Sabtu, 28 Agustus 2010

Pengalaman Makan Di Resto Tembok Cina

Clipart




Saya ingat, beberapa tahun lalu saat saya pergi travelling ke Beijing, menyempatkan diri ke Great Wall. Semua orang tahu, sejarah mencatat bahwa yang Tembok Raksasa yang terkenal di dunia tersebut diprakarsai oleh Kaisar yang sangat kejam pada jaman kekaisaran. Rupanya, sifatnya yang kejam dan berani tersebut justru menjadi suatu kebanggan bagi masyarakat sekitar Great Wall hingga saat ini. Saya ingat, waktu itu saya bersama rombongan saya yang sudah sangat kehausan dan kelaparan, langsung diajak oleh pemandu kita ke Restoran satu-satunya yang besar di dekat tembok tersebut. Seingat saya, nama restonya adalah Wan Li Chang Cheng. Ya, resto tersebut memang menjadi resto yang sangat terkenal, karena salah satu menu andalannya yang sangat "menakjubkan" mengundang sebagian orang kagum, namun tidak bagi kita orang Indonesia yang berhati halus.
Ceritanya begini, menejer resto tersebut demi menghargai kedatangan kami, dia langsung memesankan menu yang sangat terkenal tersebut. Katanya, masakan ikan asam manis mereka sangat lezat dan tidak ada tandingannya. Kami yang saat itu memang sedang kelaparan, tentunya sangat antusias donk..


Setelah menanti beberapa saat, datanglah menu mewah yang dia bilang. Ya, memang mewah, karena harganya cukup mahal bagi sebuah menu masakan ikan asam manis. Dan saat penyajiannya, ikan tersebut ditutup dengan rapih.
Kami sudah sangat tidak sabar untuk segera menikmatinya.
Dannnnn...ikan asam manis tersebut begitu harum menggiurkan..saat dibuka.....semua berteriak...Ya Tuhan...kok ada ya masakan mewah dan paling lezat dan mahal yang mereka maksud adalah ikan setengah hidup setengah mati ini????Benar-benar kami histeris. Ikan itu memang sudah dimasak, namun hanya tubuhnya saja, sedangkan kepala dan bagian jantungnya masih utuh, bahkan mulutnya terkatup-katup seolah sedang berteriak. Insangnya buka tutup dengan sangat lemah, dan dengan jelas kami bisa melihat jantungnya yang masih berdetak walaupun lemah. Ironisnya, semua bagian tubuhnya sudah matang, dan memang kelihatan amat sangat lezat. Sungguh Ya Tuhan, kami seketika langsung kehilangan selera untuk memakannya. Yang ada dalam benak kami hanyalah sedih, marah, takjub, kesal bercampur aduk. Lalu kami sepakat, agar ikan itu dibawa kembali ke dapur saja. Kami tidak jadi makan. Kami benar-benar sedih melihat pemandangan itu. Sungguh, kami menyesal memesannya. Yang saya bayangkan hanyalah, bagaimana sebenarnya cara mereka memasaknya hingga bisa seperti itu. Sungguh, kejamnya mereka sama seperti kaisar yang membangun tembok cina.
Tetapi, dari semua itu, kami juga menyadari, betapa pandainya si juru masak hingga dapat menciptakan menu makanan dengan gaya "seni" yang berbeda. Walaupun sebenarkan saya tidak sempat mencicipinya, tapi saya yakin, masakannya pasti sangat lezat. Hanya saja, saya tidak punya hati untuk menikmatinya.
Jika anda ingin melihat seperti apa sih ikan asam manis yang saya maksud. Silahkan klik di bawah ini (video tersebut saya ambil dari link di internet, bukan dokumentasi milik saya)

Gambar Masakan Khas Tembok Cina Yang Menakjubkan sekaligus Memilukan

0 komentar :

Posting Komentar

Review Produk