jawa, Bali, Maluku, Melayu, dan dari beberapa daerah lainnya, di samping orang-orang Cina, Belanda, Arab, dan lain-lain, dengan sebab dan tujuan masing- masing. Mereka membawa serta adat-istiadat dan tradisi budayanya sendiri Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi antar penduduk, adalah bahasa Melayu dan bahasa Portugis Kreol, pengaruh orang-orang Portugis yang lebih dari satu abad malang melintang berniaga sambil menyebarkan kekuasaanya di Nusantara.
Di Jakarta dan sekitarnya berangsur-angsur terjadi pembauran antar suku bangsa, bahkan antar bangsa, dan lambat laun keturunannya masing- masing kehilangan ciri-ciri budaya asainya. Akhirnya sernua unsur itu luluh lebur menjadi sebuah kelompok etnis baru yang kemudian Betawi etnis baru yang kemudian dikenal dengan sebutan masyarakat Betawi.
Dari masa ke masa masyarakat Betawi terus berkembang dengan ciri-ciri budayanya yang makin lama semakin mantap sehingga mudah dibedakan dengan kelompok etnis lain. Namun bila dikaji pada permukaan wajahnya sering tampak unsur-unsur kebudayaan yang menjadi sumber asalnya.
Jadi tidaklah mustahil bila bentuk kesenian Betawi itu sering menunjukkan persarnaan dengan kesenian daerah atau kesenian bangsa lain.Bagi masyarakat Betawi sendiri segala yang tumbuh dan berkembang di tengah kehidupan seni budayanya dirasakan sebagai miliknya sendiri seutuhnya, tanpa mempermasalahkan dari mana asal unsur-unsur yang telah membentuk kebudayaannya itu. Demikian pulalah sikap terhadap keseniannya sebagai salah satu unsur kebudayaan yang paling kuat mengungkapkan ciriciri ke Betawiannya, terutama pada seni pertunjukkannya..
Berbeda dengan kesenian kraton yang merupakan hasil karya para seniman di lingkungan istana dengan penuh pengabdian terhadap seni, kesenian Betawi justru tumbuh dan berkernbang di kalangan rakyat secara spontan dengan segala kesederhanaannya. Oleh karena itu kesenian Betawi dapat digolongkan sebagai kesenian rakyat.
Salah satu bentuk pertunjukan rakyat Betawi yang sering ditampilkan dalarn pesta-pesta rakyat adalah ondel-ondel. Nampaknya ondel-ondel memerankan leluhur atau nenek moyang yangsenantiasa menjaga anak cucunya atau penduduk suatu desa. (kotatua.blogspot.com/2007/06/sejarah-budaya-jakarta.html)

Media utama kesenian ini adalah sebuah boneka raksasa tinggi-besar. Ukurannya sekitar 2,5 meter. Nah, boneka inilah yang lazim disebut dengan ondel-ondel. Boneka ini berbahan dasar bambu. Bagian dalamnya dibuat semacam pagar atau kurungan ayam supaya mudah dipikul orang yang membawanya. Boneka ini digerakan oleh seseorang yang masuk ke dalam. Jangan pernah bayangkan wajah boneka ondel-ondel ini rupawan. Buang kesan itu jauh-jauh. Karena wajah ondel-ondel ini bisa dibilang “menyeramkan” dan absurd sekali. Matanya besar-bulat melotot. Kepalanya dilapisi ijuk atau kertas-kertas warna-warni, sebagai rambut. Jika “manggung” ondel-ondel selalu dibawa sepasang: lelaki-perempuan. Ada ciri khas ondel-ondel lelaki dan perempuan. Lelaki wajahnya berwarna merah tua sedangkan perempuan biasanya berwarna putih. Entah ada atau tidak hubungan antara pewarnaan ini dengan warna bendera kita: merah-putih.

Berdasarkan situs whalee.wordpress.com/2008/04/14/ondel-ondel/ dikatakan bahwa

Ondel-ondel konon telah ada sebelum Islam tersebar di Jawa. Dahulu berfungsi sebagai penolak bala atau semacam azimat. Saat itu, ondel-ondel dijadikan personifikasi leluhur penjaga kampung. Tujuannya untuk mengusir roh-roh halus yang bergentayangan mengganggu manusia. Oleh karena itu tidak heran kalau wujud ondel-ondel dahulu, menyeramkan. Gambar foto dari sejarawan Rushdy Hoesein yang dilansir dari milist Historia Indonesia membuktikan hal itu. Menurut Rushdy, foto tersebut (lihat gambar) merupakan pertunjukan ondel-ondel pada tahun 1920-an. Wajah ondel-ondel lebih mirip raksasa lengkap dengan caling dan mata melotot. Ciri ondel-ondel perempuan dan lelaki pun tidak jelas (milist historia-indonesia).

Seiring perjalanan waktu, fungsinya bergeser.  pada masa Ali Sadikin menjadi Gubernur DKI Jakarta (1966-1977), ondel-ondel menjelma menjadi seni pertunjukan rakyat yang menghibur. Biasanya disajikan dalam acara hajatan rakyat Betawi, penyambutan tamu kehormatan, dan penyemarak pesta rakyat. Dibeberapa daerah di Nusantara, terdapat juga pertunjukan kesenian yang mirip ondel-ondel, seperti di Bali jenis kesenian yang mirip ondel-ondel ini disebut dengan barong landung dan di Jawa Tengah yang dikenal masyarakat sana dengan sebutan barongan buncis. Karena pada awalnya berfungsi sebagai personifikasi leluhur sebagai pelindung, maka bisa dikatakan bahwa ondel-ondel termasuk ke dalam salah satu bentuk teater tanpa tutur. “Ning-nang-ning-nung…” ondel-ondel beraksi diiringi musik yang khas. Musik pengiringnya sendiri tidak tentu. Bergantung rombongan masing-masing. Ada yang menggunakan tanjidor. Ada yang diiringi dengan pencak Betawi. Dan ada juga yang menggunakan bende, ningnong, dan rebana ketimpring.

Read more »

Asal usul Betawi

Sejak dulu memang sudah banyak perdebatan mengenai asal mula beragam budaya yang kini ada di Betawi. Paralel dengan perdebatan sejak kapan kaum Betawi eksis. Pakar masalah Betawi seperti Ridwan Saidi mengungkapkan bahwa orang Betawi sudah ada sejak jaman Neolitikum. Sementara Lance Castle, sejarawan Belanda, mengatakan bahwa yang disebut kaum Betawi baru muncul pada tahun 1930, saat sensus penduduk dilakukan. Pada sensus penduduk sebelumnya, kaum Betawi tidak disebutkan. Kala itu sensus memang dilakukan berdasarkan etnis atau asal keturunan.
Namun terlepas dari itu, memang kemunculan kaum Betawi baru terdengar secara nasional pada saat Muhamad Husni Thamrin mendirikan Perkoempoelan Kaoem Betawi.
Sebelumnya etnis Betawi hanya menyebut diri mereka berdasarkan lokalitas saja, seperti Orang Kemayoran, Orang Depok, Orang Condet, Orang RawaBelong dan sebagainya.
Lalu bagaimana dengan munculnya ragam budaya di Betawi ? Mengenai hal ini, tak dapat dipungkiri bahwa mulai terjadi saat Sunda Kelapa Menjadi Pelabuhan Internasional yang ramai dikunjungi kapal-kapal asing pada abad 12. Kemudian pada abad 14 sampai 15, Sunda kelapa dikuasai Portugis. Mereka juga banyak memberi pengaruh kebudayaan yang kuat kala itu.
Padat tahun 1526,  Pangeran Fatahillah  menyerbu Sunda Kelapa dan menamakan daerah kekuasaannya dengan nama Jayakarta . Sejak dikuasai Fatahillah, kota Jayakarta banyak dihuni oleh orang Banten, Demak dan Cirebon.
Lalu saat Jan Pieterzoon Coen menguasai Jayakarta dan mendirikan Batavia, dimulailah mendatangkan etnis Tionghoa yang terkenal rajin dan ulet bekerja untuk membangun ekonomi Batavia.  Coen juga mendatangkan banyak budak dari Asia Selatan dan Bali.
Perlahan tapi pasti kebudayaan di Batavia kala itu semakin semarak saja, karena setiap etnis biasanya juga membawa dan mempengaruhi kebudayaan setempat.
Ditambah lagi umumnya para budak atau etnis tertentu yang didatangkan ke Batavia adalah pria. Sehingga disini mereka kemudian kawin dengan wanita setempat dan beranak pinak.
Disaat bersamaan pula para pedagang dari Arab dan India juga terus berdatangan, oleh Belanda mereka di tempatkan di Pekojan. Semakin hari semakin banyaklah pendatang dari India dan Arab, akhirnya mereka pindah ke Condet, Jatinegara, dan Tanah Abang. Tak heran masih banyak warga keturunan Arab di daerah-daerah tersebut.
Sementara para anak keturunan bangsa Portugis ditempatkan di daerah Kampung Tugu, Jakarta Utara.
Dengan semakin beragamnya etnis di Betawai, maka setiap etnis biasanya mempengaruhi setiap perayaan etnis Betawi. Seperti budaya penyalaan petasan, Lenong, Cokek, hingga pakaian pernikahan adat Betawi yang didominasi warna merah, itu semua dipengaruhi kuat oleh budaya Tionghoa.
Kemudian etnis Arab sangat mempengaruhi musik gambus dalam warna musik marawis  dan Tanjidor. Tanjidor sendiri adalah perpaduan budaya Eropa, Cina, Melayu dan Arab. Sementara di kampung Tugu terkenal dengan budaya keroncong yang bersal dari Portugis.
Sumber: Kabari News
Read more »

