Minggu, 18 Juli 2010

Hutang

Hutang...
Satu kata yang sangat mengerikan...
Apakah anda punya pengalaman meminjamkan uang pada orang ataupun pada kawan yang "ndableg"? istilah orang jawa kalau tidak salah ya...
Kita kalau berhutang pada seseorang, apabila kita tidak mengembalikannya, maka kita akan dikenakan DOSA BESAR yang tidak terampuni. Sebaliknya, jika seseorang berhutang pada kita, dan kita tidak mengingatkan orang itu untuk melunasi hutangnya, maka, kita akan dikenakan DOSA BESAR pula yang tak terampuni...
Ehhm...sungguh serba salah. Karena terkadang, memang tidak semua orang mampu membayar hutangnya ataupun menagih hutangnya dengan leluasa. Ada saja kesulitan dalam hidup yang membuat seseorang lupa akan hutang-hutangnya. Bisa disengaja melupakan, bisa juga pura-pura lupa..
Tapi, kata orang tua, jika kita membantu seseorang dengan meminjaminya uang, namun, orang tersebut ternyata tidak bisa melunasi hutang tersebut dengan suatu alasan yang masuk akal, maka, sah saja jika kita merelakannya, mengikhlaskannya. Namun, kalau di mulut kita mengucap kata ikhlas dan rela, apakah masih dalam perhitungan jika kita dalam hati dalam pikiran masih mengingatnya? Nah, itu yang sulit. Terkadang, seseorang jika mengucapkan rela dan ikhlas, tetapi sewaktu-waktu bisa saja karena rasa kesal dan emosi, lalu tercetuslah kalimat, "Ah, dia aja ngutang sama gue 500.000,- sampai sekarang belom bayar tuh..." Wah...wah...wahhh...itu yang sulit. 
Manusia memang lebih banyak lain di mulut lain di hati. Walau kita memang benar mengikhlaskan, namun, kita memang manusia, tidak sempurna, saatnya marah dan kesal, pasti akan mengungkit semua keburukan orang yang kita kesal itu. Karena terlihat oleh kita "Kok dia berhutang pada kita tapi santai-santai saja seolah tidak ada hutang?" atau mungkin..."Kok saat ini dia sedang berkecukupan tapi kenapa gak berusaha utamakan lunasi hutangnya ke saya?" atau..."Kok saya lihat dia selalu bersenang makan di restoran dan belanja di swalayan tapai saat saya tagih hutang beribu macam alasan?"...Yah...apa mau dikata, memang banyak orang seperti itu. Terlihat seolah lupa atau sengaja melupakan hutangnya. Padahal, kitapun sangat membutuhkan dana yang dia pinjam ke kita itu..Mungkin kita juga akan berpikir, "Orang ini benar-benar tidak tau terima kasih sudah dibantu kita ya..."
Hayooo....kalau hidup kita selalu dipenuhi pikiran demikian, yakinlah, tidak akan bahagia. Lebih baik, kita belajar untuk melepaskannya. Memang sulit, tapi kita harus bisa.


Yaahhh...memang semuanya membutuhkan tingkat kesabaran dan kedewasaan yang tinggi. Tidak mudah mengikhlaskan sesuatu yang adalah hak milik kita. Benar sekali, usia tidak selalu menunjukkan kedewasaan. Semuanya harus diasah lewat pengalaman.
Mudah-mudahan kita dapat menjadi manusia yang mampu menahan segala emosi dan amarah. Jika memang sudah ucap kata rela ataupun ikhlas, maka relakanlah, ikhlaskanlah, jangan lagi mengungkit masalah yang sudah kita relakan dan ikhlaskan...
Pertanyaannya adalah...Mampukah saya?Mampukah anda?

0 komentar :

Posting Komentar

Review Produk