Gambang Kromong, seni musik perpaduan Betawi dan Cina

Gambang Kromong selama ini dianggap sebagai musik asli Betawi, tetapi sebenarnya merupakan percampuran yang kuat dengan musik China yang diperkenalkan oleh masyarakat China Benteng yang sampai sekarang masih bermukim di belakang Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Provinsi Banten.
China Benteng adalah sebutan populer bagi kaum Tionghoa peranakan (kiaw seng), yaitu keturunan hasil pencampuran antara laki-laki China (sin kheh) dengan perempuan (nyai) di wilayah Teluk Naga, Tangerang, Banten. Percampuran itu membuat warna kulit warga China Benteng berbeda dengan warga Tionghoa pada umumnya. Mata mereka sipit, tetapi warna kulitnya sawo matang.
Selain itu, berbeda dengan beberapa masyarakat Tionghoa lainnya yang mampu berbahasa Hokkian, masyarakat China Benteng pada umumnya hanya mampu berbahasa Melayu. Barangkali para nyai lebih suka mengajari anak-anak mereka dengan bahasa setempat ketimbang menyerahkan pada latar belakang suami.
Kebudayaannya yang lahir dari proses akulturasi— percampuran tradisi budaya negeri China dengan budaya setempat—inilah yang membuat keunikan masyarakat China Benteng. Salah satunya tampak pada musik gambang kromong yang sangat populer di daerah ini.
Gambang Kromong
Jika musik-musik populer mencoba membangun budaya yang pop dan ideal bagi masyarakat, musik gambang kromong mengungkapkan perjalanan budaya lokal dengan keunikan yang terdapat di dalamnya. Gambang kromong yang identik dengan warga China Benteng merupakan hasil perpaduan antara musik asli Betawi dan alat-alat musik Tionghoa, bahkan terkadang dengan alat musik Eropa.
Saat ini, gambang kromong dimiliki oleh dua kelompok masyarakat, yaitu masyarakat peranakan Tionghoa (hasil perkawinan campur antara Tionghoa dan pribumi) dan masyarakat Betawi. Masyarakat peranakan Tionghoa ataupun Betawi umumnya bertempat tinggal di daerah yang sama serta sama-sama menggunakan bahasa Melayu berdialek Betawi.
Sementara itu, istilah gambang kromong diambil dari dua alat musik Indonesia, yaitu sebuah silofon (gambang) dengan 18 bilah nada yang dilaras secara pentatonis sepanjang tiga setengah oktaf dan sepuluh buah gongkettle kecil (kromong) yang dilaras secara pentatonis sepanjang dua oktaf.
Sumber : majalah Warisan Indonesia
Read more »

Mengajar nyanyi mandarin

Wah..akibat diadakannya lomba kali ini, banyak sekali saya menerima permintaan untuk mengajar...ehmm..sebenarnya memang saya ingin sekali berbagi ilmu nyanyi saya, tapi kesibukan saya yang memang lagi padat2nya benar2 memerlukan perhatian khusus dalam pengaturan waktunya. Namun tentunya saya sangat ingin memenuhi permintaan orang2. 
Saat ini memang kesibukan saya selain sebagai penyiar, penyanyi, saya juga ada mengajar nyanyi...namun tidak setiap hari. Karena ya itu tadi, waktunya itu loh..
Tetapi saya sudah bicarakan dengan menejemen saya dan juga Radio Cakrawala untuk mempertimbangkannya. Tidak ada salahnya juga jika saya menyempatkan satu hari saja mengajar nyanyi di kelas khusus saya. Saya senang berbagi ilmu. Dan kalau saya mengajar nyanyi, biasanya murid saya langsung menerima pelajaran bahasa mandarin juga..hehehe...
Dan materi pengajaran dari saya pastinya ada teknik rekaman yang baik. Dalam rekaman, trick ambil nafas itu adalah yang paling penting. Bagaimana cara mengambil nafas tanpa diketahui oleh pendengar. Nah..itu tuh..hihihi...ga mudah loh..
Kalau dari sekian banyak peserta yang berlomba, hampir semuanya kedengaran saat mengambil nafas. Dan ada juga yang sering kehabisan nafas di ujung kalimat lagu^^memang semua itu perlu latihan. Tapi tidak terlalu sulit kok. Pengalaman saya rekaman sejak tahun 1989 sudah banyak menghasilkan ilmu rekaman yang baik^^
Sebenarya lebih sulit menjadi penyanyi rekaman dari pada penyanyi panggung loh. Kita kalau nyanyi di panggung, 1 lagu saja bisa sele 3 menit. Kalau rekaman....1 lagu kadang membutuhkan 3 hari..hahahhaa..itu kalau yang pemula. Tapi kalau sudah terbiasa, nanti bisa seperti saya, dalam 1 jam, mampu menghasilkan 2 lagu yang rapih dan enak didengar..
Mudah2an, saya bisa membuka kelas berbagi ilmu saya nanti...semuanya tergantung menejemen deh^^
Saya pikir, jika kita mampu bernyanyi dengan baik, saat kita tampil di hadapan keluarga, kawan2, relasi, pastilah kt bisa mendapatkan tepuk tangan yang hangat...mana tau...dapat angpao pula...heheheh
Read more »

Mangapa Jurinya bukan dari China???

Saya dan Ivan Lin
Ehmm..mau sedikit curhat nih...
Sempat mendapatkan bocoran dari panitia..ternyata ada peserta yang keberatan dengan kategori Juri...wah wah..
Mengapa jurinya bukan orang China saja? Mengapa tidak undang saja dari China langsung kan lebih berbobot??
Hehe..padahal peserta tersebut sudah lolos ke semi final lho..dan sebenarnya, kalau memang kami mengundang juri langsung dari China, saya rasa, mestinya peserta yg bicara tersebut tidak akan lolos karena lafal mandarinnya sebenarnya masih jauh dari standarisasi seorang penyanyi rekaman lagu mandarin^^Hanya karena dewan juri masih mempertimbangkan, bahwa peserta tersebut masih bisa dilatih lafalnya. Tapi, ternyata, beliau malah protes, mestinya jurinya dari China saja...hehehe...
Kalau untuk kategori juri,,,begini loh...kita ini memang akan membuat album rekaman bagi peserta yang menang. Dan pasarannya tujuannya adalah di Indonesia, bukan di CHINA lho..kami ini membuat lomba adalah untuk sesuatu yang positif dan bermakna bagi negara Indonesia, bukan bagi negara lain:)
Jika kami mengundang juri dari China, yakin deh...dari 300 orang peserta, pasti hanya 10 atau 20 orang saja yang lafal mandarinnya layak diperdengarkan. 
Kita tumbuh dan berkembang di lingkungan Indonesia, dengan berbagai macam logat daerah toh...terkecuali, anda pernah bersekolah di China, maka bisa jadi, logat anda bagus. Dan kami ini tidak ingin mengecewakan peserta lomba. Kita membuat ajang ini adalah kebersamaan, bukan untuk saling menuding bahwa "wah dia ga layak masuk final ah, logatnya jelek gitu.." "wah, jurinya kan ga ngerti mandarin, knp bisa jadi juri?".."ah payah...kok jurinya org Indonesia sih?" wah..wah wah...itu anggapan sangat sangat sangat sangaaaat salah besar!!!
Bagi saya, seorang peserta jika memang suaranya bagus, namun logatnya tidak sempurna, itu masih bisa dilatih, diperbaiki. Tidak ada kata terlambat. Dan saya selalu membuka kesempatan seseorang untuk  bisa berkembang lebih baik. Jika memang ada satu peserta yang logatnya kacau namun ternyata suaranya sangat layak untuk direkam, justru itu adalah tantangan produser. Kita akan bekerja keras untuk memperbaiki lafalnya saat rekaman. Dan saya ingin hasilnyapun akan membuat peserta itu bangga, semua orang bangga:) Tidak ada kata "gak mungkin bisa!"
Kalau soal kenapa saya memilih jurinya orang Indonesia? Ya iyalah...namanya saja ajang ini diadakan berdasarkan ingin mempererat kebersamaan. Saya tidak ingin jika saya mengundang juri asli dari China, lalu dia dengan lugas secara live berkata "Lafal anda tidak bagus" "logat anda berantakan" "nyanyian anda tidak sempurna" wah... nanti malah bukan menjadi ajang persahabatan eh...jadinya malah kami menyakiti hati peserta yang merupakan pendengar setia radio kami. Ya ga? 
Selama saya bekerjasama dengan orang China asli...mereka dikenal lugas dan to the point. Jika memang tidak bagus ya mereka akan bilang jelek. Saya lebih condong, ajang ini dipenuhi dengan kesopanan, rendah hati, tidak saling mencela, apalagi semua peserta sudah bekerja keras berlatih. Karena, sekali kita salah ucap di udara, maka akibatnya akan fatal. Banyak akan terjadi ketersinggungan.
Saya rasa, pemilihan saya terhadap dewan juri ini sudah sangat tepat. 
Saya memilih Maribeth yang adalah orang Fillipine dan lama tinggal di Indonesia. Pengalaman dia show keliling dunia sudah memperkaya pengetahuan olah vocal. Jebolan Juara 1 ajang bergengsi Voice Of Asia tahun 1991 ini dia memang tidak bisa bahasa mandarin, namun, dia mampu menilai apakah seseorang itu bersuara mantab untuk menjadi penyanyi atau tidak. Maribeth adalah guru vokal yang berpengalaman. Banyak penyanyi muda sudah dihasilkan olehnya di Indonesia. Dia adalah guru privat bagi banyak atis muda di Indonesia.
Saya memilih Sarwana, juga karena pengalaman dia bersama Group WARNA yang sudah keliling benua..15 tahun lamanya. Apakah itu tidak menambah ilmu pengetahuannya di bidang nyanyi? Sarwana mampu memecah suara dengan sangat baik. Dia juga adalah seorang guru vokal. Hasilnya ini tidak lepas dari pengalamannya bernyanyi selama 20 tahuanan ini. Pengalaman adalah guru yang terbaik. Berbeda lho dengan pengalaman nyanyi Karokean selama 20 tahunan:)
Saya memilih Ivan Lin, dia memang pandai berbahasa mandarin, dan dia juga adalah guru bahasa mandarin. Walaupun dia orang Indonesia, namun dia mampu membuat syair lagu mandarin yang sangat baik sekali. Pengalamannya bersama boyband mandarin di Indonesia ini , Dong Feng, telah menjadikan Ivan sebagai sosok guru yang baik dalam menyanyi. Sudah banyak sekali lagu yang dia hasilkan. Dan saya tidak meragukan kemampuannya dalam menilai seseorang apakah dia bagus atau tidak nyanyiannya.
Saya memilih Calvin Qiu, yang satu ini jangan ditanya. Pengalamannya dari panggung ke panggung sudah tidak diragukan lagi deh...jebolan kejuaraan di China ini benar2 sangat berkwalitas sebagi seorang juri yang handal. Pengalamannya sebagai guru latih vokal di Cheng Xing Indosiar telah melambungkan namanya di Indonesia sebagai guru vokal lagu mandarin terbaik.
Saya memilih Adri Manan, yaahhh...yang ini nih....lha dia produser rekamannya kok..heheh..jadi, kalau menurut dia suara si peserta layak utk direkam, ya pasti dia akan memilihnya:)
Lalu, saya memilih saya sendiri..hehehe... ga usah dijelasin deh...intinya...lha wong ini acara saya kok^^
Pokoknya, anda jangan khawatir deh..kami ini membuat lomba tidak asal2an saja. Kami serius dan kami ahli di bidang ini:) Lomba ini tidak hanya dinilai dari kehebatan si peserta berbahasa mandrin, namun yang terpenting, adalah vokal dia layak direkam. Jika memang bahasa mandarinnya sudah mentok, kami masih bisa mengarahkannya untuk rekaman lagu Indonesia toh^^

Jadi, saya mengharapkan, baiknya, marilah kita saling menghargai, saling mendukung. Akan lebih terhormat jika kita bisa menghargai kawan2 setanah air. Buat apalah kita mengelukan negara lain? Kan kita hidup dan matinya di Indonesia , seburuk2nya, ya Indonesia adalah warga negaranya saya..kita berkawan, makan bersama, nyanyi bersama, kerja bersama , susah dan senang bersama di Indonesia toh? Makanya, ajang ini untuk kita, utk Indonesia...bkn utk yang lain^^
Semoga, peserta yang komplain itu, yang merasakan keberatan jurinya adalah orang Indonesia dan bukan China asli, sadar akan keliruannya...dan, mau belajar menghargai sesama orang Indonesia.
Jia You untuk semua^^



Read more »

Tujuan membuat lomba nyanyi mandarin Imlek Betawi

Banyak yang bertanya, maksudnya apa sih nyanyi mandarin Imlek Betawi???
Nah, saya mau sedikit menjelaskan nih...
Apakah anda sering mendengar kata "nasionalisme"???
Lalu, apakah anda mengerti maknanya?
ini definisi nasionalisme menurut saya:
Dlm bahasa sederhana, Nasionalisme adalah paham yg percaya bahwa perbedaan dlm sebuah negara harus dipersatukan.
Ajang lomba nyanyi kali ini sengaja mengambil tema Betawi.
Namun juka anda mendengarkan acara lomba tersebut setiap hari rabu jam 1 sampai 4 siang itu, anda tidak akan menemukan unsur Betawinya kecuali bahasa Indonesia yang dipakai untuk membawakan acara tersebut. Semua nyanyian adalah lagu mandarin. Ya, memang, lagu mandarin...namun, nanti saat Semi Final dan Final, kita akan menyemarakkannya dengan unsur Betawi.
Mengapa Betawi???karena, kita hidup di Jakarta. Dan Radio inipun jangkauannya se-jakarta. Lalu, budaya Betawi juga merupakan budaya silang antara Jakarta dan China. Asimilasi yang dihasilkan ratusan tahun lamanya ini menghasilkan budaya Betawi yang sangat unik dan indah.
Saya sangat mencintai budaya Indonesia. Indonesia memang negara yang sangat kaya dengan kebudayaan. Niat saya, ingin agar generasi muda kita jangan sampai melupakan kebudayaan aslinya.
Lalu mengapa disangkut pautkan dengan menyanyikan lagu mandarin? kan kita orang Betawi???

Dan sebenarnya, kalau cinta Indonesia itu adalah tidak boleh pakai bahasa asing dan hanya boleh pakai bahasa Indonesia saja, menurut saya itu kecintaan yang sangat dangkal.
Kalau cinta Indonesia ditunjukkan dgn beli produk2 Indonesia saja, itu juga tipis sekali kecintaannya.
Cinta Indonesia adalah ditunjukkan lewat karya. Lewat apa yg kita lakukan untuk Indonesia.

Banyak sekali yang bisa kita lakukan dengan berbuat sesuatu yang berguna.
Bertahun lamanya saya mencoba memperkenalkan kebudayaan Indonesia di negeri China. Saya ingin mereka tau, seperti apa Indonesia.
Dan kini, saya ingin sahabat di Jakarta juga mulai mengenal, seperti apa itu Betawi.
Saya memang bukan orang Betawi asli. Karena ayah ibu saya sudah campuran antara sunda, jawa dan palembang. Namun, rumah saya sejak kecil adalah Jakarta.
Pada tahun 1990, saya sudah membawakan banyak sekali lagu nusantara yang dinyanyikan dalam bahasa mandarin. Saya rekaman di Shanghai pada waktu itu. Dan bertahun lamanya saya tidak pernah bosan membawakan lagu2 tersebut di setiap kesempatan. Karena, saya ingin berbuat sesuatu untuk Indonesia. Dan kini, saatnya kita berbuat sesuatu yang positif, unik, menyenangkan, penuh dengan kebersamaan...yaitu dengan menyanyikan lagu Betawi yang dimandarinkan. Mengapa harus di-mandarinkan???mengapa tidak memakai bahasa betawinya saja langsung??
Nah...itu dia...kan saya bilang, ingin berbuat sesuatu untuk Indonesia. Tujuan saya adalah, saat peserta keturunan tionghoa nyanyi di panggung dengan memakai baju khas Betawi dan menyanyikan lagu Betawi namun dengan bahasa mandarin, apakah itu tidak menarik perhatian?? Final akan diadakan di Mangga 2 Square...anda tau kan, disana banyak sekali turis dari RRC, Taiwan, Malaysia yang notabenenya adalah orang China asli yang tidak mengerti bahasa Indonesia. Makanya saya ingin memperkenalkan budaya jakarta ini dengan bahasa mandarinnya. Acara nanti terbuka untuk umum. Pastinya akan banyak sekali turis yang bersliweran...Mereka pasti akan turut menikmati acara lomba ini. Sekaligus mereka bisa mendengarkan lagu asli Betawi/Jakarta tanpa harus bertanya2 apa sih arti lagunya????
Saya ingin mereka menyukai kota Jakarta ini. Saya ingin mereka mengenal ondel-ondel, jangan hanya barongsai saja...saya ingin mereka melihat kita memakai baju encim2 betawi dan baju si pitung^^jangan hanya tau baju chongsam saja.  Dan pastinya, saya ingin memberikan sensasi pengalaman baru dan unik bagi peserta lomba. Saya yakin, mereka jarang atau bahkan tidak pernah berpakaianh ala Nyai Dasimah...
Nah, itulah maksudnya mengapa lomba ini dinamakan Imlek Betawi...
Lalu mengapa ada kata "imlek"nya?
Yup! Karena diadakannya pas di bulan Imlek, jatuhnya sesi semi final dan final.
Sederhana saja kok..
Yang penting saya tujuannya ingin mendapatkan bibit2 baru yang dapat menjadi Rani Ke 2..penyanyi yang cinta budaya mandarin namun tidak lupa asal usulnya, yaitu, saya orang Indonesia:)
Read more »

Lomba nyanyi lagu mandarin mempertemukan banyak orang

Banyak yang unik terjadi dalam ajang lomba nyanyi kali ini yang saya adakan bersama Radio Cakrawala 98.30fm. Saya banyak bertemu dengan para peserta yang mengikuti ajang ini. Bagi saya, acara Super Host yang setiap rabu saya bawakan bersama rekan saya, Toni, semakin saja memberikan semangat yang luar biasa. Acara radio yang sudah saya bawakan nyaris 3 tahun lamanya ini berjalan langgeng. Dan perlakuan yang sangat baik oleh keluarga besar Cakrawala membuat saya semakin betah menjalani peran saya sebagai seorang penyiar disana. Dan lomba nyanyi ini merupakan salah satu wujud semangat saya untuk membuat acara radio saya semakin semarak.
Bisa dibilang, ajang lomba ini telah memberikan pengalaman baru bagi radio mandarin pertama ini. Ide saya untuk menghadirkan peserta ke studio dan bernyanyi secara "live" di hari rabu membuat suasana siaran kini menjadi lebih hepi dan heboh^^Semua orang di Cakrawala antusias dan sangat terlihat kekompakan dalam bekerja samanya. Dimulai dari dukungan Cakrawala dengan membangun studio baru. Studio yang kita sebut sebagai studio 2 itu adalah khusus dibangun oleh Cakrawala untuk ajang kali ini.
Saya menginginkan peserta benar2 merasakan pengalaman pertamanya bernyanyi di dalam studio rekaman. Mereka tentunya belum pernah tau seberapa berat menjadi seorang penyanyi rekaman. Jangan dikira saya ini menjadi penyanyi itu mudah. Wah, kalau sudah masuk dalam studio rekaman, itu ceritanya beda deh.
Cakrawala benar2 menyalurkan aspirasi saya untuk membangun studio tersebut^^hebat yah...
Dan dari setiap peserta yang hadir, mereka selalu mengatakan bahwa ini adalah pengalaman pertama mereka bernyanyi dalam studio lho..mereka tidak menyangka bahwa ternyata rekaman itu benar2 membuat grogi..hehe..disitulah anda akan ditest kemampuan vokal anda yang sesungguhnya.
Jika anda memang sering bernyanyi di KTV, di acara keluarga, di panggung hiburan...maka semua itu tidak berarti jika olah vokal anda tidak stabil. Di urusan rekaman, kestabilan vokal anda sangat diperlukan. Dan semua itu tentunya harus melalui pengalaman. Namun, ternyata, di antara sekian banyak peserta yang grogi dan tidak mempu mempertahankan kestabilan vokalnya, ada lho beberapa yang sangat layak untuk dijadikan calon pemenang. Dan rata2 mereka adalah ABG^^
o iya, bicara soal peserta, mereka yang ikut dimulai usia 15 tahun hingga 72 tahun...hahahaha....jangan dikira yang berusia 72 tahun nyanyinya berantakan lho...justru beliau2 itu yang lebih berpengalaman nyanyinya..lihai dehhh
 
Proses lomba adalah sebagai berikut:
Setiap hari senin, selasa, kamis, jummat, audisi akan berlangsung. Karena banyaknya pendaftar yang hingga kini mencapai angka 300org, kami hanya mampu meng-audisi sebanyak 15 orang sehari.
Dimulai dari jam 11 siang hingga jam 5 sore.
Nah, mengapa harus audisi terlebih dahulu???
Karena, kami ingin menampilkan peserta yang layak disiarkan suaranya di radio. Kami berhati2 sekali dalam memilihnya. Maksudnya, agar pendengar tidak "sakit kuping"...hihi..ya iyalah, secara acara lomba ini terdengar sampai ke negeri China lho!!!
Sungguhan. Saya ga bohong. Salah seorang peserta kami adalah asli Zhong Guo Ren. Dia hadir membawakan langunya Jacky Cheung. Dengan bahasa mandarinnya yang benar2 logat RRC, dia mampu menyanyikannya dengan sangat apik. Dan dia bilang, keluarganya di China juga sedang mendengarkan dia nyanyi saat itu melalui Streaming Radio. Wahhh...internet benar2 canggih ya...
Oh iya, jika anda ingin mendengarkan streaming jika di luar kota Jakarta, silahkan saja klik Radio Cakrawala 98.30FM
 
Setiap minggunya, kami akan menyaring 12 orang untuk dimajukan ke babak penyisihan yang akan berlangsung selama 3 bulan. Wah...kok lama ya???ya iyalah, wong acara radio saya ini hanya setiap hari rabu saja kok...
Dan setiap babak penyisihan, kami akan memilih 3 sampai 5 peserta yang layak dimajukan ke semi final yang akan jatuh pada bulan Februari 2012 nanti, bertepatan dengan rangkaian acara Imlek Nasional.
 
Saya bahagia sekali setiap hari rabu. Ga sabaran ingin cepat sampai di Cakrawala, untuk bertemu setiap peserta lomba.
Bagi saya, itu adalah moment kebersamaan yang sangat berarti. Saya jadi bisa menilai, seberapa besarnya antusianisme para pendengar dengan acara lomba ini.
 
Saat tim juri menilai nyanyian mereka di studio 1, terpisah dari studio 2, itu adalah saat yang menarik. Terkadang, kami bingung harus memilih yang mana, karena memang mereka rata2 nyanyinya bagus sekali.
Namun sekali lagi, ajang ini dibuat dengan maksud dapat menghasilkan penyanyi rekaman yang baik. Tentunya, orang yang kami pilih haruslah yang suaranya layak direkam dan bahasa mandarinnya jelas. Walaupun kita ini orang Indonesia, dalam hal rekaman, saya tetap menginginkan si penyanyi dapat membawakan bahasa mandarinnya dengan pengucapan yang jelas , yang benar, yang baik. Justru karena kita ini orang Indonesia, maka tidak ada kalimat "maklum, kan orang Indonesia, ya pasti lafalnya kuranglah.." wow! tidak ada dalam kamus saya lho!!!Tetap kita harus sebagus orang China aslinya. Karena, mana kita tau, ternyata, rekaman suara dan lagu anda itu bisa tembus pasaran di luar Indonesia. Jangan sampai orang luar mengejek logat kita lho...Kita harus mengharapkan acungan jempol dari org asing, bahwa logat kita mampu sebaik mereka. Ya seperti saya lah kalau nyanyi..hehehe...logat saya bagus kan??jelas kan???kalau ga percaya, coba saja dengarkan lagu2 saya, perhatikan lafal saya dengan seksama, anda pasti tidak perlu repot2 mencari tahu teks lirik yang saya nyanyikan, anda pasti bisa langsung mengerti apa sih kalimat2 yang saya nyanyikan itu^^bukannya sombong ini lho..tapi memang kenyatannya demikin..hehehe...
 
Uniknya, lomba ini tidak hanya diikuti oleh mereka yang bisa bahasa mandarin dan keturunan tionghoa . Ternyata , ada juga peserta yang sama sekali tidak bisa bahasa mandarin dan tidak ada darah tinghoanya juga ikut serta. Wah...bahkan terpilih pula menjadi peserta dalam babak Semi Final nanti. Hebat kan!!!
Itulah makanya saya sangat semangat menangani acara ini.
Karena saya mulai merasakan, bangsa Indonesia sedikit demi sedikit mulai terbuka dan mau mempelajari seni budaya mandarin. Mengingat di tanah air kita ini memang saudara2 kita yang keturunan tionghoa itu tersebar dimana2. Dan ajang inipun mempertemukan mereka.
Saya berharap, ajang lomba ini aka menjadi daya tarik yang berkepanjangan dalam acara radio saya. Dan tidak menutup kemungkinan bahwa kami akan melebarkan sayap untuk membuat ajang yang lebih besar lagi dengan diawali ajang persahabatan ini.
Semoga saja...
 
 
 
Read more »

Jumat, 04 November 2011

Buku dan CD Kosa Kata Mandarin

Belajar bahasa mandarin terasa sulit ya? PASTI...

karena saya kebetulan sejak kecil bersekolah di Taiwan maka bahasa mandarin sudah begitu akrab dengan saya. Selain saya membuat website elearning bahasa mandarin www.suksesmandarin.net saya juga menyusun buku seri belajar bahasa mandarin bersama Rani. Namun buku2 tersebut baru akan ada di pasaran toko buku pada awal tahun 2012 nanti. Namun dikarenakan banyaknya minat teman2 yang ingin belajar bahasa mandarin namun tidak a  koneksi internet yang memadai untuk membuka website saya, maka saya menyiapkan soft copy buku seri pertama saya beaerta CD audionya. Anda bisa sambil membaca bukunya sambil mendengarkan audio suara asli saya. Sangat efisien dalam mempelajari bahasa mandarin agar lebih cepat mengerti dan bisa mempraktekkannya langsung. Buku ini hanya diperuntukkan bagi anda yang pemula. Cocok untuk dewasa dan juga anak2. Jika anda berminat, silahkan email ke suksesmandarin@gmail.com dengan mengirimkan bukti transfer BCA an. Meliana Pancarani 7310445678 sebesar RP 60.000,- (buku dan cd audio) jangan lupa sertakan nama, alamat,nomer telpon.


Www.suksesmandarin.net


Published with Blogger-droid v2.0.1
Read more »

Selasa, 25 Oktober 2011

Ayo!!!Ikutan Lomba Karaoke Lagu Mandarin!!!!



Para sahabat Super Host...
selama 2 tahun ini, kami selalu menemani hari rabu anda dengan bernyanyi, ngobrol, tebak2an dengan anda. Interaktif kita selama ini melalui sms maupun telepon langsung sangatlah menyenangkan. 

Rasa rindu kami untuk bisa bertemu dengan para pendengar Radio Cakrawala benar2 harus segera terobati nih...

Super Host tau banget deh, kalian itu pasti hobi banget nyanyi...hehehe...karena, setiap Cece Rani menyanyikan lagu yang wajib anda tebak untuk memperebutkan hadiah uang tunainya selalu saja berhasil kalian tebak.

Nahhhhhh...apakah kalian tertarik untuk mengikuti lomba nyanyi mandarin nih????
hehehe...ayo! ekspresikan bakat terpendam kalian dalam urusan nyanyi deh! Hadiah yang kami siapkan itu bukan ratusan ribu loh!! Tapi Puluhan Juta!!!!!!!!Berupa uang tunai dan ratusan hadiah dari sponsor.

Apakah kalian siap???Ayo donk!...kita kumpul bareng2...nyanyi sama2...

Rencananya, lomba menyanyi ini (karaoke) akan diadakan pada awal November. Dan asyiknya, saat anda bernyanyi, semua pendengar Cakrawala Radio akan mendengarkan! Disiarkan secara langsung!!
Dan lomba ini akan berlangsung selama 2 bulan menjelang Imlek dan Cap go meh.

 Disiarkan secara langsung lohhh
Dan jurinyapun juga tidak sembarangan. Akan ada artis2 kesayangan anda yang mahir dibidang tarik suara ini untuk menilai kemampuan anda dalam menyanyikan lagu mandarin. Dan saat Semi Final dan Final akan dilaksanakan di Mall terkenal di Jakarta.
Mau ikutan????
Penasaran????

SYARAT² untuk mengikuti lomba adalah sbb:
1.Usia 15 tahun keatas, pria dan wanita.
2.Sehat Jasmani dan Rohani.
3.Membayar uang pendaftaran, Audisi 25.000,-, Penyisihan 50.000,-, Semi Final 100.000,-, Final 200.000,-
4.Membawa DVD/CD lagu yang akan dinyanyikan.
5.Berpakaian rapi dan sopan pada saat mengikuti lomba.
6.Khusus pengikut lomba Semi Final dan Final wajib memakai pakaian Tionghoa Betawi.



TAHAPAN LOMBA adalah sbb:
1.Audisi akan diadakan di Radio Cakrawala
2.Babak Penyisihan akan diadakan di Radio Cakrawala secara Onair pada acara Super Host (Rani & Tony), setiap Onair akan mengadu 12 orang yg nantinya akan di pilih 4 orang untuk memasuki babak Semi Final.
3.Babak Semi Final, 48 orang yang terpilih akan berlomba di Mall dan hanya 5 orang lolos masuk Babak Final.
4.Babak Final, pemilihan juara 1, 2, 3 dan 2 runner up.



JURI - JURI

Juri-juri yang akan menilai pada lomba ini adalah sbb:
1.Rani Pancarani (Penyanyi Mandarin, MC.dan Penyiar Radio Cakrawala)
2.Calvin Qiu (Penyanyi Mandarin)
3.Ivan Lim (Group Dong Feng)
4.Maribeth (Guru Vocal)



HADIAH - HADIAH

Hadiah-hadiah yang akan di menangkan berupa puluhan juta rupiah yang berupa uang tunai dan bingkisan sponsor.




Jika anda ingin daftarkan diri anda mengikuti lomba ini, namun anda tinggal di luar jakarta dan tidak memiliki waktu untuk hadir ke studio mengikuti audisi, maka anda bisa mengirimkan vokal anda menyanyikan lagu mandarin via email yg sudah berformat mp3. Jangan lupa sertakan juga biodata lengkap , jangan lupa cantumkan nomer HP yg bisa dihubungi. Juga sertakan foto diri yg berwarna. Plus bukti transfer uang pendaftaran sebesar Rp 25.000,- ke rekening cakrawala.

BCA 0016023536 an. Irwan Sutisna Iskandar

Email : lombakaraoke@gmail.com
Subject : Karaoke Mandarin
Jia You^^
Read more »

Senin, 24 Oktober 2011

Ayo ketik KOMODO kirim ke 9818



Ada yang menegangkan sekaligus membuat penasaran dalam 22 hari menjelang hasil pengumuman. Pengumuman apakah itu?
Tahukah teman2 bahwa saat ini Indonesia sedang memperjuangkan agar Pulau Komodo menang terpilih menjadi salah satu 7 keajaiban dunia?
Rasanya, kita hanya sering mendengar kabar tersebut lewat situs2 berita di internet saja, dan kadang2 ada di tayangkan acara dialog membahas kegiatan ini di berita khusus televisi. Namun itupun juga tidak setiap hari. Berbeda dibandingkan dengan cerita dari kawan saya yang tinggal di Korea. Kata mereka, Korea sedang mengkampanyekan salah satu kebanggaan mereka untuk dapat memenangkan kompetisi dunia ini. Bahkan, pemerintahpun tidak segan-segannya untuk turun tangan Apalagi masyarakatnya. Bahkan, sampai mereka kebanjiran sponsor yang turut berperan dalam kegiatan spektakuler ini.
 
Di Filipina, presiden Nonoy aquino telah meminta seluruh rakyat Filipina mendukung sungai bawah tanah, Puerto Princesa. Bahkan kampanyenya sudah tersebar ke semua kedutaan filipina dan rakyat Filipina yang ada di seluruh dunia.
 
Memang, perbedan kita dengan negara Cina, Korea, jepang, Filipina, Thailand lumayan jauh sekali rasa "kebanggan" terhadap seni budaya leluhur. Saya bicara jujur. Entah itu mungkin disebabkan juga oleh berbedanya "cara" televisi menyuguhkan acara yang berkwalitas nasionalisme bagi pemirsanya. Hal ini memang tidak bisa dipungkiri. Apakah kita pernah menyaksikan acara serial "Si Pitung" di TV? atau mungkin serial "Rama Shinta"? atau mungkin film2 yang berkisah tentang perjuangan para pahlawan Indonesia di televisi? Bisa dibilang, hanya pada "moment" tertentu saja. Misalnya menjelang hari Kemerdekaan, sudah pasti akan kita dapatkan film yang mengisahkan perjuangan Indonesia. namun setelah itu, kita akan kembali menyaksikan sinetron2 yang menurut saya "cukup" memberikan dampak pendidikan yang "tidak baik" pada anak2. Seharusnya, anak2 belum waktunya menyaksikan acara2 sinetron, berita kriminal, reality show yang menakut2i pesertanya, dsb. Saya lebih mengharapkan anak2 saya dapat setiap hari menonton acara yang bermanfaat,yang mampu menanamkan jiwa nasionalisme anak2 saya sebagai orang indonesia.  Jika anda berkesempatan ke negeri yang saya sebutkan di atas...jangan lupa sempatkan diri anda untuk menyaksikan acara TV lokalnya. Anda akan kagum dengan acara yang mereka sajikan. Begitu hebatnya mereka mengemas suatu tontonan yang asyik dan cocok ditonton untuk menanamkan jiwa nasionalisme mereka. Walaupun tetap banyak acara "bule"nya, namun, porsinya tetap dijadikan yang nomer dua. sehingga janganlah heran jika mereka lebih "mengakui" dirinya adalah warga negara "sejati".
Nah, kembali ke masalah Pulau Komodo. Saat ini, pak Jusuf Kalla yang mengemban tugas sebagai duta pulau komodo sedang gencar2nya menghimbau pada masyarakat Indonesia agar mendukung penuh Pulau tersebut dengan mengirimkan SMS yang sama sekali tidak dipungut biaya apapun. Pulau Komodo masih membutuhkan 20 juta SMS lagi!! Padahal, dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 160 juta jiwa, sangatlah besar kemungkinana kita bisa menang. Bayangkan, pengguna selular di Indonesia saja mencapai sekitar 130 juta jiwa. Belum ditambah lagi mereka yang giat berinternet. Berarti, sebenarnya peluang kita sangatlah besar.
Saya, dalam hal ini, sangat mengharapkan Pulau Komodo bisa menjadi nomer satu. Kegiatan saya yang sering ke luar negeri untuk memperkenalkan kebudayaan dan keindahan Indonesia-lah yang membuat saya sangat mengharapkan Pulau ini bisa menjadi fenomena. Sebab, itu berarti bertambahlah satu topik bicara saat saya tampil di panggung2 di luar sana. Saya akan sangat berbangga menceritakan kepada mereka, betapa ajaibnya Pulau Komodo. Walaupun saya sendiri belum pernah ke pulau tersebut. hehe..Mungkin, bagi masyarakat Indonesia, masalah Pulau Komodo mau menang kek, kalah kek, bukanlah hal yang patut dipusingkan, karena, mereka belum pernah menjadi duta kebudayaan seperti saya. hehe...tapi bagi kami yang sebagai seniman Indonesia yang selalu berpeluang ke luar negeri untuk menyerukan nama Indonesia, menangnya Pulau Komodo adalah hal yang sangat berarti. sebab, dari situlah negara lain akan tau Indonesia. Apalagi jika para turis tertarik untuk ke Indonesia dan berkunjung ke Pulau Komodo, bukankah itu sangat menguntungkan bagi Indonesia? Marilah kita lihat saja dari sisi kebanggaan kita sebagai orang Indonesia. Itu saja sudah cukup. Jangan menunggu sampai ada negara lain yang tiba2 mengklaim Pulau Komodo adalah bagian dari mereka, wahhh baru deh kita kebakaran jenggot^^
Jadi, ayo dong, tunggu apa lagi? ayo kita kirimkan sms, gratis pula!
 
Caranya, ketik: KOMODO kirimkan ke 9818
 
Jangan terlalu banyak pertimbangan deh...Ayo kita menangkan Pulau Komodo!!!!harumkan nama Indonesia. Apakah anda rela kalau Pulau Komodo kalah?
 
Kalau saya sih...GAK RELA...

Sumber: Detikcom, viva news.
Read more »

Kamis, 06 Oktober 2011

Video Penampilan Tim Kesenian DKI Jakarta Di Guang Zhou



Banyak sekali pengalaman selama menjalani tugas ke China kali ini. Selain menambah pertemanan di antara para seniman nasional, juga banyak sekali pengalaman uniknya. 
Akhirnya kita mendapatkan kesan yang sangat baik selama di China. Penonton/pengunjung yang hadir menyaksikan kami tidak ada satupun yang tidak berdecak kagum melihat aksi kami.
Dari mulai musik, tarian, nyanyian , semuanya mendapatkan sambutan meriah. Bahkan, ajang foto bersama pengunjung menjadi saat yang dinantikan oleh mereka. 
Tentunya, berfoto bersama kami tidak gratis. Walaupun mereka juga bebas melakukan pemotretan dengan kamera atau handphone masing2. Jika ingin memperoleh hasil foto yang profesional, panitia sudah menyediakan fotografernya, dan akan langsung dicetak di hari itu juga lengkap dengan bingkainya. Sebuah kenang2an yang sangat bernilai bagi mereka karena dapat berfoto dengan kami. Tak satupun dari anggota tim kami yang kelihatan bosan dan lelah. Semuanya dengan sangat bergembira menyambut mereka yang ingin berfoto bersama di atas panggung.
Dan alhamdulillah, setiap selesai acara di setiap tempat, kami tidak pernah sepi tepuk tangan. Mereka benar2 menyukai kesenian Jakarta-Indonesia.
Dan ditambah lagi, saya membawakan acara tersebut dengan bahasa ibu mereka, yaitu bahasa mandarin, makanya mereka dapat dengan senang dan seperti menyaksikan sahabatnya sendiri yang sedang tampil pada saat itu.
Teman2 saya yang lain, mereka bisa berjalan2 kesana kemari untuk berbelanja. Kalau saya???Wah, saya tidak berani jalan terlalu jauh. Saya takut panitia akan panik kalau tidak melihat sosok saya. Kalau penari, terlambat hadir satu orang maka masih bisa digantikan oleh temannya. Kalau saya???Waduh, bisa celaka...siapa yang gantikan? hehehe...lha bawa penyanyinya kan cuma satu orang saja...bisa kacau balau deh.

Nah, jika teman2 ingin melihat bagaimana aksi kami selama di Guang Zhou, silahkan saja buka videonya di bawah ini..
Bisa dicari juga di Youtube : Jakarta To China Roadshow 2011
Selamat menyaksikan:)
Gimana???Seru kan???Asik ya...
Makanya, kalau mau keluar negeri gratis, pelajarilah seni budaya Indonesia..hehehe...seperti kami-kami ini lho:)




Read more »

Selasa, 04 Oktober 2011

Saya Cinta Kosmetik Indonesia

Saya memang tidak gemar bermake-up jika tidak ada keperluan untuk tampil di panggung. Sehari2nya, saya lebih suka memakai bedak compac biasa saja. Karena memang kulit wajah saya tidak bermasalah, dan tidak memerlukan foundation untuk menutupi kekurangan kulit wajah. Apalagi, saya sangat merawat kulit wajah saya semenjak menikah. Saya tau, wanita yang sudah memiliki anak, biasanya, kulitnya akan berkurang elastisitasnya, terutama bagian wajah. Dan saya sangat menjaga agar wajah saya tetap sehat. Sehingga, saya hampir tidak pernah memakai bedak Two Way Cake yang mengandung foundation sehari2nya. 
Saya lebih memilih memakai pelembab yang mengandung anti UV lalu mengoleskan bedak tabur tipis saja. Alhamdulillah, wajah saya jarang sekali jerawatan, malah bisa dibilang, jerawat sangat bermusuhan dengan kulit wajah saya:)
Rahasianya, malam menjelang tidur, saya selalu menyempatkan minum air putih murni segelas saja dan minum sebutir vitamin khusus kulit , lalu saya cuci muka dengan sabun pepaya(juga saya lakukan ketika berwhudu), dan mengoleskan krim malam yang sudah cocok dengan saya. Kalau soal krim malam, terus terang, saya cocoknya memakai produk dari Tabita Skin Care. Dan tidak pernah berpindah ke lain hati. Kecuali kalau saya ke luar kota dan lupa membawa krim saya, maka saya akan menggantinya dengan menggunakan Viva Skin Food yang murah meriah. 
Krim Viva ini sangat cocok di wajah saya, dia bisa menetralisir keluhan wajah saya seharian sebelumnya. Wajah saya di pagi harinya akan terasa kenyal dan lembab:) Air putih tentunya juga memberikan nutrisi tersendiri saat kita tidur, sehingga kulit wajah saya tidak dehidrasi. Vitamin E juga sangat membantu mempertahankan kondisi kulit kita lho.

Makanya, wajah saya sampai sekarang yang begini2 saja tidak mengalami perubahan yang drastis sejak masih gadis hinggu punya 3 anak.
Mengenai kosmetik, setiap kali saya tampil show, selalu saja ada yang bertanya "Mba Rani pakai kosmetik apa sih? bagus banget. Pasti mahal ya??" pertanyaan itu selalu saya dapatkan lho dari orang2. Suwer. Dan saya dengan sangat bangga, saya menjawab "Kosmetik saya bukan branded Luar negeri. Saya pakai produk dalam negri." Mereka rata2 tidak percaya sampai saya tunjukkan kosmetik saya yang ada di dalam tas, barulah mereka percaya. Mungkin bagi mereka, bohong banget, masa artis pakainya produk dengan harga murah begitu sih???
Tapi kenyataannya memang demikian. Saya mencintai produk dalam negeri. Saya setia menggunakan produk dari Mustika ratu dan Martha Tilaar:) Bahkan, yang saya pakai, bukan produk mereka yang berkelas "mahal" seperti PAC. Dari mulai foundation, bedak tabur, eye shadow, eye liner, sheemer, dsb...total harga kosmetik saya tidak lebih dari 600rb rupiah.
Dulu, waktu saya masih suka coba2 produk kosmetik, saya bisa menghabiskan jutaan rupiah hanya untuk berbangga menggunakan merk2 terkenal taraf internasional. Tapi kini, rupanya kwalitas kosmetik Indonesia sudah tidak bisa diremehkan. Kwalitasnya sangat bagus dan memuaskan. Bahkan, saya bisa membanggakan produk tanah air tersebut jika saya keluar negeri.
Kalau saya ke Taipei-Taiwan, saya selalu membawa oleh2 untuk kawan2 saya disana bedak atau lipstik produk Indonesia. Mereka suka sekali dan bangga memakainya, karena....anda pasti tidak menyangka, ternyata counter Sari Ayu nya Indonesia di sana menempati posisi yang eksklusif dengan harga yang tidak kalah mahal dengan produk internasional lainnya lho...hebat kan????? Itu saya dengar dari kawan2 saya disana. Produk Indonesia kita ini rupanya cukup MAHAL harganya disana. Sehingga jika saya membawakan mereka oleh2 lipstik terbaru, wahhh...mereka akan sangat senang sekali menunjukkan kepada kawan2nya yang lain bahwa mereka mendapatkan produk yang di sana belum diluncurkan. Contohnya ketika saya mengunjungi adik saya yang kini menjadi artis tenar di sana, Margaret Wang Yu Jie, saya bawakan beberapa buah lipstik dari sari ayu terbaru, dan saya begikan kepada kawan2 artisnya dia juga. Semuanya senang banget!!!Dan mereka langsung memoles bibir mereka jelang shooting berlangsung. Hehehe...mereka suka dengan kosmetik Indonesia. Apalagi, lipstik tersebut memiliki aroma buah yang manis dan segar. 
Artikel saya ini bukan untuk berpromosi lho, namun, saya ingin mengajak kawan2 untuk mencintai produk dalam negeri. Mulailah berbangga untuk memperkenalkannya lebih luas lagi, agar produk Indonesia semakin diminati di manca negara. 
Foto2 saya berikut ini, semuanya hasil saya make up dengan produk dalam negeri. Tidak ada satupun saya menggunakan brand seperti Channel, Mac, Revlon, dsb..









Nah, tidak kalah kinclong kan dengan make up Luar negeri???
Read more »

Senin, 03 Oktober 2011

Mama-Ku Artis Taiwan Terkenal:)

@Taipei, bersama mama Su Qin (Xiao Yao, artis Taiwan)




 Nama artisnya adalah Xiao Yao..
Saya kenal dengan wanita cantik ini saat saya duduk di bangku SMA. Saya baru duduk di kelas 2 saat itu. Kebetulan, saya ada jadwal latihan untuk acara show saya, di kediaman pianis legendaris Indonesia, Hendra Wijaya. Saat saya datang kesana ditemani mama saya, saya bertemu dengan sepasang suami istri yang sedang santai dan bernyanyi di ruang studionya om Hendra saat itu. 
Lalu, mereka seperti terhipnotis saat mendengarkan saya nyanyi...
Terutama mama Su Qin (panggilan saya ke mama angkat saya yang cantik itu). Suaminya, papa Paul, ternyata juga pernah kenal dengan papa saya. Saya melihat di mata mama Su Qin seperti ada kerinduan. Mata dia berbicara. Saya selalu tidak kuasa menahan iba jika melihat pandangan matanya yang teduh. Di mata wanita itu ada banyak kisah. Saya mulai menyukainya. Apalagi setelah saya tahu ternyata dia adalah artis di jamannya Di Lung masa muda (Shaw Brothers Hong Kong). Wow!!!!Saya bertemu dengan bintang film legendaris rupanya. Mama saat itu berambut panjang, cantik dan sederhana. Di usianya saat itu masih terlihat aura cantiknya di masa kejayaan dia.
Sejak itu, saya diangkat anak secara resmi oleh mereka.
Mereka benar2 tidak main2 sayangnya ke saya. Mereka begitu menyanjung saya. Terutama mama. Mama selalu ingin berdekatan dengan saya. 
Berikutnya, saya diajak menginap di rumah mereka di Bogor Jawa Barat. Dan saya diperkenalkan oleh 2 orang anak mereka yang cakep2. Kakaknya, namanya Wiliiam, saya panggil dia wei wei. adiknya si cantik centil, namanya Margareth (saat ini dia juga menjadi artis besar di Taiwan mengikuti jejak mamanya, nama dia saat ini Margaret Wang Yu Jie). Mereka berdua benar2 anak yang baik. Penurut, dan sangat cerdas. Ditambah lagi, darah seni mengalir di dalam mereka. Darah seni mama dan papanya benar2 menurun ke mereka.
Saya ingat sekali saat mereka kecil. Saat itu, wei wei dan cia cia(panggilan margaret) masih duduk di bangku SMP. Mereka bersekolah di Regina Pacis.Anak2 yang sangat menyenangkan. saya senang bisa menjadi kakak mereka. 
Kalau saya menginap disana, kami pasti berkumpul di rmh untuk karaoke-an, lomba nari, lomba nyanyi, lalu ke supermarket belanja segala macam, malamnya kita nyanyi2 lagi di karaoke.
Hampir setiap sabtu dan minggu saya selalu main ke Bogor. Saya sayang mereka...
Mama, wanita kuat dan tabah...
Di balik kecantikan dia, ketabahannya, sebenarnya menyimpan rasa rindu kampung halamannya di Taiwan.
 Selama dia berkeluarga di Indonesia, dia belum pernah kembali ke Taiwan untuk menengok keluarganya. Sering kali dia berkeluh kesah bahwa ia kangen dengan sanak saudaranya disana.


Mama, yang penampilannya selalu bersahaja dan cantik enak di pandang, rupanya memiliki suara yang merdu lho.
Dia paling suka nyanyi lagunya Teresa Teng yang berjudul...Qing Ren De Guan Huai...setiap saya menyaksikan dia menyanyikan lagu tersebut di panggung kecil restoran family di Bogor, saya selalu bisa menangkap sinar kerinduan di matanya...


Mama, walaupun dia bukan mama kandung saya, namun, di hati saya dia adalah mama saya juga. Mama yang telah banyak memberikan perhatian untuk saya, memberikan banyak kenangan untuk saya.
Seringkali saya merasa kangen sama mama, wei wei dan ciacia...Saya ingat masa kita masih kecil dulu.
Saya selalu mengagumi dua kakak beradik yang kompak itu. Yang kini sudah menjadi orang besar dan bahagia sekarang. Cita2 mereka sudah tercapai. Cita2 kakak beradik yang ingin membahagiakan mamanya:)
Saya bangga sekali...
Mama Su Qin...sungguh saya mendoakan semoga mama mendapatkan kebahagiaannya di Taiwan.
Entah kapan saya mendapatkan kesempatan untuk menengok mereka lagi di Taiwan sana. Mudah2an secepatnya.
Saya kangen Shui Jiao (sui kiaw)buatan mama:)
Read more »

Anak-anakku pandai nyanyi lagu mandarin



video

Adegan ini memang selalu kami lakukan. Saya selalu senang bisa bernyanyi berempat dengan anak2 saya. Mereka lucu, penurut, dan cerdas. Lihat saja tuh...semuanya pandai menyanyikan lagu mandarin. Selama saya di Cina bertugas, saya memberikan PR ke mereka supaya menghafalkan lagu mandarin sebanyak 10 lagu. Dan jika mereka berhasil menghafalkan sebanyak itu, maka mereka akan mendapatkan hadiah dari saya yang akan saya bawa dari Cina:) Wah, mereka antusias sekali. Tiga2nya rajin menghafalkan lagu2 yang sudah saya siapkan liriknya, musiknya yang sudah saya simpan di MP3 masing2. Pastinya, saya berharap mereka benar2 bisa berhasil menghafalkan 10 lagu tersebut donk. Tapi, walaupun tidak berhasil, tetap saya akan berikan mereka hadiah, sebagai penghargaan bahwa mereka sudah sangat berusaha mengerjakan PRnya.
Putra saya yang sulung juga tidak mau ketinggalan. Dia memang menurun bakat sulapnya dari papanya, tapi kali ini dia juga ingin mencoba untuk turut bernyanyi. Ahahahah...seru yahhhh...
Lucunya lagi, mereka bilang, kalau imlek nanti, mereka ingin ikut tampil kalau saya menyanyi di panggung. Katanya, mereka juga ingin kumpulkan angpao...hohohohoho

Read more »

Buah Jatuh Tak jauh Dari Pohonnya




video

Ini adalah adegan kami sekeluarga kalau di dalam mobil:)
Anakku nomer dua, Kristal, rupanya tidak jauh2 hobinya dengan mamanya. Bakat menyanyinya sudah terlihat sejak dini. Dan uniknya, dia juga menyukai lagu mandarin. Mungkin sudah terbiasa melihat mamanya tampil dengan seringnya membawakan lagu mandarin sehingga bagi dia, lagu mandarin sudah tidak asing dan tidak sulit dihafalkan. 
Saya memang sengaja mengajarkan pada mereka bahasa mandarin sedikit demi sedikit. Namun tetap tidak ada unsur paksaan. Semuanya berjalan wajar saja. Biarlah mereka menyukai seninya terlebih dahulu barulah mempelajari bahasanya. Adiknya Kristal, yaitu Giwang, anak bontotku juga menyukai lagu mandarin. Lucu ya:)
Mereka berdua mampu menghafalkan dua lagu mandarin dalam satu hari lho. Hebat kan...heheh
Dan bagi saya sebagai orang tuanya, saya sangat senang karena anak2 sejak dini sudah memiliki minat terhadap bahasa asing. Mudah2an bisa menjadi bekal yang berharga dan berguna kelak jika mereka dewasa. Apalagi suami, tidak pernah terbayangkan baginya bahwa akan memiliki anak2 yang mampu berbahasa mandarin dan menyanyikan lagu mandarin dengan lafal yang bagus. hihi..siapa dulu donk mamanya:) Saya walaupun tidak ada keturunan tionghoa, namun, semua kawan saya yang mampu berbahasa mandarin (orang2 tionghoa) selalu bilang bahwa mandarin saya ngelotok banget logatnya sudah seperti orang Cina asli:) 
ya iyalah...saya kan sejak usia 3 tahun memang sudah tinggal dan bersekolah di negeri penuh dengan bapao capcay siomai fuyunghai tersebut. Ya jelas saja logat saya seperti mereka yang lahir disana:)
Perhatikan gaya anak saya di video, benar2 PD banget deh:) Ditambah lagi papanya mereka yang suka jahil...ga jauh2 dari aksi sulapnya yang jahil lah....
Kami sangat beruntung. Dengan profesi kami sebagai seniman, banyak sekali waktu yang bisa kami luangkan untuk berkumpul dengan anak2 dan selalu menyempatkan mengajarkan sesuatu yang baru dan menyegarkan. Kami seperti orang tua pada umumnya, ingin anak2 bahagia dan selalu dekat dengan kami:) Amin...
Kristal dan Giwang...siapa tau diantara mereka berdua, salah satunya akan menjadi The Next Rani:) Tapi yang paling penting, sejak dini, saya selalu menanamkan rasa nasionalisme mereka. Anak2 saya harus berbangga menjadi orang Indonesia:)

Read more »

Lagu Ternyata Mampu Menjadi "Bahasa" Dari Hati Ke Hati Antar Negara


Jaman dulu, kita bisa saja protes jika tiba2 mendengar lagu Madu dan Racun (versi mandarinnya adalah fen sung ji mo he ai)yang dinyanyikan oleh Arie Wibowo ternyata dinyanyikan oleh penyanyi Taiwan dengan versi mandarinnya. Dan juga, kita bisa saja mengeluh mengapa orang Cina mengakui bahwa lagu Sing Sing So adalah milik mereka (versi mandarinnya adalah Chuan Ge). Tahukah anda lagu Somewhere Between yang dibawakan oleh pasangan Mochsin-Titiek Sandora dalam versi Indonesia? lalu ternyata sayapun menyanyikannya juga pada tahun 1996 bersama Sarwana dengan judul Hatimu Hatiku? :) Jika anda masih ingat..

Janganlah gusar. Rupanya, itulah indahnya harmony. Siapa saja yang menyukai lagu dari negara mana saja lalu disadur dalam bahasa lain, tentunya sudah membuktikan keindahan lagu tersebut yang membuat lagu tersebut "dibajak". Padahal sebenarnya, itu bukan masalah membajak. Tentunya sudah ada prosedurnya tersendiri dibalik bisnis rekaman tersebut. Pada dasarnya, ada peraturan, Undang2 yang berlaku dibalik semua itu. Tentunya harus disertai dengan "jual beli". Yaitu, membayar hak cipta lagu tersebut kepada si penciptanya yang pertama.
Mengukuti persyaratan yang diajukan secara hukum oleh si penciptanya. Mentaati batasan2 penggunaan lagu tersebut seuai jalurnya. Maka semua itu pasti bisa dilaksanakan dengan sangat baik dan tanpa mengusik berbagai pihak.

Kali ini, yang ingin saya bagi ceritanya adalah lagu Dangdut yang saya nyanyikan dalam versi mandarin. Lagu tersebut mendapatkan tempat yang spesial di hati pendengar di RRC beberapa waktu lalu. Saat saya tampil bersama team Kesenian DKI Jakarta, saya membawakan lagu tersebut. Lagu yang dinyanyikan oleh umi Elvie Sukaesih.

Pada tulisan saya yang sebelumnya, saya ada sempat menyebutkan bahwa saat saya merekam lagu tersebut, saya sempat kesulitan mencari tahu kemana saya harus membayar hak ciptanya. Yang ternyata penciptanya adalah orang Jepang asli dan tinggal di Jepang.
Dari situlah kami mengetahui ternyata lagu tersebut rupanya berasal dari lagu Jepang yang dirilis pada tahun 1967 oleh pasangan duet kembar wanita, The Peanuts. Sangat terkenal dan populer di masanya. Gaya mereka yang khas telah menjadikan lagu tersebut begitu dicintai oleh masyarakat Jepang. Cantik dan menarik, itulah ciri khas mereka.  Berikut ini adalah video penampilan The Peanuts dalam lagu KOI NO FUGA yang adalah lagu asli dari "Jangan Kau Pergi" yang dipopulerkan oleh umi Elvie Sukaesih.



video

Begitu terkenalnya lagu tersebut hingga menarik perhatian musisi Indonesia untuk menggubahnya dalam versi Indonesia bernuansa dangdut. Dan ternyata benar dugaan mereka,lagu tersebut terdengar sangat menjanjikan saat dinyanyikan oleh umi Elvie. Wow!!!Siapa yang tidak tahu lagu ini???Lagu yang sangat enak sekali. Dari mulai kalimatnya, musiknya, dan suara khasnya Elvie Sukaesih Diva Dangdut Indonesia saat itu. Luar biasa.
Coba saja saksikan video di bawah ini:
video

Nah...menyusul kesuksesan The Peanuts di Jepang, ternyata merekapun sama seperti Indonesia, sedang trend lagu "daur ulang". Pada tahun 2006 (kalau saya tidak salah mengingat), lagu KOI NO FUGA kembali dirilis oleh pasangan duet gadis belia saat itu. Dengan gaya yang khas, gerakan tubuh dan tarian yang unik, kostum mereka yang sangat sesuai dengan penampilan mereka, telah memberikan "demam" tersendiri di Jepang. Tarian mereka menjadi ajang lomba dimana2. Ibaratnya seperti Sinta Jojo, gaya mereka ditiru dimana2. 

Tidak hanya di Jepang saja, bahkan sampai orang asing pun ikut meniru gaya mereka. Di Japang, benar2 demam Koi No Dance:) Dari mulai pasangan anak2 sampai dewasapun berani tampil menirukan gayanya pasangan duet tersebut. Dengan nuansa musik yang lebih segar dari pendahulunya, KOI NO FUGA menjadi musik dan lagu yang sangat asik di telinga siapa saja yang mendengarnya. Simak saja penampilan mereka berikut ini:)





Nah, sekarang, bicara tentang karya saya nih...
Sayapun telah menterjemahkan lagu tersebut ke dalam bahasa mandarin. Mengapa mandarin? Ya karena versi Indonesia kan sudah dibawakan umi Elvie.
Mengapa tidak bahasa Inggris? hehehe...karena saya ahlinya di Bidang bahasa Mandarin dan kiblat saya adalah menarik perhatian mereka untuk menyukai kabudayaan Indonesia. Kalau Inggris, pasti sudah ada artis kita yang lain yang akan memperjuangkannya toh:) Sekarang, biarlah saya menempuh usaha menarik minat orang Chinese untuk mencintai budaya kita:)
Nah, lagu Jangan kau pergi/Koi no fuga ini saya beri judul Qing Ni Bu Yao Zou.



Dengan nuansa musik dangdut original, bukan Crispy:)p 
Saya membuatnya semakin asik untuk didengar, musiknya lebih atraktif dan meninggalkan kesan yang mendalam bagi yang mendengarnya. Mengapa saya memilih lagu orang lain ketimbang menciptakan lagu yang baru? Alasannya sangat sederhana, kalau saya menyanyikan lagu mandarin, lebih baik saya memilih lagu yang sudah dikenal dan familiar saja, itu akan lebih mudah diingat orang dan disukai:) Bukan berarti saya tidak PD untuk menyanyikan lagu baru loh. Masalahnya, ini dalam bahasa mandarin. Yang saya harapkan adalah orang Indonesia yang tidak mengerti bahasa mandarinpun juga bisa turut menyukainya. Paling tidak, jika dia tidak mengerti bahasa mandarinnya, maka dia akan ingat dengan versi bahasa Indonesianya. Kira2 seperti itulah:) Sama seperti saat saya menyanyikan lagu milik Krispatih "Demi Cinta" dalam bahasa mandarin. Ternyata, sahabat2 yang tidak mengerti bahasa mandarinpun juga turut menikmati lagu Demi Cinta versi mandarin tersebut:) Walaupun mereka tidak mengerti bahasa mandarin, namun mereka  bisa mengira2 artinya seperti lagu versi aslinya:)
Nah...rupanya, Musik adalah bahasa kalbu yang bisa menyatukan hati sesama...Indahnya berbagi harmony...


Read more »

Review Produk